Cinta Pertama dan Terakhir

Sejak kecil aku mempunyai impian yang besar yaitu aku harus bisa masuk di Akademi Militer. Aku sangat mendambakan bisa menjadi seorang TNI. Namun setelah aku menginjak dewasa aku sadar,impian itu tak mungkin kucapai karena aku tak memenuhi syarat dan kedua orang tuaku sangat menginginkanku untuk menjadi seorang guru di yayasan keluarga. Saat aku SMA impianku berubah dari yang menginginkan masuk di Akademi Militer menjadi menginginkan pasangan hidupku kelak adalah seorang TNI.

Sekarang aku sudah kuliah di salahsatu Universitas Negeri di Surabaya. Seperti yang dikehendaki kedua orang tuaku aku mengambil jurusan yang berbau pendidikan. Awalnya itu sangat berat bagiku namun aku harus bisa mewujudkan impian kedua orang tuaku dan membuatnya bangga.

Di perkuliahan aku mempunyai sahabat yang bernama Tari Purnama. Dia anak yang baik hati, penyayang dan yang terpenting adalah walaupun aku dan dia bertolak belakang dari segi perilaku dan penampilan namun dia tetap mau berteman denganku. Karena itu aku menganggap Tari adalah keluargaku sendiri dan aku sangat beruntung mempunyai sahabat seperti dia.

Suatu hari aku pergi kesalah satu Mall di Surabaya bersama sahabatku Tari Purnama.
“Tari kamu dimana? Aku sudah menunggu lama” Tanyaku kepada sahabatku Tari
“ Bentar Chan , aku lagi di jalan” Jawab Tari
“Oke Tari, hati- hati di jalan! ” jawabku
Beberapa menit kemudian Tari datang, kamipun langsung berangkat menuju Mall yang akan kami kunjungi. Setelah lima belas menit perjalanan akhirnya kami sampai di Mall Surabaya

“Chan kira- kira disini ada cowok ganteng gak ya?” tanya Tari kepadaku
“ishh Tari kita itu kesini mau refresing bukan mau mencari cowok” jawabku
“ gak papalah sekalian cari cowok buat kamu ” jawabnya sambil tersenyum
“ ishh Tari kalau aku tau dari awal kamu ngajak kesini buat cari cowok, aku bakal nolak. Ingat Tari jodoh itu sudah ada yang ngatur kita hanya bisa berharap semoga jodoh yang Allah kasih sesuai dengan apa yang kita harapkan”jawabku. Didalam hati aku juga menginginkan Allah segera mempertemukanku dengan dia, pemilik tulang rusukku. Terkadang aku juga merasa iri dengan tari dan teman yang lainnya karena selalu ada yang memperhatikan, dan kemana-mana ada yang mengantar.

“Iya Michan. Tapi sebenarnya aku kasian aja kamu selalu sediri. Kalau aku lagi jalan sama cowokku kemana-mana kamu sendiri.”Jawab Tari dengan raut muka yang sedih
“ Tari aku gak usah dikasihanin aku memilih sendiri karena aku memegang prinsip yang ku buat sejak kecil “ jawabku
“ apa itu Michan” Tanya Tari samabil mengespresikan wajah penasarannya
“ Tari sahabatku, dari kecil aku sudah berprinsip untuk bisa menjaga diriku dari hubungan yang dilarang agama yaitu pacaran. Aku tidak mau mendapatkan lelaki yang sudah menjadi bekas orang lain, maka dari itu aku juga gak boleh menjadi bekas orang lain karena apa? Jodoh adalah cerminan diri kita sendiri. InsyaAllah Allah akan mempertemukanku dengan jodohku disaat yang tidak terduga” penjelasanku terhadap Tari

“Subhanallah Michan, Jadi selama ini orang telah salah menilaimu termasuk aku sahabatmu. Maafkan aku Michan, aku bukan sahabat yang baik buat kamu” jawab Tari dengan penuh penyesalan

“Tidak Tari, kamu adalah sahabat yang baik. Aku sudah menganggap kamu sebagai keluarku sendiri. Jadi jangan berfikiran kalau kamu jahat.” Jawabku
“Iya Michan kamu adalah sahabat terbaikku” jawab Tari sambil memelukku
Saat di Mall aku sangat menikmati walaupun aku bukan tipe anak yang suka belanja, tetapi aku sangat senang bisa jalan bersama sahabtku tercinta. Saat aku berjalan sambil bergurau dengan Tari aku tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria. Aku tak sengaja melihat wajahnya, saat aku sadar aku telah melakukan hal yang dilarang agama akupun langsung menundukkan pandanganku.
“hey mas kalo jalan lihat-lihat dong kasian sahabatku!” Ujar Tari kepada pria yang menabrakku dengan muka kesal

“Maaf mbak saya gak sengaja, saya tadi buru-buru ” jawab laki-laki tersebut
“Lainkali kalau jalan pakek mata jangan pakek dengkul“ ujar tari lagi dengan penuh emosi
Kring kring kring bunyi handphone milik laki-laki tersebut.
“Iya mbak,saya minta maaf. Saya lagi ada tugas mendadak dari panglima TNI, jadi saya gak fokus pada jalan. Sekali lagi saya minta maaf.”
Tari langsung berubah ekspresi dari yang sangat marah ke laki-laki tersebut menjadi sangat kagum.

“ iya mas saya maafin. Lagi pula saya juga yang salah dan maafkan teman saya ya mas!” ujarku
“Maaf mas handphonenya bunyi terus mungkin itu dari panglima Anda” tambahku lagi
“Ohh.. iya mbak makasih, saya pergi dulu” jawab laki-laki tersebut dengan sedikit gugup
Setelah laki-laki tersebut pergi aku menyadari kalau Tari masih tetap menatap lelaki tersebut dengan penuh kekaguman.

“Tari kamu kenapa?” tanyaku sambil menepuk bahu Tari
“ Wow.. Michan ternyata dia tampan dan mapan, aku menyesal telah membentak dan memakinya tadi dan kayaknya dia cocok kalau jadi suamimu. Menurutku dia sangat sesuai dengan kriteria cowok yang kau inginkan ”jawab Tari dengan raut muka sulit untuk diartikan
“ Ishh Tari kamu itu, ingat kamu sudah punya Rio! Dan jangan ngada-ngada deh“ jawabku sambil mengeleng-gelengkan kepala
“ yuk kita pulang! Kamu sudah puaskan belanjanya?” tambahku lagi
“oke Michan, aku sudah sangat puas ” jawab Tari sambil menunjukkan semua belanjaanya
Aku dan Tari langsung menuju parkiran untuk mengambil motor dan pulang ke rumah.


Perkenalkan aku adalah Tari Purnama sahabat dari Michan Wijaya. Aku akan sedikit menceritakan tentang Michan. Michan adalah sahabat yang baik, dia selalu memperhatikan dan menolong orang lain termasuk orang yang menyakitinya. Banyak laki-laki yang mendekati Michan bahkan banyak juga yang menembaknya namun tak sedikit laki-laki yang ditolak oleh Michan. Michan anak yang sangat menjaga pandangannya terhadap laki-laki tetapi dia tidak membatasi diri untuk tidak bergaul dengan laki-laki . Banyak cewek yang membencinya karena mereka menganggap Michan anak yang sombong,sok suci dan juga penampilannya yang berbeda . Tapi menurutku itu sangatlah tidak benar, jika mereka mengenal Michan lebih jauh pasti mereka tidak akan beranggapan negatif tentang Michan. Contohnya aku ini. Dulu sebelum aku menjadi sahabat Michan, aku juga menilai hal yang sama seperti cewek-cewek lainnya namun setelah aku dekat dan menjadi sahabatnya, pikiran negatif tentang Michan ku hilanagkan. Dan jangan menilai orang lain dari segi penampilannya saja.


Ardi Kusuma, dia seorang TNI angkatan darat. Orangnya baik hati, penyayang, sholeh, dan sangat menjaga pandangan dari wanita. Ardi berasal dari keluarga terpandang dan mempunyai banyak perusahaan besar. Walaupun begitu, Ardi tidak pernah menunjukkan kepada semua orang bahkan rekan kerjanya sendiri. Hanya beberapa temannya yang mengetahui bahwa Ardi berasal dari keluarga yang terpandang yaitu teman dekatnya atau sahabatnya.


Michan Wijaya.
Di saat aku mau tidur, tiba-tiba aku kepikiran dengan laki-laki yang menabrakku tadi.
“Ya Allah, aku kenapa Kok kepikiran terus sama laki-laki tadi? Hatiku juga berdebar terus” ucapku dalam hati
“Munkinkah dia jodoh yang Allah berikan kepadaku? Mungkinkah dia pemilik tulang rusukku? “ Tambahku lagi
Aku tetap memikirkan hal-hal yang tidak pasti hingga aku sadar.
“Asragfirullah … Michan kamu tidak boleh memikirkan hal-hal yang sia-sia.”Batinku
Aku berdoa “Ya Allah jika dia memang benar jodohku pertemukanlah aku dengan dia! Mudahkanlah aku untuk bersamanya dan semoga dia juga merasakan benih-benih cinta seperti apa yang kurasakan sekarang ini Amiin”Doaku dalam hati. Kulanjutkan dengan doa mau tidur dan langsung tidur.


Ardi Kusuma
Jam menunjukkan pukul 00.30 WIB. Ardi baru sampai di rumah mewahnya. Ardi sudah memiliki rumah sendiri walaupun dia belum menikah. Dia membeli rumah mewah semenjak dia sudah masuk menjadi TNI Selama satu tahun. Ardi membeli rumah bukan dengan uang gajinya sebagai tentara melainkan uang dari bisnisnya.
“Kenapa aku kepikiran cewek yang ku tabrak di Mall tadi? Dan kenapa jantungku berdebar- debar terus ? apakah ini pertanda kalau cewek itu adalah jodohku ?” Ujar Ardi sambil menatap langit-langit kamar di rumahnya.

“ Ya Allah ada apa dengan diriku ini? Ya Allah berikan petunjukmu atas kegundahan hatiku ini?”
“ lebih baik aku segera shalat isya. Mungkin setelah shalat aku bisa lebih tenang.” Tambahnya
Suatu hari Ardi mengunjungi rumah orang tuanya yang tinggal serumah dengan neneknya. Sesampainya di sana Ardi langsung dibanjiri dengan pertanyaan kapan dia menikah dan segera punya anak.
“Assalamualaikum mama, papa,” Sapa Ardi kepada semua orang yang ada di rumah
“Walaikumsalam” Jawab mama Lita
“Ardi kamu lagi libur? “ Tanya mama Lita
“ iya ma Ardi lagi libur.”jawab Ardi
“ Ardi kapan kamu menikah? Ingat mama sama papa sudah tua apalagi oma sangat meninginkan cicit dari kamu” Tanya papa Kusuma
“Iya Ardi kapan kamu menikah? Kamu itu anak satu-satunya kalau bukan cucu dari kamu mama sama papa minta cucu dari siapa lagi Ardi?” Tambah mama Lita
“ Iya ma pa, tapi Ardi belum menemukan perempuan yang cocok buat Ardi. Ardi gak mau punya istri yang hanya menginginkan harta Ardi doang” Jawab Ardi dengan taut muka sedih

“Iya Ardi mama tau itu. Mama doakan kamu segera menemuka perempuan yang cocok untuk menjadi pendampingmu.”Ungkap Mama Lita
“ Ardi nanti siang anterin mama belanja di pasar ya? Bahan-bahan dapur sudah pada habis” Tambah mama Lita
“Iya ma Ardi siap mengantarkan mama ke pasar”Jawab Ardi
Jam mununjukkan pukul 09.00 WIB.
“ Ardi ayo kita ke pasar sekarang” Mama Lita sambil membawa dompet
“ Oke ma” Jawab Ardi
Sesampainya di pasar mama Lita langsung masuk ke pasar sedangkan Ardi menunggu di mobil.

30 menit mama Lita belanja keperluan dapur . Karena membawa belanjaan yang banyak sampai-sampai mama Lita tidak menyadari kalau dompetnya terjatuh.
“ Bu dompetnya terjatuh” Michan sambil tersenyum kepada mama Lita
“ Oh iya neng terima kasih” Mama Lita sambil mengambil dompetnya di tangan Michan
“iya bu sama-sama. Saya rasa ibu kerepotan membawa barang belanjaan bisa saya bantu bu?” Michan menawarkan bantuan kepada mama Lita
“Gak usah neng nanti ngepotin kamu “ mama Lita
“Gakpapa bu, saya malah senang bisa membantu ibu” Michan
“ Oh makasih neng, neng baik banget mau membantu orang yang baru dikenal. Ngomong- ngomong neng namanya siapa? “
“Saya Michan Wijaya bu, bisa dipanggil Michan. Kalau ibu sendiri namanya siapa?”
“Saya Lita Kusuma panggil saja tante Lita biar lebih akrab. kayaknya kamu cocok jadi mantu saya. Anak saya belum menikah katanya mencari perempuan yang baik dan sholehah dan tante rasa kamu sangat sesuai dengan kriteria nanak tante” Mama Lita sambil tersenyum
“ Tante Lita bisa aja,ini mau dibawa kemana belanjaannya?” Tanya Michan
“Ke Parkiran depan neng, anak tante sudah nunngu di mobil, nanti sekalian saya kenalin sama anak Tante.”
“ Iya tante”

Michan dan mama Lita menuju parkiran. Sesampainya di parkiran Michan dan Ardi sangat terkejut dan mereka saling gugup satu sama lain. Mama Lita menyadari kegugupan keduanya, dan akhirnya bertanya kepada keduanya.
“kalaian sudah saling kenal ya? Kok kalian gugup gitu” Tanya mama Lita kepada keduanya dengan wajah kebingungan
“Sebenarnya kami pernah bertemu di Mall Surabaya, saat itu Ardi gak sengaja nabrak dia.” Jawab Ardi
“Iya tante yang dikatakan masnya benar tapi kami belum saling kenal” Tambah Michan

“Oh kalau begitu kalian kenalan, Michan ini anak tante namanya Ardi Kusuma dan Ardi perkenalkan dia Michan Wijaya” Mama Lita
Ardi dan Michan saling menyapa namun mereka tidak saling menatap satu sama lain
“Ardi mama ingin menantu yang kayak Michan. Baik hati, dan cantik orangnya, penampilannya juga sopan pokoknya mama suka”
“ Mama apaan sih malu-maluin saja. Michan maafkan kelakuan mama saya ya” Ardi dengan raut muka menahan malu
“Iya gakpapa kok mas. Oh kalau begitu saya permisi dulu. Assalamualaikum” Pamit Michan

“ Walaikumsalam” Jawab Ardi dan Mama Lita
“Ayo kita pulang”Ajak mama Lita
Sebelum Michan pergi, mama Lita sempat menanyakan alamat rumah tinggal dan minta nomer whatshap. Sepanjang perjalanan pulang, mama Lita menceritakan tentang Michan kepada Ardi yang membuat Ardi senyum-senyum sendiri. Mama Lita menyadari itu dan langsung menanyakan kepada Ardi apakah dia suka sama Michan dan Ardi menceritkan kepada mamanya kalau dia sudah suka sejak pertama bertemu namun dia malu untuk mengungkapkannya. Mama Lita sangat senang mendengar kabar tersebut dan berniat akan menceritakan hal ini kepada suaminya.
Setelah sampia di rumah mama Lita langsung mencari suaminya untuk menceritakan tentang Ardi dan Michan.

“Pa sebentar lagi kita bakal punya menantu. Sebenarnya Ardi sudah mengincar perempuan yang dia sukai” Kata mama Lita dengan raut muka penih kebahagia
“Yang benar ma? Kok Ardi gak pernah cerita sama papa?” tanya papa Kusuma
“Iya pa mama gak bohong, tadi waktu mama belanja di pasar, dompet mama jatuh terus ada perempuan yang baik hati mengambil dompet dan mengembalikan kepada mama. Dan dia juga membantu membawa barang belanjaan mama sampai di parkiran mobil.” Kata mama Lita
“Terus mama tahu darimana kalau Ardi suka sama perempuan itu?” tanya papa Kusuma
“ Tadi waktu Michan bantu mama bawa barang belanjaan sampai di parkiran mobil mereka saling canggung gitu pa, kemudian saat diperjalanan pulang Ardi cerita sama mama kalau dia sudah suka dan menginginkan Michan untuk menjadi istrinya tapi Ardi belum mempunyai keberanian untuk ngomong sama papa” Ujar mama Lita
“ Kalau gitu langsung ke rumahnya aja ma, langsung dilamar aja suruh Ardi cuti dulu ” ujar papa Kusuma
“ Iya pa nanti mama bilang sama Michan kalau keluarga kita mau bertamu kesana dan mama juga bilang sama Ardi untuk minta surat cuti.” Ujar mama Lita
Setelah percakapan tersebut, mama Lita langsung memberi tahu Ardi dan Michan. Awalnya Ardi sangat terkejut namun dia juga senang mendengar kalau mama dan papanya mendukung pilihannya.


Michan Wijaya
Suatu hari aku di pergi ke pasar untuk belanja sayur-sayuran, saat di pasar aku melihat ada seorang ibu yang dompetnya terjatuh dan ibu tersebut tidak menyadarinya. Aku yang melihatnya langsung mengambil dan mengembalikan dompet tersebut. Saat mengembalikan dompet miliknya, aku melihat ibu tersebut kerepotan membawa barang belanjaan tanpa berfikir panjang aku langsung menawarkan bantuan kepadanya. Aku antar barang belanjaan ibu tersebut sampai di parkiran mobil dan tak lupa aku berkenalan dengan ibu tersebut serta ibu tersebut meminta nomer whatshapku. Sesampainya di mobil aku terkejut ternyata orang yang ku tolong adalah mamanya lelaki yang telah menabrakku waktu itu. Dia juga sangat terkejut melihatku. Aku merasa sangat gugup dan hatiku sangat berdebar-debar mungkin lelaki tersebut merasakan hal yang sama karena terlihat sekali dari raut mukanya. Setelah kami saling berkanalan aku memutuskan pamit kepada tante Lita untuk meneruskan belanja sayur.
Saat malam hari aku sedikit terkejut ternyata tante Lita mengirimkan pesan bahwa keluarganya besok sore mau berkunjung ke rumahku.Aku sedikit bingung kenapa tante Lita mau berkunjung ke rumahku tapi aku berfikir positif aja munkin tante Lita ingin bersilaturahmi. Setelah aku mendapat pesan tersebut aku langsung memberitahu kedua orang tuaku.
Keesokan harinya aku menceritakan pengalamanku di pasar kepada sahabatku Tari. Dia sangat senang dan menurutnya kalau tante Lita dan keluarganya mungkin mau melamarku. Aku senang kalau itu benar terjadi dan semoga keluargaku juga bisa menerima lamaran tersebut.


Pada saat sore hari keluargaku terkejut karena ada mobil mewah yang berkunjung kerumah.
“Michan, Itu siapa? Apa itu tante yang mengirimkan pesan kepadamu?”Tanya ibuku
“ Saya juga tidak tau bu, karena kemaren tante Lita tidak menggunakan mobil semewah itu” Jawabku
Setelah semua keluar dari mobil mewah tersebut aku sangat terkejut ternyata benar itu adalah keluarga tante Lita. Setelah aku amati lagi kenapa mas Ardi juga ikut? Apa benar yang dikatakan Tari? Tapi aku merasa tak pantas menjadi istri dari mas Ardi.
“ Assalamualaikum” Keluarga mas Ardi
“ Waalaikumsalam, silahkan masuk!” Ucap ayah dan ibuku kepada keluarga mas Ardi
Aku membawakan beberapa minuman untuk keluarga mas Ardi dan juga bersalaman kepada tante Lita. Setelah itu aku duduk disamping ibuku dan ikut berbincang-bincang dengan mereka.
“ Maksud kedatangan kami disini adalah ingin melamar anak Anda” Kata papa Kusuma
Aku, ibu dan bapak sangat terkejut karena baru saja kemaren aku bertemu dengan mereka.
“ Emm maaf apakah anak anda serius ingin menikahi anak kami? Dan anda tahu sendiri kami bukan orang kaya seperti keluarga Anda.” Jawab ayahku
“ Saya sangat ingin menikahi putri Anda” Jawab mas Ardi dengan sedikit gugup
“Kami tidak memandang kaya atau miskin untuk dijadikan menantu, asalkan dia solekhah dan anak saya merasa cocok saya sangat mendukung itu.” Tambah papa Ardi
“ kalau boleh tau nak Ardi bekerja apa?”kali ini ibuku yang bertanya
“ Saya bekerja sebagai TNI dan memegang beberapa perusahaan tante. Tapi tenang saja tante, kalau nanti putri Anda menjadi istri saya, saya akan membuatnya bahagia” Jawab mas Ardi
“Emm semua keputusan ada ditangan putri kami. Bagaimana nduk?” tanya ibu kepadaku
“ Emm asalkan ayah dan ibu setuju dan memberi restu kepadaku aku akan menerima lamaran mas Ardi” jawabku. Aku sedikit melirik kearah mas Ardi dan ternaya mas Ardi juga sedang melirikku dengan senyuman yang sangan tampan.
Suasana di ruang tamu di penuhi dengan kebahagiaan dan para orang tua mengucapkan puji syukur kepada Allah.Setelah itu para orang tua langsung menentukan tanggal untuk pernikahanku dan mas Ardi.Karena mas Ardi ada tugas dinas diluar kota untuk bulan depan maka pernikahan kami dilaksanakan dua minggu lagi. Keluarga mas Ardi sungguh baik hati, keluargaku tidak perlu susah-susah menyiapkan acara pernikahan. Semua telah diatur oleh keluarga mas Ardi dari sewa gedung, baju pengantin dan lain-lain.
Dua minngu kemudian.
Hari ini adalah hari dimana aku dan mas Ardi akan menjadi pasangan suami istri. Sungguh aku tidak menyangka Allah telah mengabulkan permintaanku. Aku sangat bersyukur perjuanganku dan penantianku selama ini berbuah manis. Sekarang aku tidak akan sendirian lagi karena ada mas Ardi yang akan menjadi teman hidupku.


Jam 09.00 WIB acar ijab kabul dilaksanakan. Acara ijab kabul dilaksanakan dengan penuh kekusukan.Setelah semua mengucapkan sah dan berdoa aku meneteskan air mata kebahagiaan.Sungguh nikmat mana yang bisa kudustakan selama ini? Aku merasa sangat bahagia. Setelah doa selesai aku mencium tangan mas Ardi untuk pertama kalinya dan mas Ardi mencium keningku. Acara ijab kabul selesai pada pukul 12.00 WIB.
Setelah acara ijab kabul aku dan mas Ardi langsung bersiap-siap untuk melaksanakan acara resepsi yang akan dilaksanakan pukul 18.30 WIB. Acara resepsi dilakukan di gedung mewah milik keluarga mas Ardi. Resepsi dilakukan dengan cara kemiliteran karena mas Ardi adalah salah satu anggota militer.


Setelah acara selesai kami langsung pulang kerumah mas Ardi dan tak lupa kedua orang tuaku dan mertuaku ikut serta menginap di rumah mas Ardi. Saat dikamar kami tidak langsung tidur melainkan kami melakukan salat sunah dua rakaat. Saat kita mau tidur mas Ardi bercerita kalau sebenarnya dia sudah menyukaiku sejak pertama bertemu.
“Emm sekarang kita sudah menikah dan sudah sah menjadi suami istri. Enaknya mas manngil kamu apa? Sayang, adik atau apa?” Mas Ardi membuka percakapan
“ Terserah mas Ardi aja” jawabku
“ Kalau terserah saya, berarti boleh dong mas panggil sayang?”
“Boleh mas”jawabku dengan sedikit gugup karena ini pertama kali ada seorang lelaki yang memanggilku dengan sebutan sayang.


“Sayang, sebenarnya mas sudah suka sejak pertama kali kita bertemu di mall. Apakah sayang juga merasakan hal yang sama?” tanya mas Ardi
“ Sebenarnya saya juga merasakan hal yang sama seperti mas rasakan namun saya tidak mau terburu- buru mengartikan karena memikirkan lelaki yang belum menjadi mahromnya itu sama dengan maksiat. Maka dari itu saya lebih memilih pasrah kepada Allah” Jawabku
“Subhanallah saya tidak salah menjadikan kau sebagai istri dan ibu dari calon anak-anaku” kata mas Ardi sambil memelukku
“Mas, saya kan harus segera menyelesaiakan skripsi. Apakah mas tidak keberatan jika waktu saya melayani mas terbagi ?”
“ Sayang, dengaran mas. Mas menikahi kamu bukan untuk menghancurkan cita-cita atau masa depanmu dan bukan menjadikanmu sebagai pembantu tapi mas menikahi kamu untuk kujadikan pendamping di dunia dan akhirat. Kita susah senang saling membantu dan saling mendukung cita-cita satu sama lain.”
Mendengar ucapan mas Ardi aku meneteskan air mata ternyata skenario yang Allah buat sangatlah indah.” Sayang kenapa kamu menangis?” Tanya mas Ardi
“ Gakpapa mas Michan hanya merasa sangat bahagia telah dipertemukan dengan mas” jawabku
“ Jangan menangis sayang mas jadi ikut sedih” Mas Ardi sambil memelukku
Setelah saling mencurahkan hati satu sama lain kami melanjutkan dengan melakukan sunah Rosul.


Pernikahan kami masih berumur dua minggu, kebanyakan pengantin baru masih menghabiskan waktu berdua namun berbeda dengan diriku dan mas Ardi. Kami harus rela berpisah selama satu bulan karena mas Ardi harus dinas di luar kota. Kepergian mas Ardi untuk dinas ke luar kota kumanfaatkan untuk menyelesaikan skripsiku yang tinggal sedikit lagi. Dua minggu yang lalu mas Ardi meminta mamanya untuk mengirimkan salah satu pembantunya untuk membantuku mengurus rumah. Kata mas Ardi, dia kasian melihatku yang selalu terlihat kelelahan ditambah juga dengan harus menyelesaikan skripsi.
“ Sayang mas tinggal dulu ya. Kamu gakpapakan di rumah sama bibi?” Mas Ardi
“ Iya gakpapa mas, kalau sudah selesai cepat pulang ya! Aku bakal kangen sama mas.” Jawabku dengan mata berkaca-kaca
“Sayang jangan menangis dong! Maaf mas harus meninggalkan kamu. Nanti mas akan selalu hubungi kamu sayang” Mas Ardi sambil memelukku
“ Bi saya titip istri saya ya!” Tambah mas Ardi
“Iya tuan, saya akan menjaga nona dengan baik.” Jawab bibi
“Makasih ya bi” Mas Ardi “ Sayang mas berangkat dulu.” Mas Ardi sambil mencium keningku


Setelah mas Ardi berangkat dinas, hari- hariku dihabiskan dengan mengerjakan skripsi karena sidang skripsi tinggal sebentar lagi. Setiap malam mas Ardi selalu menelponku dan selalau menanyakan bagaimana kabarku. Disaat aku benar-benar merindukan mas Ardi aku selalu mengajak Tari untuk menemaniku ke rumah mertuaku atau jalan-jalan ke mall. Sudah tiga minngu mas Ardi meninggalkan aku dan hari ini waktunya aku melakukan sidang skripsi dan alhamdulillah sidangnya lancar. Waktu sidang skripsi mertua dan ibuku datang serta sahabatku datang untuk memberikan semangat kepadaku.Namun aku merasakan sedih karena mas Ardi tidak bisa langsung datang.
Tiga hari setelah sidang skripsi aku merasakan tidak enak badan padahal wisuda tinggal beberapa hari lagi. Setiap pagi aku merasa mual pusing dan nafsu makanku juga berkurang. Tidak ada yang tahu kalau aku setiap hari mengalami mual kecuali bibi namun aku melarang bibi untuk menceritakan kepada orang lain karena aku hanya menganggapnya masuk angin. Hari ini waktunya aku wisuda, mertua dan kedua orang tuaku menghadiri acara wisudaku tapi aku belum tahu mas Ardi bisa datang atau tidak karena seharusnya kemaren mas Ardi sudah pulang namun ternyata masih ada tugas yang harus diselesaikan.Saat selesai wisuda aku sangat terkejut karena mas Ardi datang di acara wisuda dengan membawa buket bunga yang sangat besar dan indah.


Setelah acara selesai aku dan mas Ardi pulang ke rumah, sesampainya di rumah aku merasakan pusing dan sedikit mual.
“ Sayang kamu kenapa? Wajahmu sangat pucat” Tanya mas Ardi
“Gakpapa mas, mungkin karena kelelahan nanti kalau sudah istirahat juga sembuh” Jawabku
“ Kalau begitu kamu bersihin makeup dan ganti baju lalu istirahat” Mas Ardi
Di saat aku tidur ternyata mas Ardi bertanya kepada bibi apa yang terjadi kepadaku disaat mas Ardi dinas. Dan bibi menceritakan semuanya kepada mas Ardi.
Aku terbangun disaat aku merasa sangat mual dan aku langsung pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan sesuatu yang ada di perutku tanpa kusadari ternyata mas Ardi mengikutiku ke kamar mandi.
“ Sayang kenapa kamu cerita sama mas kalau kamu udah satu minggu ini pusing dan mual-mual terus? Tadi mas tanya sama bibi” Tanya mas Ardi dengan muka yang panik
“ Maaf mas. Aku hanya gak ingin menambah beban mas Ardi aja” Jawabku
“ Kamu adalah tanggung jawab mas jadi lain kali jangan merahasiakan sesuatu dari mas. Oke sayang?” Mas Ardi
“ Iya mas, maaf “ jawabku dengan raut muka sedikit bersalah
“ Iya mas maafkan. Mas sudah menghubungi dokter lannganan keluarga nanti biar kamu diperiksa” Mas Ardi
Beberapa menit kemudian dokter datang dan memeriksaku. Dan dokter mengatakan kalau aku sedang hamil. Aku dan mas Ardi sangat bahagia mengetahui kabar kembira ini. Mas Ardi langsung menghubungi kedua orang tuanya dan juga orang tuaku, mereka juga sangat bahagia mendengar kabar ini.


Walaupun mas Ardi harus bekerja namun aku senang karena setiap pagi dan malam mas Ardi selalu ada disampingku dan juga sekarang mas Ardi tidak lagi dinas keluar kota. Disaat mas Ardi pergi bekerja ibuku atau ibu mertuaku selalu datang untuk menemaniku. Aku merasa sangat bahagia dan tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena mempunyai keluarga yang sangat sayang kepadaku. (Atik Anturichana)

Tags: