Budaya Konsumerisme dan Nyampah Orang Indonesia

Konsumsi merupakan kegiatan yang pasti dilakukan oleh manusia sebagai makhluk hidup, baik konsumsi pangan atau benda, maupun jasa. Lantas ada apa dengan budaya konsumsi orang Indonesia ? orang Indonesia saat ini, terbiasa hanya menjadi konsumen, menikmati hasil produksi orang atau negara lain, padahal, apabila kita terlalu bergantung dengan produk negara lain yang mana kita tidak punya kendali terhadapnya, kita seolah-olah candu dan terjajah oleh negara lain yang mampu memproduksi barang dengan mandiri.

Memang, dalam memproduksi suatu hal, sangat diperlukan kreatifitas untuk melahirkan inovasi-inovasi baru. Selain kreatifitas, dibutuhkan manajemen yang baik untuk bersaing dengan kompetitor lain. Saat ini kita terlalu dimanjakan dengan teknologi yang ada, gadget yang setiap hari kita gunakan hampir semuanya hasil produksi luar negeri seperti China, Korea, Jerman, dan lain-lain. Selain ponsel pintar, kita juga mengimpor banyak sekali produk luar negeri, seperti laptop, televisi, sepeda, mobil dan peralatan rumah tangga mulai dari penanak nasi, kulkas, hingga hal kecil lainnya.

Kita adalah negara yang besar, bangsa yang besar, memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan sumber daya manusia yang banyak. Potensi kita menjadi negara maju sangat besar, tergantung SDM kita, jika SDM kita terusbermanja-manja dan berpangku tangan, terlebih generasi mudanya, lantas siapa yang akan memajukan negara tercinta kita ini. Ketika generasi mudanya sibuk berbelanja hal yang sebenarnya tidak diperlukan, sibuk bermain game online tanpa tahu waktu, sibuk men-scroll ponsel, berselancar di medsos tanpa tujuan, menghujat menjadi netizen maha benar, generasi mudanya sibuk memikirkan status pasangan, sibuk baper sendiri.

Bagaimana budaya konsumsi di Indonesia ? orang Indonesia sering sekali membeli atau mengkonsumsi hal-hal yang tidak perlu, hanya sebatas ingin. Contohnya membeli baju, tas, sepatu mengikuti tren yang ada, membeli barang untuk menjaga gengsi, agar tidak dibilang ketinggalan zaman, pergi ke tempat-tempat bergengsi yang tidak ada manfaatnya. Padahal tiap barang yang telah kita pakai, pasti turun kualitas dan harganya. Dan seringkali hanya menjadi sampah, padahal masalah sampah di seluruh Dunia saat ini sangat urgent, Sampah yang ada saat ini sudah sangat banyak, dan terus bertambah dari hari kehari, terlembih jumlah sampah plastik yang bertambah, namun sangat susah dikurangi, karena sifat plastik yang tidak mudah hancur, plastik membutuhkan waktu setidaknya 700 tahun bahkan satu abad untuk dapat terurai.

Selain permasalahan sampah dari kegiatan konsumsi, bukan rahasia lagi jika kesadaran orang Indonesia dalam membuang sampah dan menjaga kebersihan masih sangat minim, dapat kita lihat, banyak sampah berserakan dijalan-jalan, di aliran sungai, disudut-sudut gedung, ruiang, di dalam suatu angkutan umum dan masih banyak lagi. Sering kita lihat, banyak orang yangsetelah mengkonsumsi sesuatu, membuang sampahnya begitu saja, sebenarnya apa susahnya membuangnya di tempat sampah, membawa sampah sementara waktu bila tidak menemukan tempat sampah.

Ketika sampah dibuang ke sungai, bukankah yang akan mendapat dampak buruknya adalah manusia sendiri, sungai menjadi dangkal, alirannya mampet, ketika hujan air meluap dan membanjiri lingkungan. Sampah itu, selain dibuang padatempatnya, seharusnya dibedakan sesuai jenisnya, guna untuk mempermudah dalam mengolahnya. Sampah basah yang terkummpul, dapat dijadikan kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Sampah elektronik yang berupa logam dapat diolah kembali menjadi alat elektronik yang baru, begitu pula sampah plastic, dan sampah lainnya.

Semoga kesadaran orang Indonesia dalam hal kpnsumerisme semakin meningkat dan memacu menjadi produsen. Juga kesdaran dalam kebersihan lingkungan dan pengolahan sampah.

Oleh : Arikah Mayari (2B)

Tags: