Jika ingin maju; Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris

  • Whatsapp
Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang artinya bahasa tersebut digunakan secara global oleh negara-negara di dunia. Berdasarkan data survei yang dilakukan oleh lembaga survei global yaitu EF EPI (English Proficiency Index) pada tahun 2018, diketahui bahwa Indonesia mendapatkan peringkat ke 51 dari 88 negara untuk kemampuan berbahasa Inggris. dengan skor 51,58. Posisi pertama diduduki oleh Negara Swedia (Eropa), sedangkan untuk negara Singapura mendapatkan peringkat tertinggi di Asia Tenggara dengan perolehan skor 68,63 yang menduduki peringkat 3 dari 88 negara. Filipina berada pada peringkat 14 dan Malaysia mendapatkan peringkat ke 22. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa Indonesia mendapat peringkat dengan tingkat kecakapan berbahasa inggris jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Semua lembaga maupun institusi pendidikan di Indonesia telah memasukkan pembelajaran bahasa Inggris sebagai mata pelajaran mereka. Ujian Nasional di Indonesia bahkan salah satunya memasukkan mata pelajaran bahasa Inggris untuk diujikan. Hal ini dapat diartikan bahwa Indonesia sudah sadar akan pentingnya kemampuan dalam berbahasa Inggris. Lalu mengapa Indonesia masih mendapatkan peringkat rendah untuk kemampuan berbahasa Inggris? Tentu saja, jawabannya ada pada penyelenggaranya. Di Indonesia, pemerintah telah mengupayakan untuk memberikan fasilitas untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris di setiap lembaga pendidikan. Bahkan, untuk syarat kelulusan program sarjana menggunakan tes TOEFL atau TOEIC yang merupakan salah satu tes dalam menentukan kemampuan bahasa Inggris. Orang Indonesia terlalu menyepelekan dan menganggap bahwa bahasa Inggris merupakan momok bagi sebagian dari mereka. Hal tersebut dikarenakan orang Indonesia kurang terbiasa berbicara menggunakan bahasa Inggris. Dari yang saya ketahui, beberapa siswa maupun mahasiswa selalu mengeluh dalam pelajaran bahasa Inggris. Bahkan ada yang mengeluh, “untuk apa belajar bahasa inggris, kita kan bukan orang Inggris” inilah pikiran tertutup yang dimiliki orang Indonesia yang dapat menghambat mereka untuk maju. Contoh lain, jika guru maupun dosen memerintahkan muridnya untuk maju berbicara bahasa Inggris, pasti sebagian dari mereka mengeluh dan pesimis bahwa mereka tidak bisa berbicara bahasa Inggris.
Baca Juga :  Hari Pendidikan Nasional; Pendidik Milenial Menuju Generasi Z

Pos terkait