Tujuan dan Kelembagaan Pusat Sumber Belajar

Secara umum tujuan diadakannya pusat sumber belajar (PSB) adalah meningkatkan fungsi kelembagaan sebagai tempat pembelajaran, pembimbingan, pelatian, penyelenggraan, maupun pemagangan program PAUD yang berbasis potensi local melalui layanan komunikasi dan konsultasi  dengan menyediakan berbagai sumber belajar secara terorganisir agar sikap, keterampilan, dan pengetahuan masyarakat meningkat secara efetif dan efisien.

Adapun tujuan khusus dari penyelenggara PSB di lembaga PAUD sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kinerja lembaga dalam menjalankan program PAUD yang dapat dijadikan rujukan.
  2. Mewujudkan jejaring pla komunikasi yang efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi informasi.
  3. Mewujudkan iklim kerja yang kondusif dalam mengembangkan inovasi PAUD melalui kebersamaan antar pendidik dan tenaga kependidikan dalam berbagi pengalaman.
  4. Menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan pendidik, tenaga kependidikan dalam mengembangkan, menerapkan dan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada.

Kelembagaan Pusat Sumber Belajar

  • Perpustakaan

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2004 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan nonformal diperuntukkan bagi masyarakat umum baik untuk melengkapi ataupun sebagai pengganti pendidikan formal yang tidak dapat terpenuhi. Pendidikan nonformal lebih fleksibel untuk semua masyarakat, semua masyarakat yang mau merasakan pendidikan dapat mengikutinya. Pendidikan nonformal juga tidak harus dilaksanakan secara bertahap namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan belajar masyarakat memerlukan suatu sumber belajar baik ditu disekolah ataupun diluar. Salah satu sumber belajar yang paling mudah dan murah adalah buku. Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang dapat menyediakan sumber belajar terutama buku.

Dalam Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 pasal 1 ayat 1 dijelaskan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan system yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi pemustaka. Perpustakaan dan berbagai koleksi buku, sarana dan prasarana serta fasilitas lainnya ditujukan agar mendukung proses belajar masyarakat di berbagai bidang pengetahuan.

Baca Juga :  Pengorbanan Membangun Insan Cendekia

Banyak orang diluaran sana yang mengira perpustakaan hanya untuk sarana mengatahui tetapi pada realitanya perpustakaan tidak lebih mengetahui tentang bagaimana masyarakat mampu mendapatkan ilmu pengetahuan. Sarana perpustakaan lebih bagaimana belajar tentang hal apa yang ingin dikuasai, didalami, dan dihayati. Namun, pada kenyataanya hanya beberapa masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan yang mudah untuk diakses dalam mencari ilmu pengetahuan (Di, Bacaan, and Mata n.d.)

  • Taman Baca

Pada 1922 pemerintahan memberikan bantuan berupa Taman Baca agar masyarakat mampu mengembangkan minat baca yang sudah mulai memudar. Dengan upaya bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini masyarakat diharap untuk senantiasa mengembangkan dan menumbuhkan kegemaran dan minat baca agar terbebaskan dari buta aksara (Sitepu 2012).

Taman baca adalah tempat yang mewadahi yang didirikan oleh pemerintah untuk masyarakat yang mempunyai fungsi sebagai sumber belajar yang untuk memberikan akses pelayanan bahan bacaan yang sesuai dan berguna bagi masyarakat, serta berbagai kegiatan yang untuk mendorong tumbuh minat baca dan kegemaraan membaca pada masyarakat. Membaca sepanjang hayat sehingga wawasan, pengetahuan, dan keterampilan mereka terus berkembang selaras dengan perkembangan peradaban manusia (Sitepu 2012).

Tags: