Dampak Media Sosial Terhadap Peserta Didik

Teknologi pada saat ini sangat berkembang dengan pesat. Hal tersebut dapat kita lihat dengan banyaknya penemuan alat-alat elektronik baru. Banyaknya minat masyarakat membuat perusahaan-perusahaan elektronik semakin bersemangat dalam mengembangkan produk-produknya. Salah satu perusahaan yang begitu cepat dalam mengembangkan produknya adalah perusahaan handhpone. Hal ini dapat kita lihat dengan bertambah canggihnya fitur-fitur yang ada didalamnya. Tahun 1990-an HP hanya bisa digunakan untuk menelepon dan mengirim pesan, namun seiring berjalanya waktu HP bisa digunakan untuk hal-hal lain seperti mengakses media sosial.

Saat ini media sosial adalah salah satu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dengan setiap orang. Bahkan saat ini para peserta didik juga sudah menggunakan media sosial baik untuk kebutuhan pendidikan atau hanya digunakan untuk bersenang-senang saja. Namun kenyataan yang sering kita jumpai adalah, banyaknya peserta didik yang menggunakan HP untuk kesenangan dirinya. Hal tersebut dapat berdampak pada sikap dan moral dari peserta didik, karena dalam media sosial dapat berisi konten-konten negatif seperti hoax, kekerasan, situs porno, dan konten-konten negatif lainya. Hal-hal tersebut banyak beredar di media sosial baik lewat instagram, google, whatsap, facebook, dan media sosial lainya.

Mirisnya, semua media sosial tersebut adalah yang digunakan oleh peserta didik sehari-harinya. Tanpa kita sadari hal tersebut dapat menjadi penyebab rusaknya sikap dan moral dari peserta didik. Sudah banyak kasus yang menimpah para peserta didik akibat salah dalam penggunaan media sosial. Kasus-kasus yang sering menimpa para peserta didik meliputi kasus pembunuhan, kasus pelecehan seksusal, kasus tawuran antar sekolah, dan kasus-kasus lainya. Di propinsi jawa timur, lebih tepatnya di kabupaten magelang pernah terjadi kasus tawuran antara siswa SMK. Parahnya kasus tersebut dipicu karena adanya ajakan dan tantangan di media sosial. Hal ini sudah menjadi bukti bahwasanya media sosial bisa berdampak pada sikap dan moral para peserta didik.

Namun hal-hal yang bersifat merusak moral dan sikap para peserta didik dapat kita cegah dengan dukungan dan pengawasan dari masyarakat sekitar maupun orang tua. Sebab pemerintah juga sudah mengupayakan agar tidak terjadi kejahatan-kejahatan yang bermula dari media sosial dengan mengeluarkan UU ITE yang menjelaskan dengan tegas larangan kepada setiap orang, untuk mendistribusikan/membuat dapat diaksesnya informasi elektronik/dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan/ pencemaran nama baik. Untuk itu salah satu solusi yang baik agar mencegah rusaknya moral dan sikap para peserta didik, dapat dimulai dari orang terdekat seperti pengawasan dan pembatasan dari orang tua terhadap penggunaan alat elektronik dan media sosial yang dilakukan oleh anaknya sejak dini. Tak hanya itu, peran masyarakat sekitar juga sangat penting agar anak tidak terpengaruh dengan kejamnya media sosial.

Selain solusi diatas ada solusi-solusi yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk meminimalisir agar si buah hati tidak terpengaruh dampak buruk medsos. Diantaranya ialah orang tua bisa membatasi pemakaian wifi atau paket internet, sebab jika tidak ada paket internet/wifi, maka anak tidak akan bisa mengakses medsos. Mengajarkan anak membaca pada saat usia dini juga salah satu cara agar anak tidak terpengaruh, sebab biasanya anak menggunakan hp pada saat boring. Namun jika anak tersebut sudah suka dengan membaca maka pada saat ada waktu luang, si anak akan memilih menggunakan waktunya untuk membaca daripada menggunakan hp untuk mengakses media sosial. Itulah sedikit solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah ataupun meminimalisir agar anak tidak terpengaruh dampak buruk dari media sosial.

Tags: