Cinta Pertama dan Terakhir

  • Whatsapp
Sejak kecil aku mempunyai impian yang besar yaitu aku harus bisa masuk di Akademi Militer. Aku sangat mendambakan bisa menjadi seorang TNI. Namun setelah aku menginjak dewasa aku sadar,impian itu tak mungkin kucapai karena aku tak memenuhi syarat dan kedua orang tuaku sangat menginginkanku untuk menjadi seorang guru di yayasan keluarga. Saat aku SMA impianku berubah dari yang menginginkan masuk di Akademi Militer menjadi menginginkan pasangan hidupku kelak adalah seorang TNI. Sekarang aku sudah kuliah di salahsatu Universitas Negeri di Surabaya. Seperti yang dikehendaki kedua orang tuaku aku mengambil jurusan yang berbau pendidikan. Awalnya itu sangat berat bagiku namun aku harus bisa mewujudkan impian kedua orang tuaku dan membuatnya bangga. Di perkuliahan aku mempunyai sahabat yang bernama Tari Purnama. Dia anak yang baik hati, penyayang dan yang terpenting adalah walaupun aku dan dia bertolak belakang dari segi perilaku dan penampilan namun dia tetap mau berteman denganku. Karena itu aku menganggap Tari adalah keluargaku sendiri dan aku sangat beruntung mempunyai sahabat seperti dia.

Suatu hari aku pergi kesalah satu Mall di Surabaya bersama sahabatku Tari Purnama. “Tari kamu dimana? Aku sudah menunggu lama” Tanyaku kepada sahabatku Tari “ Bentar Chan , aku lagi di jalan” Jawab Tari “Oke Tari, hati- hati di jalan! ” jawabku Beberapa menit kemudian Tari datang, kamipun langsung berangkat menuju Mall yang akan kami kunjungi. Setelah lima belas menit perjalanan akhirnya kami sampai di Mall Surabaya

“Chan kira- kira disini ada cowok ganteng gak ya?” tanya Tari kepadaku “ishh Tari kita itu kesini mau refresing bukan mau mencari cowok” jawabku

Baca Juga :  Puisi versi Sibocah kampung dari pelosok
“ gak papalah sekalian cari cowok buat kamu ” jawabnya sambil tersenyum “ ishh Tari kalau aku tau dari awal kamu ngajak kesini buat cari cowok, aku bakal nolak. Ingat Tari jodoh itu sudah ada yang ngatur kita hanya bisa berharap semoga jodoh yang Allah kasih sesuai dengan apa yang kita harapkan”jawabku. Didalam hati aku juga menginginkan Allah segera mempertemukanku dengan dia, pemilik tulang rusukku. Terkadang aku juga merasa iri dengan tari dan teman yang lainnya karena selalu ada yang memperhatikan, dan kemana-mana ada yang mengantar.

Bacaan Lainnya

“Iya Michan. Tapi sebenarnya aku kasian aja kamu selalu sediri. Kalau aku lagi jalan sama cowokku kemana-mana kamu sendiri.”Jawab Tari dengan raut muka yang sedih “ Tari aku gak usah dikasihanin aku memilih sendiri karena aku memegang prinsip yang ku buat sejak kecil “ jawabku “ apa itu Michan” Tanya Tari samabil mengespresikan wajah penasarannya “ Tari sahabatku, dari kecil aku sudah berprinsip untuk bisa menjaga diriku dari hubungan yang dilarang agama yaitu pacaran. Aku tidak mau mendapatkan lelaki yang sudah menjadi bekas orang lain, maka dari itu aku juga gak boleh menjadi bekas orang lain karena apa? Jodoh adalah cerminan diri kita sendiri. InsyaAllah Allah akan mempertemukanku dengan jodohku disaat yang tidak terduga” penjelasanku terhadap Tari “Subhanallah Michan, Jadi selama ini orang telah salah menilaimu termasuk aku sahabatmu. Maafkan aku Michan, aku bukan sahabat yang baik buat kamu” jawab Tari dengan penuh penyesalan

Pos terkait