Jadwal dan Petunjuk Teknis SNPDB MAN Cendikia Tahun 2020

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia merupakan salah satu prototipe madrasah unggulan berbasis asrama di Indonesia. Pendirian MAN Insan Cendekia bertujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam bidang Keimanan dan Ketakwaan (IMTAK), menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), mempunyai wawasan keislaman dan kebangsaan yang baik, serta mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di samping itu, keberadaan MAN Insan Cendekia ini diharapkan dapat berfungsi sebagai Magnet School, yaitu menjadi model dan inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di sekitarnya.

Pada awalnya hanya ada dua MAN Insan Cendekia di Indonesia, yaitu MAN Insan Cendekia Serpong dan MAN Insan Cendekia Gorontalo. Pada tahun 2012 Kementerian Agama menegerikan MA Cendekia Jambi untuk dijadikan MAN Insan Cendekia Jambi. Sejak tahun 2015 Kementerian Agama telah mendeseminasi prototipe penyelenggaraan pendidikan MAN Insan Cendekia, sehingga saat ini terdapat 23 lokasi MAN Insan Cendekia di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN-PK) merupakan salah satu program peminatan unggulan nasional dalam bidang keagamaan berbasis asrama yang menjadi bagian dari MAN Reguler yang sudah ada. MAN-PK pada MAN Reguler bertujuan merevitalisasi praktik baik penyelenggaraan Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) yang pemah diprakarsai oleh Menteri Agama Munawir Sjadzali pada akhir tahun 1987 yang dibuka pertama kali di lima daerah, yaitu: Ujung Pandang, Jember, Yogyakarta, Ciamis, dan Padang Panjang. Dengan penekanan pada kurikulum keagamaan yang padat serta penekanan pada penguasaan Bahasa Arab dan Inggris, MAPK saat itu dinilai berhasil menghasilkan lulusan yang berwawasan ke-Islaman, ke-Indonesiaan, dan ke-modernan yang baik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Agama terus menggalakkan program diversifikasi madrasah aliyah. Selain MAN reguler, MAN Insan Cendekia, dan MAN Program Keagamaan yang telah disebutkan se belumnya, Kementerian Agama juga membuka Madrasah Aliyah Negeri Kejuruan yang fokus pada penyelenggaraan pendidikan kejuruan. Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Kementerian Agama yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah. Pada tahun 201 7, Kementerian Agama membangun piloting MA Kejuruan Negeri di 2 (dua) lokasi, yaitu: Ende (NTI’) dan Bolaang Mongondow (Sulut).

Dalam upaya menjamin mutu penyelenggaraan MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MA Kejuruan Negeri, maka Kementerian Agama menerapkan Si stem Seleksi Nasional Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan (SNPDB MANIC-MANPK-MAKN).

Baca Juga :  Kumpulan KI KD MI Sesuai KMA Nomor 183 Tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab pada Madrasah tahun 2019

SNPDB MANIC-MANPK-MAKN ini merupakan salah satu instrumen untuk menjaring calon peserta didik yang potensial ditinjau dari sisi akademik, kepribadian, dan kesehatan, sehingga diharapkan dapat mengikuti pendidikan secara optimal di madrasah dengan sistem berasrama. Di samping itu, SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2020/2021 diharapkan dapat menjaring peserta didik yang berpotensi, yang dapat dilihat dari beberapa indikator tes bakat skolastik peserta didik berupa: kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif / numerik, kemampuan logika/ penalaran, dan kepribadian, serta tes akademik yang meliputi bidang studi: Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Arab

Berikut petunjuk lengkapnya unduh disini

Tags: