Sublimasi Manhaj dan Pancasila untuk Islam Rahmatan Lilalamin

Pendahuluan

Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, meskipun mayoritas penduduk negara adalah muslim, namun negara indonesia tidak menerapkan sistem pemerintahan islam, mengapa ? karena indonesia terbentuk tidak hanya karena upaya orang beragama islam saja, namun juga umat agama lain. Indonesia berdiri karena perbedaan, yang terdiri dari berbagai macam ras dan suku, juga agama yang dianut.

Pancasila, tidak bisa dipisahkan dengan Indonesia, karena, Pancasila merupakan ideologi negara kita tercinta ini. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah mewakili cita-cita bangsa, karena memang pancasila dibentuk sesuai kepribadian bangsa indonesia, yang suka bergotong royong, dan juga mencintai perbedaan, menjujunjung tinggi kemanusiaan.

Sebagai orang muslim yang posisinya merupakan penduduk mayoritas di Indonesia ini, maka, bagaiman sikapnya dalam mejalani kehidupan lah yang berpengaruh besar dalam negeri ini. Sebagai pelaku perdamaian dalam negeri, pemelihara kesatuan negeri, dan sebagai pembawa peradaban negeri. Inilah megapa essai ini penting untuk diulas.

Pembahasan

Islam terkenal sebagai agama yang damai, ajarannya tidak memaksa, tidak perlu pemaksaan dalam beragama, karena kebenaran agama itu lah yang akan membuat orng mempercayai dan mengikuti. Islam sebagai agama yang mengatur ummatnya dengan sangat detail, mulai dari hal yang besar hingga hal yang remeh temeh namun penting.

Namun, melihat bagaimana orang-orang memandang islam masa kini sebagai agama yang keras, betapa islam dianggap teroris yang ditakuti, hingga ada istilah islamophobia akibat sebagian kecil kelompok beragama yang mengatasnamakan agama untuk mekakukan teror, islam yang seperti ini lah yang dinamakan radikal, sebenarnya radikal adalah suatu hal yang tidak melulu negatif. Islam radikal berpandangan agama secara ekstrem, fanatik, fundamental, dan revolusioner. Tidak masalah jika sekedar cara pandang dan penganutnya mau membuka ruang dialog dengan pihak lain, adalah masalah ketika ketika cara pandang tersebut diwujudkan dalam tindak kekerasan, pemaksaan kehendak, melakukan teror yang tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan.

Agar terbentuk islam yang harmonis maka moderasi islam adalah suatu hal yang sangat penting. Ketika semua umat islam bersikap moderat, akan kita lihat bagaiman islam yang damai itu. Silahkan saja untuk seseorang mengikuti seoramg Imam, meyakini dan bertaklid pada imam yang ia percaya, melaksanakan islam sesuai manhaj yan ia yakini. Saat ini sudah bukan saatnya berdebat siapa yang paling benar karena tiap golongan punya dalil yang menguatkan keyakinan masing-masig. Tidak ada orang islam yang bercita-cita untuk masuk neraka.

Kita bercita-cita untuk peradaban yang maju, makmur dan sejahtera, namun itu tidak akan tercapai jika antara golongan yang satu dengan golongan yang lain saling bermusuhan dan terpecah belah. Indonesia, sebuah negara dengan berjuta budaya, dengan komitmen kesatuan. Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negaranya, ketika dasar ini rusak atau tidak dilaksanakan bagaimana negara ini akan berdiri kokoh. Tugas kita sebagai seorang muslim yang memiliki manhaj sekaligus sebagai warga negara Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bernegara sudah seharusnya bersikap moderat untuk peradaban dan perdamain negeri.

Dalam Al-Quran Allah berfirman

{وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ[} البقرة : 143

Artinya : “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia

Redaksi Ummatan wasathanmenunjukkan pada kita agar kita bersikap moderat, tidak condong ke kanan maupun ke kiri. Sedangkan dalam Pancasila, nilai-nilai yang terkandung didalamnya mengandung tuntunan untuk bersikap moderat, berikut penjelasannya :

Sila ke-1 Ketuhanan yang Maha Esa

Menunjukkan bahwa Indonesia tidak menuntut warganya agar menganut agama tertentu, Indonesia mempersilahkan penduduknya memeluk agama yang diyakini

Sila ke-2 Kemanusiaan yang adil dan beradab

Menunjukkan bagaimana Indonesia menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Semua orang memiliki hak yang sama.

Sila ke-3 Persatuan  Indonesia

Persatuan tidak akan tercapai dan terpelihara jika rakyatnya tidak mau bersatu dan mementingkan golongan masing-masing dan masih berdebat siapa yang paling benar. Karena semuanya benar dan sama-sama baik.

Sila ke-4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Musyawarah dalam menentukan kebijakan, dalam musyawarah kita dituntut untuk saling menghargai pendapat dan siapa saja yang berbicara.

Sila ke-5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rakyat Indonesia seluruhnya berhak menerima dan merasakan keadilan, bukan hanya untuk golongan tertentu.

Kesimpulan

Untuk mencapai peradaban yang maju, makmur, dan sejahtera, seluruh rakyat Indonesia terkhusus umat islam harus bersikap moderat. Tidak peduli bagaimana manhaj yang dipakai, Pancasila sebagai dasar negara,pemersatu bangsa merupakan suatu hal yang harus kita gunakan sebagai dasar kehidupan kita.

Daftar Pustaka

http://www.nu.or.id/post/read/87248/apa-pengertian-islam-radikal-ini-penjelasannya

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/16/09/02/ocuxkc396-memahami-moderasi-dalam-islam

Tags: