Pedoman Pendidikan Sosial Finansial PAUD

Globalisasi dan digitalisasi teknologi telah mentransformasi semua aspek kehidupan manusia, menjadi semakin cepat tanpa batas ruang dan waktu, semakin murah dan mudah didapat. Disrupsi dalam segala bidang menimbulkan dampak sosial dan ekonomi. Adanya disrupsi dalam segala aspek membuat pemerintah mengambil tindakan sebagai strategi nasional termasuk dalam bidang pendidikan, dengan melakukan pendekatan sistematis untuk memperkuat literasi keuangan bagi warga negaranya, termasuk Indonesia (Alena, 2015).

Selain Indonesia, banyak negara saat ini tertarik pada pendidikan keuangan dan literasi keuangan. Salah satu contoh adalah kegiatan organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan (OECD = Organisation for Economic Cooperation and Development) yang sejak tahun 2003 meluncurkan proyek pendidikan keuangan.

OECD mendefinisikan pendidikan keuangan sebagai proses dimana pelaku keuangan/investor meningkatkan pemahaman mereka tentang produk dan konsep keuangan melalui informasi instruksi dan atau saran obyektif mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri untuk menjadi lebih sadar akan resiko dan peluangan keuangan, untuk membuat pilihan, untuk mengetahui kemana harus mencari bantuan untuk mengambil tindakan efektif lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan.” (OECD, 2005 p 26).

Di dunia global yang modern tanpa adanya pendidikan keuangan, individu dan rumah tangga akan lebih rentan terhadap hutang dan kebangkrutan. OECD menyarankan bahwa pendidikan keuangan harus dimulai dari di sekolah, dan anak harus dididik tentang masalah keuangan sedini mungkin dalam kehiduapan mereka.

Menyediakan pendidikan finansial untuk anak merupakan komponen penting dalam transisi dari masa kanak kanak ke dewasa dan pengembangan warganegara yang bertanggung jawab secara finansial. Sekalipun dalam masyarakat masih terdapat anggapan bahwa mengajarkan anak konsep keuangan itu tabu, kita tetap perlu secara bijaksana mengatur penyampaian Pendidikan Sosial Finansial ini kepada anak dengan cara yang tepat.

Pendidikan Sosial Finansial bagi anak usia dini dapat diartikan sebagai sebuah pembelajaran kepada anak usia dini terkait untuk membangun sikap dan pengetahuan terhadap nilai uang serta kemampuan mengelolanya. Yang dimaksud dengan membangun sikap dan pengetahuan terhadap nilai uang serta kemampuan mengelolanya yang bisa dikembangkan agar dapat hidup secara mandiri terkait dengan pengalaman pengelolaan keuangan keluarga.

Ada banyak manfaat memperkenalkan pendidikan sosial finansial sejak usia dini karena di usia dini anak sedang berada pada proses belajar untuk menumbuhkan sikap dan perilaku keuangan pribadi. Pendidikan memungkinkan seseorang meraih dan membuka kesempatan masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan karakter dan cara berfikir seseorang  dibangun.

Pendidikanlah yang akan mempersiapkan anak didik memahami realitas kehidupan yang dihadapi sehingga kelak ketika dewasa mampu hidup secara mandiri di tengah masyarakat. Membekali anak dengan pendidikan sosial finansial memungkinkan tersedianya anak didik yang tidak hanya nantinya siap bekerja untuk mencari uang, namun juga bagaimana cara mengelola uang.

Anak usia dini merupakan calon para pelaku berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi dimasa depan. Kelak keputusan-keputusan yang ia ambil mempengaruhi perkembangan kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu penting menumbuhkan rasa menghargai terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya dan bertanggungjawab memanfaatkannya melalui kemampuan mengelola keuangan sejak dini.

Paulson (2008) menyatakan bahwa fokus kunci pengembangan literasi finansial pada anak usia dini penting karena usia dini adalah kesempatan terbaik kita untuk membuat perbedaan dalam jangka panjang.

Anak usia dini memiliki ketergantungan secara finansial pada orang tuanya dan belum dapat mengontrol sumber daya yang mereka miliki (Holden. K. et.all., 2013). Pada usia tersebut, anak dapat belajar konsep dasar tentang finansial, alat-alat untuk berbagi, dan alat-alat pembayaran yang memungkinkan bagi anak untuk lebih dini dan lebih mudah mengelola tantangan keuangan di masa depan sehingga lebih terjamin keamanan finansialnya. Upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut, tentunya harus dilakukan sesuai dengan tahapan perkembangan serta memperhatikan kebutuhan anak usia dini.

Masa usia dini adalah tahap kritis dimana fondasi untuk kesejahteraan ekonomi masa depan diletakkan melalui akumulasi pengetahuan dan keterampilan dalam membentuk sifat dan kepribadian (Drever 2015). Pada anak usia dini intervensi orangtua dan keluarga sangat mempengaruhi perilaku anak dalam perilaku prososial (FU & Padilla – Walker 2019). Hasil penelitian menunjukkan norma keuangan orang tua berpotensi mempengaruhi tahap pembelajaran dan transformasi psikologis anak (2019), sedangkan pendidikan keuangan sekolah memperkuat dampak informasi yang disampaikan oleh norma norma keuangan orang tua. Karena itu dalam menerapkan Pendidikan Sosial Finansial, satuan PAUD harus bekerjasama dengan keluarga sehingga memberikan dampak pada perilaku anak. Untuk lebih lengkapnya silahkan unduh Panduannya DISINI

Tags: