7 Days With You

  • Whatsapp
Di belakang rumah sakit tempat ayahku bekerja ada sebuah bukit, di tengah bukit itu berdiri sebuah pohon sakura yang indah. Disanalah aku bertemu dengan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Dia adalah orang pertama yang membuat merasakan sebuah perasaan aneh ini. Perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. 10 Tahun yang lalu… Di sebuah ruangan serba warna putih ini aku duduk di pinggir ranjang sembari menatap kaki kananku yang dibalut kain putih. Tak jauh dari tempat itu seorang pria paruh baya memakai jas putih menatapku dengan tatapan marah. “Sean, sudah berapa kali ayah katakan padamu untuk tidak berkelahi dengan temanmu dan lihat sekarang dirimu” tutur pria paruh baya itu padaku. Aku membuang mukaku berdecih kesal dengan sikap ayah yang selalu saja tidak mendengarkanku. Padahal aku berkelahi hanya untuk membela diriku yang diperlakukan semena-mena oleh temanku.

Jika ayah sudah marah seperti ini ia tidak berhenti untuk melontarkan kata-kata dan itu membuatku muak. Kuambil tongkat krukku yang tak jauh dariku ku tatap wajah pria paruh baya itu dengan tatapan kesal kemudian berbalik membelakangi pria itu. “Ayah selalu saja menyalahkanku, aku benci sama ayah” ucapku kesal dan langsung pergi dari ruangan itu tanpa mempedulikan kata-kata ayahku. Aku terus berjalan menyusuri lorong koridor rumah sakit yang begitu panjang. Rasa kesal dan amarahku bercampur menjadi satu memenuhi pikiranku. Tanpa kusadari langkahku telah membawaku semakin jauh keluar dari area rumah sakit. Hingga tibalah di suatu tempat dimana sebuah pohon berbunga warna merah muda yang indah mekar dengan sangat indah. Orang-orang Jepang menyebutnya dengan nama pohon sakura. Aku berjalan mendekati pohon kebanggaan negeri matahari terbit itu dan duduk di bawahnya dengan bersandar di batangnya yang berukuran lumayan besar. Tempat ini begitu tenang dan sepi serta angin sepoi menyapu kulitku dengan lembut membuat diriku ingin tidur sejenak. Perlahan kututup kedua mataku dan menikmati suasana ini, hingga kudengar sebuah suara gumam nyanyian membuat kedua mataku kembali terbuka.

Baca Juga :  Cinta Pertama dan Terakhir

Pos terkait