Pandangan Revolusioner Dunia Menurut Mahasiswa

Pendahuluan

Dalam pandangan mahasiswa saat ini sang revolusioner dunia yaitu para tokoh-tokoh pahlawan terdahulu. Namun kita sebagai umat islam harusnya mampu menjawab siapa revolusioner dunia yang sesungguhnya. Beliau adalah Nabi Muhammad Saw, beliau lah yang membimbing kita menuju jalan yang benar. Beliau pula yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menyebarkan ajaran yang benar. Beliau pula yang dengan istiqomah dan sabar dalam menyebarkan kebenaran di muka bumi ini. Awalnya beliau lakukan sendiri namun laun lambat beliau mampu merangkul orang-orang disekitarnya untuk mengikutinya menuju jalan yang benar.

Yang awalnya beliau belum dilahirkan dimuka bumi ini, banyak manusia yang kebingungan tak tau arah. Berkat bimbingan beliau muka bumi ini yang dahulunya berada pada zaman jahiliyyah kini berubah menjadi zaman yang terang benderang(RS, 2009, p.795).

Beliau awalnya manusia bisa seperti manusia yang lainnya, meskipun menjadi manusia biasa beliau diberi keistimewaan oleh Allah SWT yaitu berupa kebaikan prilaku dan budi pekertinya. Pada saat berusia 40 tahun Allah mengutus beliau menjadi rasul, beliau berjuang keras memperkenalkan islam kepada umatnya(Haris, 2001, p.69).

Beliau sangat sabar dalam menyebarkan ajaran islam meskipun di caci maki, namun beliau tidak ada rasa sedikitpun untuk membalas caci makian tersebut. Laun lambat dunia ini berubah saat beliau memperkenalkan islam, kini orang-orang sudah tidak merasakan kebingungan lagi karena saat ini meraka sudah memiliki pembimbing yaitu Nabi Muhammad Saw.

Banyak sekali jasa-jasa beliau bagi dunia ini, namun masih ada saja umat-Nya yang tidak menyadari bahwa beliaulah revolosuiner dunia ini sesungguhnya(menurut hasil angket kami). Memang tokoh-tokoh pahlawan terdahulu juga membawa perubahan bagi kita, namun mereka tidak memberantas zaman jahiliyyah (kebodohan) hanya Nabi Muhammad Saw yang dengan berani dan sabar dalam memerangi zaman tersebut.

Pembahasan

  • Sejarah singkat Nabi Muhammad Saw

Sang revolusioner kita terlahir dari rahim seorang ibu yang bernama Aminah dan ayahnya bernama Abdullah. Namun sayangnya sebelum revolusioner kita terlahir di muka bumi ini beliau sudah di tinggal pergi oleh sang ayah kurang lebih saat usia 8 bulan dalam kandungan. Sang ayah meninggal di daerah abwa yang terletak diantara mekkah dan madinah(Al-Maqdisy, 2011, p.4).

Sang revolusioner kita lahir di Mekkah pada hari senin tanggal dua bulan rabiul awal pada tahun gajah. Revolusioner kita adalah Nabi terakhir yang di utus oleh Allah SWT yang bernama Nabi Muhammad Saw. Saat beliau berusia 4 tahun beliau di tinggal sang ibunda tercinta, kini beliau hidup bersama kakeknya yang bernama Abdul Mutthalib saat usia 8 tahun beliau ditinggal oleh sang kakek. Nabi Muhammad Saw di besarkan oleh pamannya Abu Thalib (Al-Maqdisy, 2011,p.5).

Kesedian yang sangat mendalam di rasakan beliau atas wafatnya kakaek beliau, bahkan beliau menangisinya hingga di pemakaman. Lalu Nabi Muhammad Saw tinggal bersama pamannya yaitu Abu Thalib. Pamannya seorang pedagang, suatu hari pamannya akan pergi ke suriah. Abu Thalib ingin menitipkan Nabi Muhammad Saw kepada orang lain saat akan di tinggal pergi Nabi Muhammad Saw berwajah sedih, karena pamannya tidak tega melihatnya bersedih akhirnya Nabi Muhammad Saw ikut pergi bersama pamannya(Subhani, 2006, pp.112-113).

Nabi Muhammad Saw pada saat itu umur 12 tahun merasa senang karena mengganggap perjalanan ini adalah perjalanan yang menyenangkan karena beliau akan melihat panorama alam yang indah. Sesampainya di suatu tempat Nabi Muhammad Saw dan pamannya bertemu Buhirah beliau berkata bahawa anak ini (Nabi Muhammad Saw) memiliki masa depan yang cemerlang serta ia adalah rasul yang telah diramalkan dalam kita-kita suci namun jaga anak ini jangan samapai ia berjumpa orang yahudi, karena jika bertemu ia akan dibunuh. Dari hal tersebut Abu Thalib menjaga Nabi Muhammad Saw dengan baik-baik serta mengajak bergegas untuk pergi(Subhani, 2006, pp.113-114).

Saat usia remaja beliau berdagang dan menggambala kambinga, ada tiga pelajaran yang dapat diambil dalam hal tersebut, yaitu sebagai berikut(Nasution, 2013, p.140)

  1. Kita bisa hidup mandiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain.
  2. Uang dari hasil keringat sendiri lebih berarti.
  3. Janganlah mencari sumber rezeki dari da’wah karena akan menjatuhkan wibawa da’i.

Kesuksesan perdagangan Nabi Muhammad Saw mampu membayar mahar pernikahannya dengan Khadijah, mahar berupa unta sebanyak 20 ekor serta emas 12,5 ons, beliau menikahi khadijah saat berusia 25 tahun(Nasution, 2013, p.140). Pada saat itu Khadijah menjadi wanita yang pertama kali masuk islam serta banyak membantu Nabi Muhammad Saw dalam penyebaran agama islam kepada masyarakat sekitar(Supenawinata, 2009, p.90).

Saat berusia 40 tahun beliau pergi ke gua Hira lebih tepatnya pada 17 Ramadhan 611 M. Beliau pergi ke gua Hira dengan maksud untuk merenung atau menenangkan diri. Lalu datanglah Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu Allah berupa (QS. 96: 1-5), hal tersebut sesuatu yang tidak pernah dibayangkan akan terjadi pada Nabi Muhammad Saw. Oleh sebab itu beliau pulang dalam keadaan gemetar. Setelah wahyu pertama turun malaikat jibril tak perna terlihat kembali namun beberapa hari kemudia turunlah wahyu lagi yang menganjurkan Nabi Muhammad Saw. Untuk menyebarkan satu agama yang benar yaitu agama islam(Patmawati, 2019, p.4)

  • Nabi Muhammad Saw dalam penyebaran ajaran islam

Disinilah saat-saat Nabi Muhammad Saw mulai melakukan perubahan pada dunia. Karena beliau akan menyebarkan islam, beliau ingin menyebarkan agama yang benar (menyembah Allah SWT) beliau menginginkan membebaskan umatnya dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yaitu adinul islam (agama islam).

Nabi Muhammad Saw menyebarkan islam secara perlahan-lahan serta sembunyi-sembunyi tidak secara terang terangan. Beliau memulai dari kalangan keluarganya dahulu, satu persatu dimulai dari Umar Bin Khatab seorang pemimpin yang baik dan tegas, dari hal tersebut akan berpengaruh besar saat umar memasuki islam karena umar memiliki jabatan yang baik mampu memberi pengaruh besar untuk penduduk lainnya. Bahkan Umar adalah orang yang paling ditakuti karena ketegasannya dalam membela kebenaran serta kekejamannya dalam memberantas kejahatan.(Rizqi, 2016, p.136)

Nabi Muhammad Saw dalam menyebarkan agama islam juga di bantu oleh sepupunya yaitu Ali Bin Abi Thalib. Ali berasal dari keturunan Bani Hasyim yaitu salah satu kabilah yang terkenal di kalangan kaum Qurays Makkah. Ali awalnya ragu saat menerima ajakan Nabi Muhammad Saw untuk masuk agama islam. Namun berkat ucapan beliau yang meyakinkan membuat Ali meyakinkan diri untuk masuk islam tanpa meminta izin terlebih dahulu dari sang ayah kurang saat itu Ali berusia 10 tahun. Laun lambat iman Ali makin kuat berkat didikan Nabi Muhammad Saw, Ali juga memiliki akhlak dan budi pekerti yang mulia(Rostiana, 2009,pp.120-122).

Ali sangat berjasa dalam menyebarkan agama islam, beliau rela mempertaruhkan nyawanya demi melindungi Nabi Muhammad Saw saat peristiwa hijrah. Ali merupakan penopang dan pendukung islam, tanpa ali mungkin penyebaran agama islam tidak akan sampai di kalangan masyarakat(Rostiana, 2009, p.127)

Tidak hanya Umar dan Ali saja yang beliau ajak untuk memasuki islam, beliau juga membidik kalangan-kalangan elit serta memiliki sifat intelektual. Dari hal tersebut juga akan memberi pengaruh besar dalam penyebaran agama islam, laun lambat penyebaran islam dilakukan secara terang-terangan. Itu semua juga berkat istiqomahnya Nabi Muhammad Saw, serta segala perilaku beliau sesuai dengan apa yang beliau katakan. Begitu juga sebaliknya segala yang beliau katakan juga sesuai dengan perilaku beliau.(RS, 2009, p.798)

  • Beberapa sikap keteladanan Nabi Muhammad Saw
  • Nabi Muhammad Saw sebagai seorang pendidik

Kecerdasan Nabi Muhammad Saw tidak perlu diragukan lagi, karena Allah telah memberi karunia kepada beliau. Ditambah lagi saat berusia 15 tahun beliau mampu memecahkan permasalahan peletakan hajar aswat dengan bijak beliau mengambil keputusan. Dari hal tersebut mengapa Nabi Muhammad Saw dapat kita jadikan seorang pendidik selain cerdas beliau juga memiliki budi pekerti yang baik pula(Usiono, 2017, p.205).

Beliau bisa disebut sebagai pendidik yang profesional, karena beliau mendapat ilmu serta di ajarkan secara langsung dari Allah SWT. Segala petunjuk dan ilmu datang langsung dari-Nya Sesuai dengan firman-Nya(Zulhammi, 2014, p.65)

﴿وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰٓ  ٣ إِنۡ هُوَ إِلَّا وَحۡيٞ يُوحَىٰ  ٤﴾

Artinya : Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Alquran) menurut hawa nafsu. Ucapannya itu hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS. An-Najm: 3-4)

  • Kehidupan sederhana Nabi Muhammad Saw

Meskipun sudah menjadi pemimpin negara, beliau tetap murah senyum serta hidup sederhana. Sebagai pemimpin negara yang memiliki segala fasilitas yang lengkap beliau tetap memilih untuk hidup sederhana. Selain itu beliau juga ramah serta suka berbagi kepada rakyatnya serta menyayangi rakyatnya baik yang muslim maupun non muslim tanpa memandang tingkatan ekonomi mereka(Siregar, 2013, pp.65-66). by Khofifa merdawati

Tags: