Apa Sih Penyebab Cegukan?

  • Whatsapp
Undangan Digital
Kalian pernah merasakan cegukan kan? Apakah pernah berpikir penyebab cegukan itu berasal mana? Apa yang kalian rasakan saat cegukan? Tentunya kalian tak nyaman kan dengan cegukan. Bunyi cegukan pada setiap orang mengalami perbedaan. Ada yang berbunyi “hik . . . hik. . .” dan ada juga yang berbunyi “haik . . . haik . . .”. Lalu apakah kalian pernah berpikir bahwa cegukan pada bayi dapat memperlancar pertumbuhan bayi? Apakah hal demikian termasuk mitos atau fakta? Lantas apa yang menyebabkan hal itu semua? Yuk simak penjelasan di bawah ini. Dalam dunia medis atau kedokteran cegukan lebih dikenal dengan istilah singultus. Sebelum melanjutkan pada pembahasan selanjutnya, kalian harus mengenal pengertian cegukan terlebih dahulu. Cegukan atau singultus merupakan kontraksi yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak sengaja pada diafragma. Proses kontraksi tersebut berlangsung secara berulang-ulang pada setiap menitnya. Umumnya singultus terjadi dalam waktu yang singkat serta akan hilang dengan sendirinya. Singultus terjadi disebabkan antara perut dan diafragma mengalami kontraksi yang tidak disengaja. Diafragma merupakan salah satu organ penting dalam proses pernapasan berlangsung. Saat melakukan pernapasan otot diafragma akan berkontraksi menghirup oksigen, sedangkan saat mengeluarkan napas berupa karbon dioksida maka otot diafragma akan berelaksasi. Akibat otot diafragma yang berkontraksi secara tidak sengaja, menyebabkan oksigen terlalu cepat masuk kedalam organ paru-paru, sehingga katup saluran pernapasan secara otomatis akan menutup dan menimbulkan bunyi hik-hik. Proses tersebut dikenal orang dengan istilah cegukan atau singultus. Adapun beberapa hal yang dapat memicu otot diafragma mengalami kontraksi secara tidak sengaja seperti mengonsumsi makanan yang pedas, meminum minuman yang mengandung karbonasi, merokok, mengunyah permen karet, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang terburu-buru. Diantara berbagai pemicu tersebut, menyebabkan singultus yang bersifat tidak permanen. Konon masyarakat suku Jawa menganggap bahwa singultus disebabkan karena kurangnya mengonsumsi air mineral. Sehingga cara simple mengatasinya dengan meminum air mineral.
Baca Juga :  Criteria For Becoming A Professional Teacher

Pos terkait