Si Aini di Kota Pahlawan Part Satu

Jelang 3 tahun Aini mengais rezeki dikota pahlawan, dan kali ini ia akan menjalani ramadhan ke tiga di tanah rantau sebagimana ditahun-tahun sebelumnya diakhir ramadhan menantikan moment mudik bersama keluarga. Moment yang ia rindukan akankah terwujud pada ramadhan kali ini ??

Pulang kerja Aini menjemput sibungsu dengan sepeda ontelnya sesampai di kosan ia menghilangkan istirahat sejenak mengurangi kepenatan setelah bekerja seharian berkutat dengan laptop, absen dan buku-bukunya. Baru 10 menit merebahkan tubuhnya berharap bisa terlelap sibungsu yang baru berusia 2 tahun datang mengoceh sambil menarik rambut dan membuka mata ibunya “ayo alan tampus” (ayo jalan ke kampus).

Aini tetap berpura-pura memejamkan matanya tapi sibungsu tetap merayu sambil membawa dot “mama cucu do’ (mama susu dot) akhirnya sang ibu membuka mata dan bangun menuju dapur meracik susu. 10 menit berlalu dotpun diletakkan di atas kasur sambil manyung “abishhh” (habis) ayo alan tampus.

Rayuan tak mampu ditolak ia bergegas berganti pakaian dan mengayuh sepeda ontelnya, sebelum sampai di depan kampus ia tak lupa membeli jajan. Walhasil begitu sampai di depan kampus si sulung tidak mau turun ia terus merengek diantar keliling kampus, setelah puas berkeliling barulah ia mau turun dari sepeda onterl tersebut.

Semenjak pindah kontrakan di dekat tempat kerjanya trotoar depan kampus dan jembatan layang jadi salah satu tempat favoritnya selain dapat dijangkau dengan berjalan kaki jembatan layang juga jadi tempat menikmati senja dan lalu lalang berbagai macam kendaraan dan kereta api.

Nantikan kisah atau cerita berikutnya hanya di blog ini, semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi buat yang lagi kurang bersemangat hehehe……

Tags: