Cara Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Akreditasi Di Era Revolusi 4.0

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pelaksanaan akreditasi merupakan kegiatan penilaian  program kelayakan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (BAN PAUD) dan Pendidikan Nonformal  (PNF) adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi dan sertifikasi.

Pemanfaatan hasil akreditasi oleh lembaga, sekolah, kepala sekolah, guru, masyarakat, wali murid, dinas pendidikan hingga pemerintah secara umum merupakan bentuk evaluasi, pengakuan serta pemetaan dan pembinaan sesuai dengan wewenang para pemangku kepentingan pada setiap jenjang pendidikan, jabatan pengguna lembaga.

Berdasarkan data yang diakses dari dari Dapo PAUD pada tanggal 3 maret 2019 jumlah TK dan KB se Sulawesi Selatan sebanyak 6.112.  Berdasarkan data akreditasi yang diakses pada tanggal 3 maret 2019 melalui data akreditasi TK dan KB sejumlah 1618 dengan rincian 99 teraktediasi A, 1.077 terakreditasi B, 409 terakreditasi C, 15 terakreditasi dan 18 tidak terakreditasi. Berdasarkan data di atas dapat kita lihat antara data TK dan KB dengan data TK dan KB yang telah terkreditasi memiliki selisih jumlah yang sangat jauh.

Pelaksanaan akreditasi sebagai bentuk pengakuan dan evaluasi terhadap suatu lembaga pendidikan memiliki beberapa kendala yang krusial diataranya : (1) Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis Teknologi Informasi (TI) terkait manajemen pengelolaan lembaga pendidikan khususnya PAUD masih minim (2) Kesesuaian antara kulifikasi dan dan kompetensi pendidik; (3). Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan; (4) persiapan akreditasi yang tiba masa tiba akal.

Berdasarkan kendala di atas maka untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pelaksanaan akreditasi di era revolusi industri 4.0 maka dibutuhkhan artifisial intelegece berupa manajemen PAUD berbasis teknologi ; pembentukan artifisial integence dapat dilakukan sesuai analisis kebutuhan  serta problem yang dihadapi baik satuan pendidikan, masayarakat maupun pemerintah sebagai tripusat pendidikan. Pembentukan artifisial intelengece dalam menghadapi industri 4.0 guna meningkatkan mutu pendidikan dan kuaitas pelaksanaan akreditasi diantaranya :

  1. Memberikan peluang atau bahkan menyekolahkan para pengelola PAUD yang kualiikasi dan kompetensinya tidak linier.
  2. Memangkas ketidak linieran kuliafikasi pendidik dengan memperket proses seleksi penerimaan tenaga pendidik di PAUD.
  3. Menigkatkan kompetensi pendidik dan penglola PAUD melalui kegiatan workshop, seminar ataupan pertukaran pendidik (magang) baik lintas sekolah, kabupaten, propinsi maupun antar negara
  4. Manajemen pengelolaan, pelaksanaan dan pengadministrasian PAUD berbasis teknologi dan akreditasi. Berbasis teknologi artinya PAUD dalam 1 lembaga/sekolah minimal memiliki 1 tenaga ahli dalam bidang TI. Bebrbasis akreditasi artinya segala kegiatan dan singkronisasi data dan pelaksanaan sesuai dengan standar/instrumen sehingga pada saat akreditasi semua data pendukung sudah tersedia baik dalam bentuk online maupun ofline.

Tags: