Pengertian Evaluasi Pembelajaran

Menurut Suharsimi Arikunto dalam buku Dasar-dasar evaluasi, Evaluasi adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merupakan unsur serapan yang berasal dari istilah bahasa Inggris evaluation. Evaluation berasal dari akar kata value yang berarti nilai.[1] Dari kata nilai terbentuklah istilah “penilaian” yang digunakan sebagai padanan dari istilah evaluasi karena memang penilaian dapat diartikan sebagai tindakan memberi nilai tentang kualitas sesuatu.

Ada tiga istilah yang sering digunakan untuk mengungkapkan istilah evaluasi dan penilaian, khususnya dibidang pendidikan. Istilah-istilah tersebut adalah pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Ketiga istilah tersebut memiliki persamaan sekaligus perbedaan pengertia. Perbedaan pengertian ketiganya terutama terletak pada konteks penggunaan istilah.

Menurut Dr. Zainal Arifin, M.Pd. Dalam buku Evaluasi Pembelajaran, Evaluasi lebih luas ruang lingkupnya dari penilaian, sedangkan penilaian lebih terfokus pada aspek tertentu sajayang merupakan bagian dari ruang lingkup tersebut. Jika evaluasi dan penilaian bersifat kualitatif, maka pengukuran bersifat kuantitatif (skor/angka) yang diperoleh dengan menggunakan suatu alat ukuran atau instrumen yang standar (baku).

Ada beberapa istilah yang sering disalahartikan dan disalahgunakan dalam praktik evaluasi, yaitu tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Secara konsepsional istilah-istilah tersebut berbeda satu sama lain, tetapi memiliki hubungan yang sangat era. Istilah “tes” berasal dari bahasa latin “testum” yang berarti sebuah piring atau jambangan dari tanah liat.[2]

Menurut carl  H. Wiitherington (1952), dalam buku Evaluasi Pembelajaran “an evaluation is a declaration that something has or does not have value.” Sama halnya dengan Wand dan Brown (1957), bahwa evaluasi berarti “…refer to the act or process to determining the value of something”. Kedua pendapat tersebut menegaskan pentingnya nilai (value) dalam evaluasi. Padahal, dalam evaluasi bukan hanya brkaitan dengan nilai tetapi juga arti atau makna. Sebagaimana dikemukakan oleh Guba dan Lincoln (1985), bahwa evaluasi sebagai “a process for describing an evaluand and judging its merid and worth”. Jadi, evaluasi adalah suatu proses untuk menggambarkan peserta didik dan menimbangnya dari segi nilai dan arti.

Menurut Gilber sax (1980 : 18) bahwa “evaluation is a process through which a value judgement or decision is made form a veriety of observations and from the background and training of the evaluator”. Dari beberapa rumusan tentang evaluasi ini, dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan artti) dari sesuatu, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan.berdasarkan pengertian iini, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut, yaitu:

  1. Evaluasi adalah suatu proses bukan suatu hasil (produk). Hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah kualitas sesuatu, baik yang menyangkut tentang nilai atau arti, sedangkan kegiatan untuk sampaipada pemberian nilai dan arti itu adalah evaluasi.

Membahas tentang evaluasi berarti mempelajarai bagaimana proses pemberian pertimbanagan mengenai kualitas sesuatu. Gambaran kualitas yang dimaksud merupakan konsekuensi logis dari proses evaluasi yang dilakukan. Proses tersebut tentu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dakam arti terencana, sesuai dengan prosedur dan prinsip serta dilakukan secara terus-menerus.

  • Tujuan evaluasi adalah untuk menentukan kualitas sesuatau, terutama yang berkenaan dengan nilai dan arti.
  • Dalam proses evaluasi harus ada pemberian pertimbangan (judgement).
  • Pemberian pertimbangan tentang nilai dan arti haruslah berdasarkan kriteria tertentu.[3]

Menurut Dr. Elis  Ratnawulan, S.Si., M.T. Dan Dr. H. A. Rusdiana, M.M. Pengantar Prof. Dr. H. Sutaryat Trisnamansyah dalam buku yang berjudul Evaluasi Pembelajaran, Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru.

Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Berdasarkan tujuannya, evaluasi pembelajaran dibedakan atas evaluasi diagnostik, selektif, penempatan, formatif, dan sumatif. Berdasarkan sasarannya, evaluasi pembelajaran dapat dibedakan atas evaluasi konteks, input, proses, hasil, dan outcome. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan hasil dan pelaporan.

Dalam rangka kegiatan pembelajaran, evaluasi dapat didefinisikan seagai proses sistematis dalam menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Evaluasi pembelajaran diartikan sebagai penentuan kesesuaian antara tampilan siswa dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini yang dievaluasi adalah karakteristik siswa dengan menggunakan suatu tolak ukur tertentu. Karakteristik tersebut dalam ruang lingkup kegiatan belajar mengajar adalah tampilan siswa dalam bidang kognitif (pengetahuan dan intelektual), afektif (sikap, minat, dan motivasi), dan psikomotor (keterampilan, gerak, dan tindakan). Tampilan tersebut dapat dievaluasi secara lisan, tertulis, ataupun perbuatan. Dengan demikian, mengevaluasin disini adalah menentukan tampilan siswa telah usai dengan tujuan intruksional yang telah dirumuskan atau belum.

Pengertian evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan melalui kegiatan pengukuran dan penilaian pembelajaran.

Evaluasi pembelajaran berujuan untuk mengetahui efisiensi proses pembelajaran yang dilaksanakan dan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Menurut Depdiknas (2006) evaluasi adalah kegiatan mengidentifikasi untuk melihat suatu program yang direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya.

Pada dasarnya, evaluasi merupakan proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan tentang tujuan-tujuan pengajaran yang telah dicapai oleh siswa (Purwanto, 2002).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa evaluasi dalam pembelajaran adalah proses atau kegiatan untuk mengukur dan menilai kemampuan siswa dalam pembelajaran, seperti pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk membuat keputusan tentang status kemampuan siswa tersebut.[4]


[1] Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), hlm. 7

[2] Drs. Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja rosdakarya, 2013), hlm. 2

[3] Drs. Zainal Arifin, Evaluasi pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 5 dan 6

[4] Dr. Elis  Ratnawulan, S.Si., M.T. dan Dr. H. A. Rusdiana, M.M., Evaluasi Pembelajaran, (Bandung : CV Pustaka Setia, 2015), hlm. 21 dan 22

Tags: