Menikah Muda Dalam Perspektif Islam

  • Whatsapp
Menikah sebenarnya berasal dari kata asal nikah yang memiliki arti ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Pengertian tersebut berdasarkan Kamus Besar bahasa Indonesia. Kata nikah diawali imbuhan-me yang memiliki artian melakukan. Berarti menikah ialah melakukan suatu akad perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Apakah menikah itu harus bagi setiap insan manusia yang ada di dunia khusunya yang beragama islam? Jika berbicara mengenai keharusan atau tidaknya menikah bagi setiap insan manusia, maka akan merujuk pada hukum-hukum nikah. Hukum nikah menurut ajaran agama islam dibagi menjadi banyak, antara lain wajib, sunnah, makruh, dan haram. Hukum-hukum tersebut memiliki syarat atau ketentuan tertentu mengenai perspektif menikah. Akan tetapi, hukum menikah yang sering kali kita jumpai yakni sunnah, mengapa hukumnya sunnah? Karena bagi seorang muslim, hukum menikah menjadi sunnah jika dia memenuhi dua syarat. Yang pertama ialah jiak dia mempunyai keinginan untuk menikah dan yang kedua ialah dia mempunyai bekal yang cukup untuk menikah. Lalu, apakah ada ketentuan usia bagi orang yang ingin menikah khususnya yang beragama islam? Dan bagaimana pandangan islam jika banyak usia muda atau bahkan masih bisa disebut pelajar yang ingin melangsungkan sebuah pernikahan? Serta bagaimana solusi jika hal tersebut telah terjadi? Ketentuan usia menikah menurut Undang-undang nomor 1 tahun 1974 dalam pasal 7 ayat 1 tentang perkawinan ialah usia 16 tahun batas minimal untuk perempuan dan 19 tahun batas minimal untuk laki-laki. Akan tetapi, agama islam tidak menentukan batas usia. Didalam agama islam, usia dewasa ditentukan dengan tanda-tanda yang bersifat jasmani yaitu tanda-tanda baligh, untuk laki-laki 15 tahun dan perempuan 9 tahun. Lalu bagaimana pandangan islam mengenai menikah muda? Dari ketentuan usia diatas, memang bisa disebut usia paling muda untuk bisa melangsungkan sebuah pernikahan. Tetapi dilihat dulu dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Baca Juga :  Pengorbanan Membangun Insan Cendekia
Di zaman yang sepenuhnya sudah modern ini, mulai dari informasi, teknologi, hingga unsur budaya yang sedang pesat-pesatnya mengalami perkembangan, menikah muda menjadi guncar untuk diperbincangkan oleh para tokoh islam. Ada yang beranggapan bahwa menikah muda dapat menghindarkan diri dari perbuatan yang dibenci oleh Allah. Tentu saja iya, karena di zaman yang seperti ini istilah pacaran bagi kaum muda sangatlah tidak asing lagi. Mereka mengerti bahwa istilah pacaran dalam islam itu sebenarnya tidak ada, dan hukumnya bisa disebut mendekati zina karena menuruti hawa nafsu untuk mengenal bahkan menjalin hubungan dengan lawan jenis yang belum ada ikatan halal. Dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 32 sudah dijelaskan yang artinya “Dan janganlah kalian mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” Maka menikah muda diperbolehkan karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Pos terkait