Pandemi Virus Covid-19 Terhadap Pelaksanaan Ramadhan Dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H

Kurang dari 2 minggu kedepan para umat islam akan menjalani Ramadhan. Bulan Ramadhan sendiri bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam. Karena semua orang berlomba-lomba memperbanyak ibadah yang mana pahalanya akan dilipat gandakan daripada bulan biasanya. Namun, pada tahun ini ada pandemi virus corona yang menyerang tidak hanya negara Indonesia, tetapi seluruh dunia. Hal itu merupakan tantangan untuk ramdhan tahun ini dan yang membuat ramdhan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan surat edaran mengenai pelaksanaan ramadhan dan idul fitri 1 syawal 1441 H yang harus tetap mengikutii himbauan pemerintah untuk tetap sosial distancing dan stay di rumah. Surat edaran tersebut berisi panduan untuk para umat islam dalam menyikapi aktvitas maupun pelaksanaan ibadahnya. Selain itu panduan ini juga dikeluarkan untuk mengatur pembayaran zakat fitrah maupun zakat yang lain yang membutuhkan perantara dalam pelaksanaannya. Adal pula larangan untuk melaksanakan bukber atau buka bersama.

Berikut adalah isi panduan yang terdapat dalam surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama Nomor 6 tahun 2020:

  1. Umat islam tetap diwajibkan menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan dengan baik sesuai ketentuan fikih ibadah.
  2. Sahur dan berbuka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu diadakan sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa bersama).
  3. Pelaksanaan sholat terawih dilakukan dirumah secara individu atau bersama keluarga inti saja.
  4. Tadarus Al-quran dilakukan dirumah masing-masing.
  5. Buka puasa bersama yang diadakan oleh lembaga-lemba pemerintahan maupun swasta ditiadakan terlebih dahulu.
  6. Peringatan nuzulul qur’an dengan mengadakan pengajian yang mengundang penceramah, kerumunan massa, ditiadakan.
  7. Tidak melaksanakan I’tikaf di sepuluh malam terakhir pada bulan ramadhan.
  8. Pelaksanaan sholat idul fitri yang biasanya diadakan di lapangan dan masjid, ditiadakan dahulu.
  9. Tidak diperkenankan melakukan kegiatan sebagai berikut: a) sholat terawih keliling, b) takbiran keliling, c) pesantren kilat, kecuali dilakukan secara online.
  10. Halal bihalal yang biasanya dilakukan saat hari raya idul fitri dengan berkeliling kerumah saudara-saudara, ditiadakan. Diganti melalui sosial media.
  11. Pengumpulan zakat fitrah dan atau ZIS (zakat, infaq, dan sodaqoh), umat muslim untuk segera membayar zakatnya agar dapat terdistribusi dengan cepat dan meminimalisir membuat kerumunan maupun tatap muka secara langsung.
  12. Penyaluran zakat fitrah dan atau ZIS (zakat, infaq, sodaqoh), diusahakan untuk menghindari penyaluran zakat dengan kupon maupun hal lain yang nantinya membuat massa berkumpul.
  13. Petugas yang menyalurkan ZIS tetap diharuskan untuk memakai alat pelindung kesehatan seperti, masker, sarung tangan, dan alat pembersih lainnya.
  14. Dalam melaksanakan ibadah ramadhan dan syawal, masing-masing individu turut menciptakan, dan menjaga kondusifitas kehidupan keberagaman dengan tetap mengedepankan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.
  15. Tetap memperhatikan dan mengikuti instruksi pemerintah pusat dan daerah setempat mengenai covid-19.
Baca Juga :  Pengorbanan Membangun Insan Cendekia

Selain dikeluarkannya surat edaran oleh Kementerian Agama, pemerintah juga menghimbau pada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan mudik maupun pergi ke luar kota terlebih dahulu. Hal ini agar rantai penularan virus corona bisa berhenti dan tidak semakin menyebar.

Kita sebagai masyarakat Indonesia yang baik, mari bersama-sama memperhatikan dan juga menjalankan himbauan dari pemerintah salah satunya yaitu untuk dirumah aja. Melakukan semuanya dirumah aja. Karena rumah merupakan tempat yang paling aman dan masing-masing penghuninya bisa mengusahakan kebersihannya sendiri. Selain dirumah aja, juga ada himbauan untuk melakukan sosial distancing. Hal ini juga harus dilakukan tiap individu jika sudah berada di luar rumah untuk mengantisipasi menularnya virus dari orang sekitar.

Tags: