Beban Kerja Guru Berdasarkan KMA 890 Tahun 2019

Beban kerja guru secara eksplisit telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, namun demikian masih diperlukan penjelasan tentang rincian penghitungan beban kerja guru dengan mempertimbangkan beberapa tugas guru di Madrasah selain tugas utamanya sebagai pendidik. Guru profesional menjadi piranti niscaya dalam melahirkan anak-anak; bangsa yang berilmu, cakap, berakhlak serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Guru adalah bagian yang tidak terpisahkan dari komponen pendidikan lainnya yaitu peserta didik, kurikulum, fasilitas dan sarana prasarana, serta manajemen. Terkait dengan beban kerja guru sebagai instrumen niscaya dalam proses keberhasilan pembelajaran, terpenuhi atau tidaknya beban mengajar 24 (dua puluh empat) jam tatap muka per minggu bagi menjadi keniscayaan. Untuk itu, disusunlah Keputusan Menteri Agama tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah yang Bersertifikat Pendidik pada Kementerian Agama yang berisikan rumusan perhitungan beban kerja dan tatap muka dan ekuivalensi tugas tambahan guru dengan jam tatap muka.

KMA Nomor 890 Tahun 2019 menjadi regulasi terbaru terkait dengan pedoman pemenuhan beban kerja dan ekuivalensi guru madrasah. Keputusan Menteri Agama ini menggantikan KMA Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah yang Bersertifikat Pendidik. Meski selama beberapa tahun terakhir, terkait beban kerja dan ekuvalensi guru bersertifikat lebih mengacu pada Juknis Penyaluran TPG yang diterbitkan setiap tahunnya.

Sehingga terkadang, antar tahun terdapat perubahan ekuivalensi tugas tambahan guru, yang menjadi dasar penghitungan beban kerja guru bersertifikat pendidik.

Dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 890 Tahun 2019 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah yang Bersertifikat Pendidik ini bisa menjadi acuan yang pasti dalam penghitungan beban kerja guru madrasah. Sehingga tiap tahunnya tidak lagi terdapat penghitungan yang berubah-ubah dalam Juknis TPG yang dikeluarkan.

1. Beban Kerja Guru Bersertifikat Pendidik
KMA Nomor 890 tahun 2019 ini mengupas tuntas tentang beban kerja guru. Baik guru kelas, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling/konselor, guru yang diberi tugas sebagai kepala madrasah, maupun guru dengan tugas tambahan dan guru dengan tugas tambahan lain.

Adapun beban kerja guru yang bersertifikat pendidik, ditetapkan sebagai berikut:

  1. Guru Kelas, beban kerjanya adalah satu kelas yang menjadi tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh dalam proses pembelajaran seluruh mata pelajaran di kelas tertentu pada RA dan MI, kecuali mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan dan mata pelajaran rumpun agama dan Bahasa Arab.
  2. Guru Mata Pelajaran memiliki beban kerja paling sedikit 24 jam tatap muka (JTM) dan paling banyak 40 JTM perminggu, baik pada satu atau lebih satuan pendidikan.
  3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dengan beban kerja mengampu pembimbingan dan konseling pada sedikitnya lima rombongan belajar pertahun, baik pada satu atau lebih satuan pendidikan.
  4. Kepala Madrasah, adalah guru yang diberi tugas sebagai kepala madrasah memiliki ekuivalen beban kerja 24 JTM.
  5. Guru dengan Tugas Tambahan dan guru dengan Tugas Tambahan Lain, memiliki ekuivalen dengan beban kerja yang bervariasi.

2. Ekuivalensi Guru dengan Tugas Tambahan

Guru dapat diberikan tugas tambahan yang mana dihitung sebagai ekuivalen dengan jam tatap muka. Tugas tambahan di sini meliputi Wakil Kepala Madrasah, Koordinator Bidang Pendidikan MI, Ketua Program Keahlian MAK, Kepala Perpustakaan, Kepala laboratorium, Kepala Bengkel atau Kepala Unit Produksi MAK, Pembina Asrama, dan Guru Pembimbing Khusus (Madrasah Inklusi).

Masing-masing tugas tambahan tersebut di atas, ekuivalen dengan 12 jam tatap muka, keculai untuk Guru Pembimbing Khusus pada Madrasah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi yang diakui ekuivalen dengan 6 JTM.

Khusus bagi Wakil Kepala Madrasah yang bersertifikat pendidik sebagai Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor, ekuivalen dengan membimbing tiga rombongan belajar.

3. Ekuivalensi Guru dengan Tugas Tambahan Lain

Tugas tambahan lain yang dimaksud dalam KMA Nomor 890 tahun 2019 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah yang Bersertifikat Pendidik ini meliputi:

  1. Wali Kelas, ekuivalen dengan 6 JTM
  2. Pembina Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), ekuivalen dengan 6 JTM
  3. Pembina Ekstrakurikuler, ekuivalen dengan 6 JTM
  4. Koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) / Penilaian Kinerja Guru (PKG), ekuivalen dengan 6 JTM
  5. Koordinator Bursa Kerja (BKK), ekuivalen dengan 2 JTM
  6. Guru Piket, ekuivalen dengan 1 JTM
  7. Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LPS-P1), ekuivalen dengan 1 JTM
  8. Penilai Kinerja Guru, ekuivalen dengan 2 JTM
  9. Pengurus Organisasi/Asosiasi Profesi Guru, ekuivalen dengan 3 JTM (tingkat nasional), 2 JTM (tingkat provinsi), dan 1 JTM (tingkat kabupaten).
  10. Pembina ko-kurikuler, ekuivalen dengan 2 JTM

4. Tabel Ekuivalensi Tugas Tambahan Guru

Untuk lebih jelasnya, silakan simak tabel ekuivalensi tugas tambahan guru sebagai berikut:

A. Guru dengan tugas Kepala Madrasah

TugasEkuivalensi
Kepala Madrasah24 JTM

B. Guru dengan Tugas Tambahan

Tugas TambahanEkuivalensiKetentuan
Wakil Kepala Madrasah pada MTs/MA/MAK12 JTM1-3 Rombel 1 org Waka,
4-6 Rombel 2 org Waka,
7-9 Rombel 3 org Waka,
>10 Rombel 4 org Waka
Koordinator Bidang Pendidikan MI12 JTM1-6 Rombel 1 org korbid,
7-12 Rombel 2 org korbid,
13-18 Rombel 3 org korbid,
>19 Rombel 4 org korbid,
Ketua Program Keahlian pada MAK12 JTMSejumlah program keahlian di Madrasah tersebut
Kepala Perpustakaan MI/MTs/MA/MAK12 JTM
Kepala Laboratorium MTs/MA/MAK12 JTMJenjang MTs hanya 1 orang
Jenjang MA/Mak sejumlah Laboratorium dan program keahlian
Kepala Bengkel atau Unit produksi MAK12 JTMSejumlah bengkel atau unit produksi di madrasah tersebut
Pembina Asrama12 JTMPada madrasah negeri dengan rasio peserta didik 1:50
Pada madrasah swasta dengan rasio peserta didik 1:75
Pembimbing khusus pada madrasah Inklusi6 JTM

C. Guru dengan Tugas Tambahan Lain

Tugas Tambahan LainEkivalensiKetentuan
Wali Kelas6 JTM1 guru /kelas /tahun
Pembina Organisasi Intra Madrasah (OSIM)6 JTM1 guru /madrasah /tahun
Pembina Ekstrakurikuler6 JTM1 guru /ekstrakurikuler /kegiatan /minggu dengan minimal 15 peserta didik
Koordinator program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PPKB)/Penilaian kinerja guru (PKG)6 JTM1 guru /madrasah /tahun
Koordinator bursa kerja khusus (BKK) pada MAK2 JTM1 guru /madrasah /tahun
Guru piket1 JTM1 guru /hari /minggu,
1-6 rombel 1 guru piket /hari,
7-12 rombel 2 guru piket /hari,
13-18 rombel 3 guru piket /hari,
>19 rombel 4 guru piket /hari
Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1)1 JTM1 guru /madrasah
Penilaian kinerja Guru (PKG)2 JTM1 guru /madrasah /5-10 guru
Pengurus organisasi atau asosiasi guru1-3 JTMTingkat Nasional 3 JTM,
Tingkat Provinsi 2 JTM,
Tingkat Kabupaten 1 JTM,
1 guru /jabatan /tahun
Pembina Ko-Kurikuler2 JTM1 guru /ko-kuikuler /kegiatan dengan minimal 15 peserta didik

5. Dapatkan KMA Nomor 890 Tahun 2019
Untuk memahami secara menyeluruh dan mendalam, silakan baca dan mempelajari Keputusan Menteri Agama Nomor 890 Tahun 2019 ini. Untuk mengunduhnya, sila klik tautan di bawah.

File PDF nya ada Disini

Tags: