Pedoman Pendidikan Kemaritiman PAUD

Layanan Pendidikan anak usia dini berkualitas merupakan salah satu sasaran dan rencana strategi yang menjadi prioritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas.

Layanan PAUD berkualitas ditunjukkan oleh kemampuan mengadaptasi layanan pendidikan berdasarkan kebutuhan lembaga, karakteristik geografis dan tantangan bangsa Indonesia di masa kini dan masa yang akan datang. Salah satu kebutuhan dan sekaligus tantangan yang harus diadaptasi adalah upaya mengembalikan bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim serta menjadi Indonesia menjadi poros maritim dunia. Kebutuhan lainnya adalah wilayah negara kesatuan republik Indonesia adalah wilayah negara kepulauan yang berada pada lingkar cincin api dunia (ring of fire).

Berdasarkan kebutuhan tersebut, layanan PAUD berkualitas mengharuskan adanya kebijakan negara untuk mempersiapkan generasi bangsa Indonesia memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi dan kondisi wilayah dengan karakteristik seperti itu. Layanan PAUD berkualitas harus mampu mengantarkan program, proses hasil capaian pendidikan ke arah yang mempersiapkan generasi muda bangsa Indonesia untuk memikul tanggung jawab menjadi bangsa maritim dan sekaligus bangsa yang sadar akan bahaya dan manfaat berada pada wilayah lingkar cincin api dunia.

Layanan PAUD seharusnya menjadi episentrum strategi nasional dalam bidang pendidikan untuk mempersiapkan generasi bangsa Indonesia yang memiliki kepekaan, pengetahuan, nilai, sikap dan perilaku yang positif terhadap berbagai keadaan lingkungan. Sebagai negara kepulauan dan memiliki luas wilayah dua pertiganya wilayah laut sudah selayaknya diperkenalkan pada anak usia dini melalui berbagai kelembagaan. Pendidikan kemaritiman pada anak usia dini sesungguhnya merupakan bentuk pendidikan yang pasti melibatkan komunitas masyarakat yang ada di wilayah laut. Pola pendidikan seperti ini akan menjadi pendidikan terintegrasi antara pendidikan pada anak usia dini, pendidik PAUD dan komunitas masyarakat di wilayah laut/pesisir.

Pola pendidikan seperti yang dimaksud pada kenyataannya masih belum ditemukan pada penyelenggaraan lembaga PAUD, khususnya yang berada di wilayah laut/pesisir. Generasi muda masyarakat laut/pesisir kurang memiliki kemauan dan kesanggupan untuk meneruskan nilai-nilai, tradisi dan budaya sebagai masyarakat atau bangsa maritim dan bekerja di sektor kemaritiman. Kondisi ini jika dibiarkan bisa menjadi malapetaka bagi bangsa Indonesia sebagai negara agraris sekaligus negara maritim. Bangsa Indonesia akan kehilangan kedigjayaan sebagai bangsa agraris yang sanggup menjadi negara swasembada pangan atau menjadi negara maritim yang menguasai segala harta kekayaan laut yang tidak terhingga nilai ekonomis maupun geopolitiknya.

Oleh karena itu, penanaman karakter budaya maritim perlu dipersiapkan sejak usia dini, baik pada lingkungan keluarga maupun kelembagaan pendidikan anak usia dini. Pola penanaman karakter budaya maritim tersebut secara sungguh-sungguh disusun dalam bentuk kurikulum dan pembelajaran budaya maritim pada anak usia dini. Oleh karena itu, direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini perlu membuat pedoman teknis untuk penyusunan kurikulum dan pembelajaran budaya maritim dalam bentuk Pedoman teknis Pendidikan Kemaritiman pada Lembaga PAUD. Untuk lebih lengkapnya silahkan unduh Pedoman Lengkapnya DISINI

Tags: