Membangun Harapan Menggapai Impian

Membahas tentang dunia, tentunya tak luput dengan yang namanya “harapan”, harapan adalah suatu keinginan selama akal kita masih berjalan, karena harapan merupakan bagian dari hidup, Sengaja atau tidak, sebernarnya apa yang kita lakukan di setiap detik menuju detik berikutnya itu termasuk rangkaian dari harapan. Mengapa disebut harapan? karena kita tidak pernah tau, apa yang kita inginkan besok akan terpenuhi atau tidak. Maka dari itu kita berharap esok yang akan datang akan menjadi suatu yang kita inginkan.

Harapan adalah nikmat dari sang kuasa yang harus kita syukuri keberadaannya. Dalam harapan terdapat kepercayaan tentang hasil dan keinginan yang harus dicapai, karena harapan ini ada ketika kita cari dan kita perjuangkan. Dengan harapan kita akan masuk ke wilayah jalan hidup untuk ditempuh atau bisa dikatakan tujuan hidup. Namun harapan bisa berubah-ubah kapan saja dan dimana saja karena harapan ini bersifat dinamis sepanjang waktu.

Menurut Henri J.M Nouwen (2012) pandangan masa depan lahir dari penderitaan sekarang, oleh karena itu harapan ini penting sekali untuk meningkatkan kemampuan seseorang menghadapi kesulitan, keterbatasan, rasa sakit dan lain sejenisnya serta dapat menegaskan arah pada orientasi kehidupan.

Lahirnya harapan dapat dipengaruhi dari pola fikir perilaku seseorang ataupun dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Misalnya orang yang lahir di keluarga pedagang maka mereka akan cenderung berharap menjadi seorang pedagang yang besar, demikian orang yang lahir di keluarga akademis maka akan cenderung berharap menjadi seorang pemikir yang besar, atau dapat disimpulkan harapan ini lahir dari kita lalu dipengaruhi oleh masyarakat sekitar kemudian di dorong akan kebutuhan.

Disamping itu, terkadang harapan adalah sumber dari kehancuran. Daya dorong kehidupan namun tidak berwujud inilah yang akan menjadikan harapan menghasilkan kekecewaan, keputusasaan, patah hati, kebencian dan konflik. Maka berharaplah sesuatu yang dapat dicapai secara rasional, dapat dikontrol, dipandang penting bagi individu dan dapat diterima di level sosial maupun moral. Jadi memang harus pintar-pintar mengolah harapan karena harapan ini sifanya paradox.

Ada beberapa faktor yang dapat menghalagi harapan, yang pertama adalah hambatan dan emosi, suatu kondisi yang tertekan sehingga individu terhambat dalam mencapai tujuan, misalnya kurang mampu mencapai keberhasilan pencapaian tujuan. Yang kedua adalah penyebab stress baik dari internal maupun eksternal. Yang katiga adalah peristiwa negatif atau positif yang mengubah orientasi dan emosi individu, karena ketimpangan antara peristiwa yang harusnya terjadi dan peristiwa yang sesungguhnya terjadi. Peristiwa yang tidak terduga atau surprise event dapat mempengaruhi respon agency atau individu dalam menjalankan pathway atau jalan untuk mencapai tujuan, yang memungkinkan seseorang keluar dari pathway (jalan) yang sudah direncanakan.

  • Proses hilangnya harapan itu ketika ada motivasi yang membangun harapan individu, kemudian menyadari bahwa ada ketidakmampuan untuk mencapai tujuan. Dengan hambatan yang signifikan tanpa menemukan alternative jalan lain, maka secara tidak langsung individu tersebut akan berhenti berharap. namun masih percaya adanya harapan dan tujuan, hanya saja membutuhkan energi mental yang lebih.
  • Maka dari itu kita harus membangun kembali jalan dari harapan tersebut, berikut ini adalah beberapa tips untuk membangun kembali suatu harapan :
  • Mempelajari konsep diri tentang kesuksesan
  • Memikirkan kesulitang yang dialami sebagai refleksi dari strategi yang kurang tepat
  • Memikirkan tujuan dan kemunduran sebagai tantangan, bukan kegagalan
  • Memikirkan kembali kesuksesan masa lampau
  • Mendengarkan cerita tentang bagaimana cara orang lain mencapai kesuksesan
  • Mengembangkan pertemanan dengan orang yang dapat diajak berbicara tentang tujuan
  • Memberi hadiah pada diri sendiri untuk pencapaian sub tujuan dalam perjalanan mencapai tujuan yang panjang
  • Mengedukasi diri sendiri untuk ketrampilan spesifik

Tags: