Pentingnya Melek Teknologi Bagi Seorang Pendidik


Berbicara seputar dunia pendidikan memang tiada ujungnya. Pendidikan di Indonesia diprakarsai oleh Ki Hajar Dewantara. Berawal dari mendirikan Taman Siswa, beliau dinobatkan sebagai bapak pendidikan nasional. Rasa sosial yang tinggi telah dimiliki beliau pada masa muda, terbukti adanya tujuan didirikan Taman Siswa sebagai sarana pendidikan bagi kalangan rakyat pribumi untuk mengayom pendidikan. Hal tersebut bertujuan agar rakyat pribumi memperoleh pendidikan setara dengan priyayi dan orang Belanda.


Tanggal kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat ditetapkan sebagai hari pendidikan nasional. Sebutan nama tersebut, merupakan nama kecil Ki Hajar Dewantara. Beliau memiliki sebuah gagasan dalam berorganisasi diantaranya Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Gagasan tersebut diciptakan menggunakan bahasa Jawa yang bermakna di depan memberi teladan, di tengah membangkitkan semangat, serta dari belakang memberi dorongan.

Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia menjadikan Tut Wuri Handayani sebagai slogan pendidikan di Nusantara. Ki Hajar Dewantara mencetuskan gagasan yang dikenal dengan among. Menurut Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia sebuah filsafat berbahasa Jawa tersebut, sesuai dengan filsafat pendidikan yang berada di negeri ini.

Sebagai pengajar layaknya menjunjung tinggi slogan Tut Wuri Handayani. Slogan pendidikan tidak akan termakan oleh kemajuan zaman. Hal ini dikarenakan pencetusnya telah memikirkan berdasarkan filsafat. Pada era revolusi industri 4.0 tentunya perkembangan teknologi semakin pesat. Peradabannya memanfaatkan kemajuan internet dan berkembangnya teknologi modern lainnya. Terbukti adanya perkembangan smartphone yang semakin canggih.

Revolusi industri sangat mempengaruhi perkembangan pendidikan, politik, kebudayaan, kesehatan, makanan, pakaian, dan lain sebagainya. Dalam dunia pendidikan tentu sebagai seorang pendidik harus menguasai perkembangan teknologi digital. Keilmuan sebagai pendidik harus selalu di update mengikuti perubahan zaman. Hal demikian guna mencegah guru jadul yang gagap teknologi. Pemerintah menginginkan agar seorang pendidik melek akan perkembangan teknologi ini.

Sebagai seorang pendidik atau guru pada masa kini, tentunya harus mengembangkan ide kreativitas dan berpikir secara inovatif. Sesuai dengan perkembangan yang ada, kurikulum pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan. Hal ini bertujuan untuk mengupdate agar tidak tertinggal oleh kemajuan zaman.

Menjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa di perkotaan bukan masalah yang sulit dalam mengikuti perkembangan dunia digital. Akan tetapi, hal seperti ini menjadi permasalahan seorang guru di wilayah pelosok negeri. Pendidikan di pedalaman atau pedesaan tentu perkembangannya akan kalah dengan kondisi pendidikan di perkotaan. Banyak faktor penghambat yang mempengaruhi diantaranya perkembangan teknologi digital belum sepesat di kota. Selain itu, kondisi wilayah di pedesaan belum cukup mempunyai sinyal yang baik. Biasanya masyarakat daerah terpencil menolak akan hadirnya teknologi.

Meskipun perkembangan pendidikan di perkotaan jauh lebih baik, namun perkembangan pendidikan di Indonesia masih kalah start dengan kelayakan pendidikan seperti negara tetangga di Singapura. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus terus memperhatikan pendidikannya.

Pembelajaran pada era sekarang lebih modern, terbukti para guru di perkotaan telah mengenalkan perkembangan era revolusi industri kedalam pembelajaran. Kini guru mengemas media pembelajaran semenarik mungkin. Hal seperti ini menciptakan semangat belajar peserta didik semakin bertambah. Penggunaan liquid crystal display (LCD) untuk penayangan video akan lebih menarik dibandingkan pendidik hanya sekedar bercerita melalui gambar. Tidak hanya itu, penayangan video mengantisipasi kebosanan dan rasa ngantuk pada peserta didik.

Selain hal di atas, penggunaan metode pembelajaran harus diperhatikan bagi seorang pendidik. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat akan menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan. Pemilihan metode dan strategi pembelajaran dipilih secara tepat dan selaras, karena faktor tersebut yang dapat mensukseskan proses pembelajaran. Walaupun era revolusi mempengaruhi kondisi pendidikan saat kini, namun sopan santun dan disiplin antara pendidik dengan peserta didik tidak boleh luntur.

Seringkali norma sopan santun kepada guru telah dihilangkan oleh peserta didik zaman sekarang. Banyak dijumpai tragedi peserta didik melakukan pengeroyokan kepada guru secara masal akibat tidak terima dengan tegurannya. Hal tersebut termasuk dampak negatif karena era revolusi zaman. Seiringnya perkembangan teknologi harus menanamkan nilai sikap yang baik kepada guru. Kompetensi guru akan diandalkan untuk membentuk karakteristik peserta didik yang cerdas dan berbudi luhur.

Ketersediaan beberapa fitur pada masa kini dapat menunjang proses pembelajaran dengan mengakses online. Seorang pendidik pada era revolusi industri 4.0 harus menguasai fitur modul berbasis online. Tidak hanya pendidik, peserta didik diwajibkan mampu mengakses fitur pembelajaran berbasis online yang disediakan oleh guru. Belajar sambil bermain dapat menciptakan peserta didik betah dalam proses pembelajaran. Peran guru mengembangkan ide inovatif dalam kelas sangat diperlukan.

Dalam kurikulum pendidikan masa kini, peserta didik dicetak lebih aktif daripada pendidik. Guru bukan sebagai satu-satunya sumber materi dan belajar.  Hal tersebut dikarenakan peserta didik dapat mengakses materi dan penjelasannya dari google. Memanfaatkan teknologi digital pada era revolusi industri termasuk kategori generasi millennial yang bijak.

Perubahan abad 21 ini sangat mempengaruhi banyak hal. Zamannya dikenal dengan era revolusi industri 4.0, sedangkan orang yang hidup di zaman ini disebut dengan generasi millennial. Mencanangkan program literasi merupakan hal yang baik guna membuka wawasan peserta didik. Pepatah mengatakan bahwa membaca merupakan jendela dunia. Dengan senang membaca keilmuan akan semakin bertambah. Melakukan literasi tidak monoton menggunakan buku yang membuat rasa jemu dan bosan. Literasi dapat dilakukan dengan membaca melalui internet.

Fira Zahrotul Ilma
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Jl. A. Yani 117 Surabaya

Tags: