Pengaruh Junk Food Bagi Kesehatan Tubuh

  • Whatsapp
Pendahuluan

Secara harfiah junk food terdiri dari 2 kata yakni “junk” artinya sampah dan “food” artinya makanan. Sehingga yang disebut junk food adalah makanan sampah. Istilah ini dikemukakan untuk menunjukkan makanan-makanan yang dianggap tidak memiliki nilai nutrisi yang baik. Di zaman teknologi yang serba modern ini, kebanyakan para remaja pada umumnya, bahkan anak usia dasar dan juga para orang tua mudah sekali dalam mendapatkan dan mengkonsumsi makanan yang secara cepat disajikan (fast food) tanpa diketahui banyaknya nutrisi yang bergizi dalam makanan tersebut. Memang benar makanan dibuat dengan teknologi mesin canggih yang dapat dipastikan kesetrilannya. Akan tetapi, bahan utama yang dibuat belum bisa dipastikan nutrisi dan kandungan gizinya. Fast food ini mengandung tinggi kalori, tinggi lemak, dan rendah serat. Makanan yang banyak mengandung lemak dapat disebut dengan junk food, contohnya bakso. Serta makanan yang secara berlebihan di konsumsi dapat juga disebut junk food. Contohnya, humberger, pizza walaupun dibuat sendiri di rumah, akan tetapi jika secara berlebihan dikonsumsi maka termasuk dalam makanan junk food atau makanan sampah.

Banyak penyakit baik itu kategori penyakit ringan maupun berat yang disebabkan karena mengkonsumsi junk food. Diantaranya osteoporosis atau pengeroposan tulang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Jika dilihat dari fakta yang ada, gaya hidup yang diterapkan oleh remaja saat ini sangat mengkhawatirkan. Gaya hidup mereka yang ingin langsing, suka merokok, dan enggan terpapar oleh sinar matahari dapat meningkatkan risiko terkena osteoporosis. Banyak remaja yang ingin terlihat langsing, sehingga mereka menolak untuk meminum susu karena takut gemuk. Tetapi disisi lain, remaja banyak mengkonsumsi makanan cepat saji yang cenderung tidak sehat. Selain osteoporosis, obesitas juga termasuk penyakit yang diakibatkan karena terlalu sering mengkonsumsi junk food. Pola hidup modern, dengan pola makan modern pula, yang saat ini banyak dianut orang sangat berpotensi rawan obesitas. Obesitas terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara asupan energi dan energi yang dikeluarkan untuk beraktivitas. Karena asupan terlalu banyak sementara pengeluaran kurang, maka terjadilah mula-mula overweight (kelebihan berat) dan selanjutnya menjadi obese (gemuk). (Wulansari,2008,pp.70-72). Obesitas paling banyak ada pada anak-anak atau remaja yang menginjak usia 9-18 tahun. Pada usia ini rata-rata mereka mengkonsumsi junk food seperti french fries, hot dog, burber dan fried chicken yang biasanya terdapat pada restoran junk food. Akibatnya anak-anak atau remaja memiliki penyakit obesitas yaitu tidak seimbangnya antara asupan energi dan energi yang dikeluarkannya.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak 

Tanpa kita sadari, maraknya junk food selain memiliki dampak positif juga memiliki dampak negatif terutama untuk kesehatan. Dampak positif pertama dapat dibuktikan dari cara penyajian yang cepat untuk menghemat waktu yang dimiliki. (Sutrisno, dkk, 2018, pp.7-10). Kedua, junk food dianggap lebih hemat karena harga yang ditawarkan pada konsumen terpantau murah. Ketiga, junk food disajikan dalam keadaan hangat, karena junk food disajikan kepada konsumen ketika hendak makan.[1] Tapi selain itu kita juga harus melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh junk food atau fast food, pertama bertambahnya kadar lemak dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan. Kandungan yang terdapat didalam junk food sebagian besar merupakan zat adiktif yang dapat membahayakan tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan. Zat adiktif yang dikonsumsi secara berlebihan dapat mengakibatkan tumbuhnya kanker dalam darah yang berakibat fatal. (Sutrisno, dkk, 2018, pp.7-10). Kedua, jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan tekanan darah tinggi bisa berakibat stroke. Ketiga, makanan junk food rata-rata digoreng tidak direbus, makanan yang digoreng kaya akan lemak jahat yang bisa mengakibatkan kolestrol.

Untuk mengurangi agar tidak kecanduan memakan makanan yang siap saji (fast food) dan junk food. Terdapat beberapa tips untuk mencegahnya. Antara lain: menentukan batasan pemesanan ketika pergi ke restoran, hilangkan kebiasaan buruk seperti menonton tv dengan memakan snack, secara tidak sadar akan menghabiskan porsi yang banyak, menemukan pengganti junk food misalnya dengan memasak sandwich sendiri di rumah dengan bahan yang menyehatkan.[2] Selain cara untuk mencegah atu mengurangi, terdapat juga cara untuk menanggulangi kecanduan junk food. Antara lain : ketahui dampak buruk dan resiko penyakit yang ditimbulkan dari konsumsi fast food dan junk food, bulatkan tekad untuk berhenti mengkonsumsi fast food, hindari makan bersama orang yang juga suka makan makanan fast food, beralih ke makanan sehat, mendekat ke mereka yang mencintai makanan sehat, belajar memasak dan mencintai memasak.[3]Kegemukan atau obesitas pada anak bisa diatasi dan dilakukan pencegahan sedini mungkin agar tubuh mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Bisa dilakukan dengan cara diet dan menjaga pola makan anak, dan meningkatkan aktivitas fisik anak.

Baca Juga :  Pendidikan Karakter Berbasis Agama dan Budaya

Metode Penelitian

Pada penelitian ini kami menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menyebarkan angket kepada mahasiswa PGMI Semester 2 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, pada tanggal 20 Mei 2019. Dimana dengan cara menyebar angket tersebut memudahkan kami dalam memperoleh data secara tidak terikat karena didalam angket tersebut kami memberikan hanya satu buah pertanyaan “apakah anda suka makanan junk food/fast food?” dengan meberikan kolom alasan dibawah untuk mengetahui alasan logis responden menjawab angket tersebut.

Instrumen yang kami gunakan dalam pembuatan angket diantaranya laptop, printer, kertas, dan bolpoin. Kami membuat angket dengan cara mengetik pertanyaan kemudian mencetaknya dan menggandakannya. Setelah itu disebarkan kepada mahasiswa. Kami menganalisis data-data yang sudah kami sebarkan dengan cara menyimpulkan dari berbagai alasan logis responden yang tertera dalam angket tersebut.

Hasil dan Pembahasan

Dari penelitian yang sudah kami lakukan, memberikan hasil yang cukup memuaskan dari sekitar 30 mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kebanyakan responden kami adalah mahasiswa perempuan yang senang sekali dengan makanan junk food, mereka berpendapat makanan junk food itu enak sekali dan praktis untuk didapatkan, akan tetapi mereka juga menyadari bahwa kebanyakan mengkonsumsi junk food juga tidak baik bagi kesehatan mereka. Dari data gambar diatas sebagai perwakilan responden tentang pandangan junk food bagi kesehatan tubuh.

Kesimpulan dan Saran Kesimpulan

Pos terkait