Manfaat Dan Tujuan Pendidikan Bagi Manusia

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan orang dewasa (pendidik) dalam menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri peserta didik agar menjadi manusia yang paripurna sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (Kompri, 2015, p.15). Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guna untuk memberi pengetahuan kepada seseorang, pendidikan saat ini selalu mendapatkan perombakan perombakan guna memenuhi pendidikan yang bisa memenuhi kebutuhan seseorang nanti.

Pada dasarnya pendidikan tidak harus didapatkan disekolah atau tempat pendidikan formal saja, tetapi pendidikan juga bisa didapatkan di rumah, tempat bermain dan lain sebagainya.. Pendidikan selalu mengalami perubahan, perkembangan dan perbaikan sesuai dengan perkembangan disegala aspek bidang kehidupan, perbaikan ini melalui beberapa komponen dalam pendidikan itu sendiri, seperti kurikulum, sarana dan prasarana, juga mutu dari pendidik, agar pendidikan yang ada dapat berjalan dengan semestinya dan bisa didapatkan oleh para murid tersebut secara maksimal. Pendidikan memegang peranan sangat penting dari tujuan hidup yang hendak dicapai oleh manusia. Oleh karena itu, pendidikan memiliki beberapa tujuan. Tujuaan pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu: pertama, tujuan teoritis yang bersasaran pada pemberian kemampuan teoretis kepad anak didik dan yang kedua yaitu tujuan praktis yang mempunyai sasaran pada pemberian kemampuan praktis kepada anak didik. (Kompri, 2015, p.17).

Menurut (Depdiknas,2003): Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sitem Pendidikan Nasional pasal 3 “Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggungjawab”.

Pendidikan tidak lepas dari kegiatan pembelajaran. Belajar menurut spears dalam Suprijono (2009:2) adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengarkan dan mengikuti arah tertentu, jadi belajar adalah proses perubahan secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu, proses yang diarahkan kepada satu tujuan, proses berbuat melalui pengalaman, proses melihat, mengamati juga memahami sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar guru dituntut untuk dapat mewujudkan semua aspek dalam pendidikan agar siswa yang diajarkan dapat aktif dan kreatif dan mudah untuk memahami suatu pelajaran yang diberikan, pada sisitem seperti ini para siswa diharapkan agar bisa belajar secara optimal dan aktifitas belajar juga bisa maksimal, dengan itu siswa dapat faham akan isi dari dunia pendidikan dan tidak hanya mengikuti proses pembelajaran setelah itu pulang lalu kembali lagi.

Demi mencerdaskan kehidupan bangsa maka mutu dari pendidikan sangatlah penting untuk pembangunan mutu pendidikan, sistem aspek pendidikan di Indonesia harus selalu dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan yang ada dan dapat memenuhi target pendidikan di Indonesia yang mulai carut marut dan tidak tepat sasaran. Di era globalisasi ini jika kita bandingkan negara kita dengan negara – negara maju lainnya, negara Indonesia masih jauh dibandingkan dengan misal negara Jepang dan Amerika dalam hal pendidikan, oleh karena itu pemerintah Indonesia dengan giatnya selalu memperbaharui sistem – sistem pendidikan di Indonesia yang diharapkan bisa memajukan generasi bangsa.

Dalam merancang sistem kurikulum, ada tiga kepentingan pembentuk pengetahuan dari Habernas, yaitu: pandangan rasionalis dan behavioris yang melihat kurikulum sebagai produk yang menunjukkan kepentingan teknis sehingga menghasilkan kurikulum instrumental dan birokratis, yang kedua pandangan humanistik, interpreatif, dan pragmatis yang melihat kurikulum sebagai praktik sehingga mewujudkan kepentingan hermeneutic, dan yang ketiga pandangan eksistensialis dan kritik ideologi yang melihat kutikulum sebagai praktis yang mewujudkan kepentingan emansipatoris. (Arif dkk, 2014, p.36-37).

Proses pendidikan tidak lepas dari belajar mengajar, belajar sendiri merupakan proses yang diciptakan guna memenuhi kebutuhan siswa, dalam proses belajar siswa pasti akan merasakan jenuh, malas dan lain sebagainya oleh sebab itu guru dituntut agar bisa membangkitkan semangat siswanya bagaimanapun caranya, dengan menggali potensi dari guru tersebut. Tanpa adanya pendidikan yang notabennya sedikit memaksa dalam berbagai bidang tanpa pendidikan masyarakat akan dengan mudahnya dibodohi seperti zaman – zaman kolonial penjajahan. Di Indonesia sendiri pendidikan masih dianggap remeh dan masih banyak yang menyepelekan pendidikan itu sendiri, masyarakat masih beranggapan bahwa pendidikan hanya membuang – buang waktu dan menghabiskan uang saja. Persepsi yang salah akan pendidikan membuat kualitas pendidikan sendiri bisa menjadi buruk karena dalam aspek pendidikan semua lapisan masyarakat diharapkan bisa mendukung pendidikan yang berjalan di Indonesia agar pendidikan itu sendiri berjalan lancar sesuai dengan target dan visi misi pendidikan tersebut.

Di era globalisasi yang ada seperti saat ini sebenarnya bisa saja dimanfaatkan untuk pendidikan agar lebih dapat ditujukan kepada siswa dari pendidik, dikarenakan siswa di zaman seperti ini lebih suka terhadap kegitan yang bersifat online yang menurut mereka menarik dan lebih bergairah, oleh sebab itu mrtode yang dilakukan guna memenuhi kebutuhan itu, banyak model – model pembelajaran online yang sudah muncul saat ini dan lebih bisa tepat sasaran ditujukan kepada para siswa. Meski di era seperti ini pendidikan di Indonesia sudah maju tetapi masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum mengetahui betapa pentingnya pendidikan dan lebih memilih untuk menikah dini atau bekerja pada usia muda padahal di usia muda merupakan usia yang sangat produktif untuk mencari ilmu, banyaknya masalah seperti menikah dini bukan dikarenakan kurangnya pendidikan pada mereka tetapi menyepelekan betapa pentingnya pendidikan bagi mereka sehingga mereka menyesal dikemudian hari dan banyak meninggalkan dampak negatif bagi banyak orang terutama negara.

Tags: