Panduan Belajar Siswa dari Rumah Untuk Orang Tua Melalui TVRI 4 – 10 Mei 2020

rogram Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19.

Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan. Pembelajaran dalam BDR  ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Untuk mengikuti program tersebut orang tua di harap mengikuti ketentuan berikut ini :

Untu Peserta Didik PAUD :

Sebelum tayangan : Kurang lebih 10 menit sebelum program ditayangkan, orang tua dapat melakukan hal ini: Mengajak anak duduk Bersama, Menjelaskan sekilas tentang tayangan mengenai apa yang akan ditonton dan tokoh-tokoh inti seperti Elmo dan Tatan dalam Jalan Sesama. Menyampaikan lamanya tayangan dan aktivitas yang akan dilakukan dengan anak.

Saat tayangan : Alternatif kegiatan yang dapat dilakukan bersama anak saat melihat tayangan adalah sebagai berikut: Gerak dan Lagu, Orang tua mengajak anak bernyanyi dan mengikuti gerakan tokoh atau lagu-lagu seperti yang dicontohkan di tayangan Jalan Sesama. Berdialog dengan Anak, Kembangkan dialog interaktif dengan anak tentang topik yang sedang dibahas di tayangan Jalan Sesama. Selain itu, orang tua juga dapat mengajak anak bermain peran mengikuti tokoh yang dicontohkan dalam tayangan.

Sesudah tayangan : Orang tua dapat mengajak anak melakukan aktivitas alternatif sebagai berikut: Membacakan Buku Cerita ke Anak. Selesai membacakan cerita, orang tua dapat berdialog dengan dengan anak tentang tokoh-tokoh yang ada dalam buku cerita yang dibacakan. Menggambar. Setelah menggambar, tanyakan apa yang digambar oleh anak dan tuliskan apa yang diceritakan anak pada bagian atas kertas. Dokumentasikan gambar tersebut. Membuat Kolase atau Mozaik. Untuk kreasi, bisa memilih gambar berbentuk hewan, tumbuhan, atau gambar pemandangan alam. Berkebun. Misalnya menyiram tanaman, menanam tanaman, dll.

Untu Peserta Didik SD Kelas 1 s.d 3 :

Sebelum tayangan: Kurang lebih 10 menit sebelum program ditayangkan, orang tua mengajak anak duduk bersama dengan sikap rileks dan menjelaskan sekilas tentang lamanya tayangan dan aktivitas yang akan dilakukan dengan anak saat dan/atau sesudah menyaksikan tayangan tersebut. Anak juga menyiapkan alat tulis.

Kompetensi Literasi

Berikut hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kompetensi literasi anak dari melihat tayangan:

  1. Pandulah anak memahami instruksi lisan dari tayangan program dengan cara meminta anak mengulanginya. orang tua juga perlu mengajukan pertanyaan- pertanyaan kepada anak tentang kata-kata yang belum dipahami, lalu membantu menjelaskannya. Setelah anak mengerti, mintalah anak untuk membuat kalimat dari kata-kata tersebut.
  2. Khusus untuk instruksi/pertanyaan tertulis (dalam bentuk teks), mintalah anak membaca kembali instruksi tersebut.
  3. Pandulah anak untuk menyampaikan pendapatnya dengan melakukan diskusi.
  4. Perhatikan bagaimana susunan kalimat yang dibuat anak.
  5. Bantu anak agar bisa menyampaikan gagasan dengan kalimat yang benar dan runut.
  6. Orang tua diharapkan bisa mengarahkan anak agar bisa mengemukakan pendapatnya lewat diskusi. Mintalah anak menyampaikan gagasannya secara lisan. Jika memungkinkan, direkam.
  7. Untuk tugas tertulis, bantulah anak menuliskan baris demi baris tugasnya.

Untuk lebih lengkapnya unduh panduan ini disini

Tags: