Ojol (Ojek Online)

  • Whatsapp
Pendahuluan

Semakin berkembangnya zaman, semakin canggih pula teknologi yang diciptakan. Mulai dari teknologi komunikasi, teknologi transportasi, dsb., sehingga menimbulkan perubahan bagi sebuah peradaban yang telah ada. Pada zaman dahulu, alat transportasi yang pertama kali digunakan adalah seekor hewan yang mampu mengangkut minimal seorang manusia, seperti unta, kuda, sapi, kerbau, dll. Lambat laun dengan bertambahnya era, alat transportasi tersebut berubah semakin meningkat dan lebih mudah untuk digunakan yang mana ia diciptakan oleh orang yang haus akan ilmu dan keefisienan sebuah alat bantu (alat transportasi) serta tidak mudah lelah dalam memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah ia lakukan berulang kali demi terciptanya sebuah alat bantu transportasi yang memudahkan dirinya juga orang lain. Dan transportasi pertama yang efisien untuk digunakan sebagai transportasi oleh orang zaman dahulu adalah sebuah sepeda.

Sepeda pertama kali diciptakan oleh seorang warga Jerman yang lahir pada 29 April 1785 yang bernama Baron Karl Drais Von Sauerbronn di Karlsruhe, Jerman. Profesi Baron pada kala itu adalah sebagai pengawas hutan yang mana ia membutuhkan sebuah alat transportasi yang memiliki mobilitas tinggi untuk menunjang tugas dalam pekerjaannya yang pada akhirnya ia pun menciptakan sebuah sepeda yang memiliki tiga roda tanpa pedal. Ia menamai sepedanya Draisienne. Akan tetapi, masa emas Draisienne tidak berlangsung lama karena tidak lama setelah adanya Draisienne bermuncullah inovasi-inovasi sepeda terbaru dengan penemu yang berbeda pula.

Bacaan Lainnya

Semakin berkembang dan majunya sebuah zaman, maka semakin canggih, efektif dan efisien lah sebuah benda yang telah ada bahkan tercipta pula hal-hal baru yang belum pernah diciptakan sebelumnya. Beberapa tahun setelah sepeda ditemukan, terciptalah sebuah alat transportasi baru yang bernama sepeda motor. Penemuan alat transportasi bernama sepeda motor ini pertama kali ditemukan dan diciptakan oleh Gottlieb Daimler, seorang warga berkebangsaan Jerman yang lahir pada 17 Maret 1834 di Schorndorf, Jerman. Titik awal sejarah dari sebuah sepeda motor yang ia rakit adalah ketika ia mendesain sebuah sepeda kayu dengan empat roda, dimana terdapat dua roda tambahan dibelakangnya yang apabila dilihat tampak seperti roda sepeda anak-anak. Kemudian ia memasang sebuah mesin dengan pembakar sempurna dengan kecepatan 10 km/jam dan 700-900 putaran permenit.

Di Indonesia, adanya sepeda pertama kali ialah pada masa penjajahan Belanda. Orang-orang Belanda membawa sepeda made in Europ (buatan Eropa) ke Indonesia sebagai alat transportasi mereka sehari-hari. Dan pada saat itu, selain para kolonial Belanda, orang-orang yang memiliki alat transportasi mewah (sepeda) tersebut adalah para bangsawan dan para penguasa. Lalu, pada tahun 1960-an, posisi sepeda sebagai alat transportasi mewah pun tergeser dengan munculnya sebuah alat transportasi baru bernama sepeda motor dan mobil.

Baca Juga :  Urgensi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam Pendidikan

Sepeda motor pertama yang berada di Indonesia adalah sepeda motor milik seseorang yang berkebangsaan Inggris bernama John C. Potter pada tahun 1893. Sepeda motor yang dimiliki oleh J.C. Potter adalah sepeda motor keluaran pertama yang diproduksi oleh pabrik Hildebrand und Wolfmuller di Jerman. Sepeda motor ini tidak memiliki rantai, belum menggunakan persneling, magnet, aki (accu), koil, dan kabel listrik, tetapi roda belakang motor tersebut  digerakkan langsung oleh kruk as (crankshaft), sehingga diperlukan waktu 20 menit untuk menghidupkan dan menstabilkan mesinnya.

Semakin tahun semakin pula  bumi ini tua, pun semakin memengaruhi tingkat kekreativitasan dan keinovatifan seorang manusia yang lahir sebagai penerus bangsa dan penerus kehidupan. Sebagai penunjang ekonomi setiap individu sekaligus ekonomi negara, sebuah alat transportasi pun tak hanya sekedar sebagai kendaraan pribadi milik seorang ssja yang hanya dipakai oleh individu tersebut dalam kehidupan sehari-harinya, tetapi kendaraan tersebut dimultifungsikan sebagai sebuah alat yang dapat menghasilkan uang dengan cara digunakan sebagai transportasi umum. Seperti contohnya adalah dua kendaraan yang sebelumnya telah dijabarkan sedikit tentang sejarahnya masing-masing, yakni kendaraan sepeda dan sepeda motor. Agar sepeda dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain maupun berguna bagi negara, sepeda pun dapat digunakan sebagai alat yang dapat membantu tukang pos atau tukang pengantar koran dalam mengerjakan pekerjaannya sehari-hari. Sedangkan sepeda motor dapat digunakan untuk menjadi alat transportasi umum dengan cara sang pemilik motor menjadi tukang atau driver ojek pangkalan yang mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan dan menghasilkan upah yang dapat menjadi tambahan rezeki baginya dan keluarganya.

Berbicara mengenai transportasi umum yang berkaitan dengan kendaraan yang memiliki roda berjumlah dua, di dunia dan di setiap negara terdapat alat transportasi umum yang beroda dua, seperti di Indonesia terdapat ojek pangkalan dan delman, di Jepang terdapat Jinrikisha yang merupakan sebuah becak beroda dua (mirip dengan gerobak) dengan pengemudinya menarik becak tersebut dan berlari, dsb. Tak sedikit orang yang bekerja sebagai driver dari transportasi umum tersebut demi kelangsungan hidupnya. Akan tetapi, lambat laun zaman pun semakin canggih dan modern yang mengakibatkan pekerjaan yang mereka tekuni serasa berada diujung tanduk. Seperti halnya ojek pangkalan yang dahulunya ia hanya duduk di sebuah tempat pangkalan ojek untuk menunggu konsumen (penumpang) yang membutuhkan jasanya, kini bersaing dengan sebuah jasa yang sama, hanya saja perbedaannya adalah cara mendapatkan jasanya adalah apabila ojek pangkalan cara mendapatkan jasanya harus datang langsung dan face to face antara driver dan penumpangnya, sedangkan jasa yang satunya adalah sebuah jasa yang merupakan alat transportasi beroda dua yang cara mengakses atau mendapatkan jasanya adalah dengan menggunakan sebuah aplikasi yang harus didownload terlebih dahulu dalam sebuah handphone, dan jasa tersebut bernama ojek online.

Beberapa ojek via online yang sedang viral dan booming adalah Gojek dan Grab. Gojek adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi via online melalui sebuah aplikasi yang terdapat dalam handphone. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 2011 di Jakarta oleh seorang warga negara Indonesia lulusan Harvard Bussiness School yang bernama Nadiem Makarim. Latar belakang terciptanya jasa transportasi tersebutadalah hasil dari pengalamannya pada saat menyewa jasa ojek yang mana ia sering  mendapatkan tarif  ‘tembak’ dari sang driver ojek dikarenakan ia memiliki paras orang Arab, sehingga ia dikira sebagai orang luar negeri atau non-Indonesia. Ia ingin menjelaskan dan memberi pengertian pada para driver ojek mengenai siapa dirinya yang sebenarnya adalah ia merupakan salah satu dari mereka, yaitu warga negara Indonesia. Ia pun mendekati, merangkul dan mengakrabkan diri dengan para driver, sehingga ia pun mengetahui keluh kesah mereka, terutama mengenai tarif yang tak pasti yang didapatnya dalam sehari. Mengetahui hal tersebut, Nadiem pun berinisiatif dan berinovasi membentuk, membangun dan menciptakan sebuah lapangan pekerjaan yang efektif dan efisien dengan upah yang lebih baik dari upah para driver ojek yang ia kenal. Sehingga, ia pun membangun perusahaan Gojek dengan jumlah 20 member saja pada awalnya dan pada saat ini telah mencapai 50.000 member dan di berbagai daerah penjuru Indonesia dengan bermacam-macam jasa, seperti Go-Send (pengiriman barang), Go-Ride (transportasi motor), Go-Food (pesan makanan), Go-Car (tansportasi mobil, dan masih banyak lagi.

Baca Juga :  Pengaruh Bullying Terhadap Psikologi Mahasiswa

Sedangkan Grab adalah jasa transportasi online yang tidak jauh dari Gojek. Grab didirikan oleh Anthony Tan, seorang warga negara Malaysia lulusan Harvard Bussiness School, pada tahun 2011 dengan jasa pertamanya adalah Grab Taxi. Ia berasal dari keluarga pebisnis, maka tidak heran apabila didalam dirinya terdapat skill dan darah seorang pebisnis yang ia dapat dari keluarganya. Ia pun sejak kecil telah memiliki cita-cita ingin menjadi pebisnis sukses seperti ibu dan orang tuanya. Awal kali ia tercetus sebuah pemikiran untuk mendirikan layanan jasa transportasi online Grab adalah ketika temannya berkunjung ke Malaysia dan sempat kesulitan mencari serta memesan sebuah taksi di Malaysia. Tak lama setelah itu, temannya pun berbagi keluhan padanya dengan melontarkan sebuah pertanyaan sekaligus pernyataan yang diselipkan sebuah semangat untuk berinovasi pada Anthony dengan berkata bahwa mengapa sistem taksi yang ada di Malaysia itu buruk? Sedangkan kakek buyut Anthony adalah supir taksi, kakeknya merupakan pengusaha sukses dalam bidang transportasi, maka seharusnya Anthony bisa melakukan sesuatu. Dan dari ucapan itulah, ia pun berinovasi mendirikan sebuah jasa layanan transportasi via online. Dan saat ini telah terjumlah sebanyak 220 juta member yang bergabung dalam perusahaan Grab se-ASEAN.

Dari antusias masyarakat yang bergabung dan menjadi member ojek online yang diciptakan oleh Nadiem maupun Anthony, kami sebagai penulis artikel memunculkan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan hal tersebut, yakni bagaimana respon masyarakat yang menjadi konsumen jasa tersebut terhadap adanya jasa ojek online yang sedang marak di Indonesia?. Dengan munculnya pertanyaan tersebut, kami pun berinisiatif untuk melakukan penelitian terhadap hal tersebut. Metode Penelitian

Pos terkait