Paham Radikalisme

Membahas tentang radikalisme sendiri terkadang masih nyeleweng. Radikalisme adalah suatu paham elakukan perubahan dengan sistem politik dan sosial yang bertindak kekerasan. Sikap yang dilakukan oleh sekelompok golongan untuk merubah perubahan dengan tujuan tertentu. Mereka menginginkan perubahan secara cepat dengan melalui tindakan kekerasan. Entah itu kekejaman yang datal atau tidak, bagi mereka telah mencapai suatu tujuan. Dalam hal ini terkadang paham radikalisme terkaitkan dengan bahasan terorisme yang kian tidak asing didengar kaklangan dunia. Momok bagi masyarakat yang terjadi peneroran bergilir. Meskipun banyak yang menafsirkan bahwa radikalisme itu ada sangkut paunya dengan agama, yang jelas itu adalah masalah politik bukan agama.

Sejarah radikalisme sejak zaman dahulu dikenal dengan istilah “radikal” yang dipaparkan pertama oleh Charles James Fox yang mmemaparkan paham radikalisme pada tahun 1797. Dalam sistem pemerinthannya di Inggris. Reformasi ini dipakai untuk mendukkung gerakan revolusi   di negara Inggris. Setelah beberapa lamanya berkembang menjadi ideologi liberalisme. Sering kali paham radikalisme dikaitkan dengan ajaran agama. Hukum pertentangan agama khususnya Islam yang dapat dilihat dari sekelompok ISIS ( Islamic State of Iraq and Syiria ) yang membawa simbol-simbol agama islam setiap  aksi komunitas teror.Justru beberapa dari kalangan islam ada yang mendukung komunitas ISIS yang mana menganggap bahwa ISIS gambaran dari ajaran islam.

Ciri-ciri radikalisme sangat mudah kita kenal. Memang dasarnya mereka ingin dikenal atau masyhur yang ingin mendapatkan support lebih dari banyak orang. Ciri-cirinya adalah :

  •  Radikalisme yang berupa tanggapan terhadap komunitas tersebut dalam bentuk perlawanan dengan keras.
  • mengingkan suatu permintaan drastis dengan upaya penolakan secara berkelanjutan.
  • Biasanya memiliki keyyakinan yang kuat untuk terhadap komunitas tersebut.
  • Penganut radikalisme tidak takut untuk melakukan tindak kekerasan yang dapat mengakibatkan kefatalan.
  • Beranggapan bahwa semua orang yang tidak berpihak dengan adalah salah.

Faktor penyebab Radikalisme :

  1. Faktor pemikiran

Radikalisme bisa berkembang seccara luas karena adanya aspek segala sesuatu pemikirannya disangkut dengan agama meskipun dengan tindak kekerasan semata.

  • Faktor Ekonomi

Problematika ekonomi sampai dipermasalahkan sehingga membuat radikalisme muncul di berbagai macam negara. Karena ekonomi adalah kodrat manusia untuk bertahan hidup ketika sistem perekkonomian  manusia terdesak. Karena ketika mendesak akan perekonomian pun tidak dapat melakukan apa saja, termasuk kegiatan meneror.   

  • Faktor Politik

Pemikiran manusia kemonitas radikalisme mengajibatkan kelompok-kelompok masyarakat yang terlihat menegakkan sebuah keadilan. Biasanya kelompok tersebut biasa dari kalangan sosial, agama, maupun politik. Seringkali kelompok ini merperarah keadilan.

  • Faktor Sosial

Sebuah pemikiran masyarakat kelas ekonomi  umunya berpikiran sempit sehingga masih percaya dengan tokoh tokoh yang radikal yang dapat membawa dampak peningkatan dan perubahan hidup mereka.

  • Faktor Psikologis

Peristiwa hidup yang pahit dapat menyebabkan seseorang menjadi faktor adanya radikalisme. Misalnya dalam problematika ekonomi, problematika keluarga, percintaan, rasa benci dan dendam dll. Semua ini menyebabkan paham radikalisme muncul.

  • Faktor Pendidikan

Faktor pendidikan yang salah berpengaruh besar dengan penduduk sekitar, khususnya dalam pendidikan agama. Pengajar yang memberikan ajaran agama maupun umum yang salah dapat menimbulkan radikalisme dalam diri seseorang.

Dari berbagai aspek ketindaklanjutan mengenai paham Radikalisme, terdapat kelebihan dan kekurangan yang terdapat didalamnya. Kelebihan diantaranya : 

  1. Kelebihan :
  2. Memiliki suatu tujuan yang jelas.
  3. Memiliki tingkat kesetiaan dan tingkat juang semangat dan telad yang tinggi untuk mencapai tujuannya.
  4. Kekurangan :
  5. Penganut paham komunis tidak paham adanya HAM ( Hak Asasi Manusia )
  6. Upaya melakukan tindak kejahatan dan kekerasan semata untuk mecapai tujuan yang tercapai.
  7. Semua menganggap bahwa penganut yang berbeda dengannya adalah musuh.
  8. Tidak dapat melihat kenyataan yang real karena yang berlawanan beranggapan semuanya adalah musuh.

Tags: