Sifat Dasar Manusia Menurut Para Pakar Dunia

Pendahuluan

Setiap manusia diciptakan tuhan dianugrahi sebuah karakter kemampuan dan kekurangan yang berbeda-beda dan pada daarnya manusia tidak bisa diperlakukan dengan sama namun dalam setiap perbedaannya, ada sebuah dasar yang melatar belakangisetiap sifat dan kepribadian manusia. Ada 4 sifat dasar manusia yaitu : Melankolis, Phlegmatis, Sanguinis, dan Kholeris. Sifat manusia inilah yang menjadi dasar pemikiran atau cara seseorang untuk menentukan langkah dalam suatu tindakan. Sebagai contoh saat kita berbisnis dan bersosialisasi kepada orang lain. Pengetahuan tentang sifat manusia ini juga sangat penting bagi kita untuk meminimalisir fikiran negatif kita kepada orang lain dan memaksimalkan fikiran positif yang dimilikinya. 

  • Menurut buku yang ditulis Agustina Soebachman temperamen manusia terdiri dari empat sifat dasar:
  • Kholeris

Orang yang memiliki kepribadian merupakan orang yang memiliki dominan tinggi sehingga ‘Sang pemimpin’ julukan itu memang cocok disematkan bagi si Kholeris,  karena kholeris ini unggul dalam keadaan darurat, berkemauan kuat dan tegas, bisa menjalankan tugas apa saja dengan baik, berorientasi pada tujuan, mampu mengorganisasi dan biasanya selalu benar.  Selain memiliki kelebihan, sisi buruk dari kholeris daintaranya, pandai memanipulasi, cenderung tidak terlalu membutuhkan kawan, dominan, cepat merasa puas, workaholic, sedikit pemarah dan cenderung bersikap sarkastik. Tipe ini cocok untuk menjadi pemimpin (Setioningtyas & Widyatmika, 2017). Sifat kholeris memiliki beberapa ciri (ahmad mujtaba, 2007). Pemilik sifat ini cenderung berambisi dan tidak mengenal kata gagal dalam hidupnya dan akan terus berusaha sampai apa yang di inginkan terwujud.

  • Melankolis

‘Si sempurna’ karena melankolis orangnya menuntut kesempurnaan atau prefeksionis, serius dan tekun, teratur, teroganisir dan rapi, perencana yang baik, cukup berbakat juga kreatif, mereka juga perasa jadi rasa simpatinya tinggi, akibatnya rasa sosial mereka juga bagus, selain itu mereka mencari teman hidup yang ideal. Namun, diantara kelebihan tersebut mereka juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya introvert (Flash Lite . 2.2., 2009). Umumnya para melankolis suka dengan fakta-fakta, data serta angka lalu mereka akan mulai menganalisa dan menelitinya. Orang melankolis juga selalu ingin merasa sempurna dan terencana. Terkadang hanya karena hal sepele dapat membuat emosi mereka terguncang.

  • Pleghmatis

‘si pecinta damai’, uniknya mereka memiliki motto “kalau ada yang mudah kenapa dipersulit”. Dibalik sikap apa adanya itu, mereka memiliki sifat positif yakni, mampu menjadi penengah, rendah hati, selalu santai, diam, tenang dalam masalah yang pelik, dan terkendali, pengamat yang baik, bahagia menerima kehidupan, punya banyak teman dan mudah bergaul, dan tentunya mereka pendengar yang baik. Kekurangan mereka diantaranya, terlihat pemalas, tidak memiliki motivasi hidup, cenderung pesimis, dan mereka umumnya mampu memahami masalah orang lain, tapi cenderung menyembunyikan emosinya sendiri. Pleghmatis sangat fleksibel, mereka mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan(Ii, 2006). Pada umumnya mereka terlihat tenang, kalem, dan pecinta kedamaian. Banyak orang yang mengira bahwa pemilik sifat pleghmatis ini dianggap acuh tak acuh terhadap dunia sekitarnya, hal ini dikarenakan pemilik sifat ini memiliki pandangan yang berbeda dalam menghadapi suatu permasalaahan yang tengah di menimpanya. Mereka akan lebih bersifat santai karena menurut mereka segala sesuatu akan lebih menyenangkan apabila dihadapi dengan damai dan tidak menggunakan kekerasan dan cenderung mudah mengambiljalan mudah atau praktis(Rint, Gilbuena, Maria, & Santos, 1992).

  • Sanguinis

‘Si populer’ karena sifatnya yang supel dan pandai berkomunikasi, sangat suka bercerita, dan ramah membuatnya dikenal dilingkungannya. Selain itu, sanguinis tidak jaim, mereka bergaul dengan siapapun oke saja yang penting nyambung. Sanguinis juga memiliki keingintahuan yang besar, jika dalam kerja tim ia akan dengan suka rela mau berkorban, optimis, kreatif dan inovatif. Mereka juga bisa dibilang dengan “happy virus” karana cenderung menyenangkan dan penyebar rasa bahagia kepada orang disekitar mereka. Namun, kelemahannya adalah lugu, polos serta kekanak-kanakan. Selain itu, mereka tidak disiplin atau kurang menghargai waktu, karena tidak disiplin kinerja mereka tidak produktif, egosentris, suka membesar-besarkan masalah, dan mereka juga bertindak secara impulsive (orang yang bertindak sesuai emosi atau keinginannya). Mereka bisa mengontrol emosi yang ada dalam dirinya, selain itu juga mereka dapat memainkan emosi orang lain, karena kepandaiannya dalam berbicara dan menarik perhatian orang lain(Flash Lite . 2.2., 2009).

  • Kepribadian menurut Carl Gustav:
  • Introvert

Mereka suka menyendiri, tertarik dengan pikiran mereka sendiri, tertutup, memiliki teritori mereka sendiri atau bisa dikatakan memiliki dunia mereka sendiri, terlihat pemurung, tidak suka keramaian, mereka mudah berkonsentrasi, dan tipe pemikir, tapi mereka sulit menjalin hubungan baru, biasanya tidak memiliki banyak teman, terkadang mereka bertindak secara impulsive dan itu tidak bisa dicegah apalagi disembunyikan, mereka juga tidak suka dengan kunjungan yang tidak diharapkan dan tidak suka berkunjung, prinsip mereka lebih baik bekerja sendirian tanpa melibatkan orang lain. Mereka cenderung lebih fokus pada dunia mereka sendiri, dan mereka menjadi peran utama yang harus diutamakan dalam segi apapun.karena hal inilah kehidupan sosial yang dimiliki sifat ini sangat terganggu, mereka lebih memilih untuk menyendiri dalam rumah daripada keluar rumah hanya untuk sekedar menyapa tetangga rumah. Tetapi dalam hal urusan mengontrol emosi mereka sangat bisa diandalkan, mereka bisa mengontrol perasaannya dalam menghadapi situasi di sekitarnya. Selain itu mereka mudah waspada dan tidak mudah menerima pendapat orang lain di sekitarnya (Suryabrata, 2009). Bisa dibilang pribadi introvert ini sangat pemalu tetapi tidak semua orang yang memiliki sifat pemalu ini bisa disebut introvert.

  • Ekstrovert

Adalah orang yang berpikiran secara luas dan objektif[1]. Mereka nyaman dikelilingi oleh banyak orang, mereka terbuka, energi mereka akan seperti bertambah jika berada disekitar banyak orang, supel, suka berbicara, mampu menyairkan suasana, bisa membandingkan pendapat diri sendiri dan orang lain, spontanitas, tertarik dengan hal-hal baru tau bisa juga mereka suka dengan tantangan, tapi mereka akan bersikap impulsif jika berteman dengan orang yang tidak diinginkan. Pribadi ekstrovert cenderung tidak bisa diam dalam waktu yang lama, sehingga mereka akan mudah bosan jika harus diam menunggu. Kepribadian mereka dipengaruhi dengan dunia di luar dirinya, maksudnya mereka lebih mengutamakan berhubungan dengan lingkungan atau orang disekitarnya daripada meluangkan waktu untuk pribadinya sendiri(Suryabrata, 2009). Seorang extrovert akan terlihat lebih energik dan memiliki karakteristik yang lebih terbuka. Seorang Extrovert juga memiliki kelebihan dalam berinteraksi yang terkesan cenderung impulsif atau easy going. Mereka tidak terlu ambil pusing dengan hal-hal sepele, dan lebih sedikit berpikir sebelum melakukan sesuatu atau tidak suka muluk-muluk dalam bertindak. Lebih menikmati apa yang terjadi dengan sederhana.

  • Ambivert

Ambivert adalah kepribadian yang istimewa, ia seorang introvert dan juga bisa menjadi extrovert. Ada seseorang yang terlahir langsung dengan kepribadian ambivert. Umumnya seorang ambivert lebih cenderung mendominasi dari kelemahan introvert dan extrovert.Namun seiring bertambahnya usia, banyaknya proses kehidupan yang seseorang lewati. Seorang ambivert akan bisa mengendalikan potensi dan kelebihan yang ada pada diri mereka. Mereka seperti bunglon, berubah-ubah tergantung pada sekitarnya. Terkadang mereka terlihat pendiam dan pemurung namun bisa juga terlihat ceria dan banyak bicara. Sikap mereka tergantung pada orang disekitarnya. Kelebihannya ambivert ini,  mereka mampu memposisikan diri mereka, dan mengerti bagaimana bersikap pada individu yang berbeda-beda. Dengan kata lain sifat ekstrovert dan introvet dalam dirinya seimbang, mereka bisa menempatkan dalam situasi apapun. Tetapi, terkadang mereka bimbang untuk memilih antara harus bersifat ekstrovet atau meluangkan waktu untuk pribadinya sendiri.

Kesimpulan

Dari artikel diatas dapat diambil kesimpulan yakni, dengan mengetahui sifat-sifat dasar tersebut, kita bisa lebih mengenal diri sendiri dengan lebih baik. Semisal, pada artikel tersebut, menyebutkan dua jenis sifat dasar manusia. jenis yang pertama terdiri dari Melankolis, Kholeris, Sanguinis, dan Pleghmatis. Jenis yang kedua dibuat lebih sederhana yakni, Ekstrovert, Ambivert, dan Introvert.

Dari segala jenis-jenis sifat dasar tersebut, sudah terdapat indikator karakter atau sifat masing-masing yang mencerminkan termasuk golongan mana. Namun, ada beberapa yang memiliki beberapa sifat dasar, atau biasa disebut dominan.

Referensi

ahmad mujtaba. (2007). No Titleヨーロッパと日本の都市観光の比較–世界主要都市観光魅力度比較調査を基に (特集 都市観光を振興させるための条件). 運輸と経済, 67(6), 14–21.

Flash Lite . 2.2. (2009).

Ii, B. A. B. (2006). dan bahasa latin. 4–19.

Rint, J. A., Gilbuena, G., Maria, A., & Santos, E. (1992). Reward Punishment.

Setioningtyas, W. P., & Widyatmika, S. W. (2017). Analisis Karakteristik Dosen yang Berpengaruh Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa pada Perguruan Tinggi Swasta di Kota Surabaya. Jurnal Studi Manajemen & Bisnis, 4(2), 277–287. Retrieved from http://journal.trunojoyo.ac.id/jsmb/article/view/3227

Suryabrata. (2009). Pengaruh Kepribadian Ekstrovert-introvert terhadap Perilaku Asertif Mahasiswa Psikologi Angkatan 2009 UIN Maulana Malik Ibrahim. 16–78.

Soebachman, Agustina. 2011. Seni Membaca Watak & IQ Manusia.Yogyakarta

[1] Agustina Soebachman. 2011. Seni Membaca Watak & IQ Manusia.Yogyakarta. Hal 33

Tags: