REKTOR: SERTIFIKASI ADALAH KEBUTUHAN AKADEMIK DAN LEMBAGA

mitrakuliah.com;Kamis, 28 Maret 2019 barangkali menjadi hari yang istimewa bagi Dosen UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Pasalnya, untuk kali pertama UINSA menggelar penyerahan sertifikat pendidik secara serentak. Kegiatan bertajuk, ‘Pengarahan dan Penyerahan Sertifikat Pendidik bagi 28 Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya’ digelar di Ruang Meeting Rektor Lt. 2 Twin Towers A UINSA.

Hadir dalam kegiatan ini, Senat Universitas dan Sekretaris, Dekan Fakultas, Kabiro AAKK dan AUPK, Kabag Kantor Pusat, serta Kepala Pusat dan Lembaga di Lingkungan UINSA. Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UINSA, Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memang pertama kali digelar dana akan terus ditradisikan. “Anda telah diakui secara profesional, memiliki kewenangan dan hak yang sama dengan dosen lainnya. Ini merupakan kesempatan yang berharga sehingga perlu dirayakan,” ujar Prof. Ali.

Prof. Ali juga menegaskan, bahwa sertifikasi dosen tidak hanya memiliki dampak pribadi tapi juga instansi. Dampak pribadi antara lain adalah hak atas  tunjangan sertifikasi dosen. Sedangkan bagi lembaga, sertifikasi dosen menjadi catatan penting bagi akreditasi kampus. “Oleh karena itu, anda semua adalah Aset UINSA,” tegas Prof. Ali.

Pada kesempatan ini, Prof. Ali juga menjelaskan beberapa perubahan signifikan dalam pengajuan sertifikasi dosen. Antara lain adanya ketentuan memiliki sertifikat Wawasan Islam Kebangsaan (WIK), serta tambahan sertifikat Bahasa Arab/Inggris dari lembaga yang diakui.

Rektor UINSA, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D., yang secara khusus hadir untuk menyerahkan sertifikat kepada para dosen menyampaikan rasa gembira dan selamat atas pencapaian akademis tersebut. Rektor berharap, bahwa pencapaian tersebut dapat memberikan kemaslahatan dan keberkahan bagi pribadi maupun instansi.

Rektor menegaskan, lazimnya sebuah perubahan harus ditandai dengan konteks subtantif dan menjadi lebih baik lagi. Kaitannya dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, misalnya, tugas dosen tidak hanya mengajar, namun juga penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

“Namun juga jangan terlalu confident bahwa Panjenengan tidak butuh kenaikan pangkat. Karena kepangkatan Panjenengan bukan cuma dalam konteks pribadi tapi juga kebutuhan instansi,” terang Prof. Masdar.

Karenanya, Rektor berpesan kepada pejabat di lingkup fakultas untuk melakukan pemantauan pergerakan akademis dosen. “Apakah ada geliat akademik yang meningkat setelah sertifikasi, sebagai upaya membuktikan kepada masyarakat bahwa Panjenengan adalah orang yang tepat dan memang layak mendapat sertifikasi. Ini juga bagian dari evaluasi percepatan menjadi lektor, lektor kepala, lalu guru besar,” tegas Prof. Masdar.

Hal tersebut juga ditegaskan kembali Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Ahwan Mukarrom, MA., agar para dosen mengambil kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas akademik pribadi dan lembaga. “Banyak yang berpikir saya cukup begini saja, tapi setidaknya ini adalah shodaqoh terakhir kita,” ujar Prof. Ahwan mengingatkan rekan-rekan dosen lainnya.

Pengarahan pun ditutup dengan penyerahan sertifikasi kepada dosen oleh Rektor serta foto bersama. 28 nama dosen yang mendapatkan sertifikasi yaitu:

  1. Rozaqul Arif
  2. Risa Purnamasari
  3. Funsu Andiarna
  4. Estri Kusumawati
  5. Nurissaidah Ulinnuha
  6. Mirwan Akhmad Taufiq
  7. Nova Lusiana
  8. Mauludiyah
  9. Mei Lina Fitri Kumalasari
  10. Sri Hidayati L
  11. Linda Prasetyaning Widayanti
  12. Rizqi Abdi Perdanawati
  13. Eva Agustina
  14. Ratna Pangastuti
  15. Muh. Khoirul Rifa’i
  16. Asri Sawiji
  17. Hanafi Adi Putranto
  18. Lutfil Ansori
  19. Moch. Yasin
  20. Dyah Ratri Nurmaningsih
  21. Dedy Suprayogi
  22. M. Zimamul Khaq
  23. Abdul Wahab Naf’an
  24. Syaifulloh Yazid
  25. Uswatun Chasanah
  26. Sarita Oktorina
  27. Akhmad Yunan Atho’illah
  28. Erry Ika Rhofita

Sumber : (Humas UINSA)

Tags: