Penanaman Nilai-Nilai Karakter Anak Usia Dini

Karakter adalah sebuah kebiasaan yang sudah tertanam dalam jiwa setiap individu dan sulit untuk dihilangkan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia karakter adalah tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain.

Pengertian tersebut memberikan asumsi bahwa karakter sangat erat hubungannya dengan akhlak atau budi pakerti. Artinya, karakter dapat dimaknai sebagai moral atau etika dalam bertingkah laku.

Karakter sendiri menurut etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu karasso yang berarti cetak biru, format dasar, dan sidik seperti dalam sidik (Marsda, 2018). Dalam hal ini karakter diartikan sebagai sesuatu yang tidak dapat dikuasai oleh intervensi manusia. Dengan kata lain karakter antara satu orang dengan yang lain berbeda-beda dan tidak ada yang sama seperti halnya sidik jari. Pendapat lain juga menyebutkan bahwa karakter erat hubungannya dengan personality atau kepribadian seseorang.

Pengertian ini memberikan gambaran bahwa segala ucapan dan tindakan yang ditunjukkan oleh seseorang dalam berperilaku merupakan bentuk dari karakter. Menurut Fasli Jalal sebagaimana karakter ialah nilai-nilai yang khas, baik (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) terpatri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku.

Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami bahwa karakter merupakan kepribadian yang dimiliki oleh seseorang yang telah menjadi sebuah watak atau tabiat yang sulit untuk dihilangkan, sehingga menjadi cerminan dalam berperilaku setiap hari. Karakter ini menjadikan perbedaan antara satu orang dengan yang lainnya.

Nilai-nilai karakter

Banyak nilai karakter yang dapat ditanamkan ke anak-anak sejak dini. Dalam pendangan pendidikan karakter di Indonesia, paling tidak ada 18 (delapan belas) nilai karakter yang dapat disisipkan dalam proses pembelajaran (fadlillah, 2016), di antaranya: 

  1. Religius yaitu Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. 
  2. Jujur yaitu Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. 
  3. Toleransi yaitu Sikap tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. 
  4. Disiplin yaitu Prosiding Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. 
  5. Kerja keras yaitu Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. 
  6. Kreatif yaitu Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. 
  7. Mandiri yaitu Sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. 
  8. Demokratis yaitu Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Rasa ingin tahu yaitu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar. 
  10. Semangat kebangsaan yaitu Cara berfikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. 
  11. Cinta tanah air yaitu Cara berfikir, bertindak, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. 
  12. Menghargai prestasi yaitu Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain. 
  13. Bersahabat atau berkomunikasi yaitu Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. 
  14. Cinta damai yaitu Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. 
  15. Gemar membaca yaitu Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. 
  16. Peduli lingkungan yaitu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. 
  17. Peduli sosial yaitu Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. 
  18. Tanggungjawab yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Delapan belas nilai karakter tersebut dapat ditanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan bermain. Segala bentuk permainan yang dimainkan oleh anak, hendaknya dapat dimasukkan nilai-nilai karakter di dalamnya. Artinya dengan bermain, tanpa disadari anak-anak sudah dapat mengenal dan mempelajari nilai-nilai karakter sesuai yang terdapat dalam permainan yang dimainkannya.

Tags: