Tujuan Tes Dalam Evaluasi Pembelajaran

Tujuan penilaian pada umumnya merupakan suatu usaha untuk mengetahui penguasaan bahan pelajaran yang diprogramkan dalam rangka membimbing pertumbuhan dan perkembangan siswa secara individual maupun secara kelompok, sehingga dapat menetapkan kelemahan dan kemampuannya serta untuk mengetahui bidang-bidang mana yang harus diperbaiki, atau dirubah.

Untuk mengetahui keberhasilan terhadap kegiatan proses belajar mengajar di suatu sekolah atau kelas, sangat diperlukan adanya kegiatan penilaian tentang hasil kegiatan proses belajar mengajar tersebut. Oleh karena itu penilaian memegang peranan dan fungsi penting dalam kegiatan proses belajar mengajar.

Tes Penempatan

Tujuan dari tes penempatan yaitu untuk mengetahui apakah peserta didik telah memiliki keterampilan-keterampilan yang dilakukan untuk mengikuti suatu program pembelajaran dan sebagaimana peserta didik mampu menguasai kompetensi dasar yang tercantum di Silabus dan Rpp. Selain itu, tes penempatan dapat digunakan untuk membantu penentuan jurusan yang akan dimasuki siswa, atau dapat juga digunakan untuk menentukan kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki oleh siswa dalam proses belajar mengajar.[1]

Tes Diagnostik

Tujuan tes diagnostik menurut (Subali, 2012: 138) yaitu untuk mengetahui masalah-masalah yang diderita atau mengganggu peserta didik, sehingga peserta didik mengalami kesulitan, hambatan, atau gangguan ketika mengikuti program pembelajaran dalam suatu bidang studi.

Selain itu, tes diagnostik juga berfungsi untuk untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan siswa sehingga dapat dilakukan penanganan secara tepat termasuk tidak sukanya siswa terhadap suatu jenis mata pelajaran.[2]

Test formatif

Test formatif digunakan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dan untuk memberikan penyempurnaan program belajar mengajar, serta untuk mengetahui kelmahan-kelemahan yang memerlukan perbaikan sehingga hasil belajar mengajar menjadi lebih baik.

Adapun fungsi test formatif menurut Dr. Suharsimi Arikunto dalam bukunya yang berjudul ”Dasar-dasar evaluasi pendidikan”, merumuskan evaluasi formatif mempunyai manfaat:

  1. Manfaat bagi guru

Dengan telah mengetahui hasil test formatif yang diadakan maka guru:

  1. Mengetahui sejauh mana bahan yang diajarkan sudah dapat diterima oleh sisiwa.
  2. Mengetaahui bagian-bagian bahan pelajaran yang belum menjadi milik siswa.
  3. Dapat meramalkan sukses dan tidaknya seluruh program yang akan diberikan.
  4. Manfaat bagi siswa
  5. Digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai bahan program secara menyeluruh.
  6. Merupakan penguatan (reinforcement) bagi siswa.
  7. Usaha perbaikan.[3]

Test Sumatif

Test sumatif bertujuan untuk menentukan hasil yang dicapai peserta didik dalam program tertentu dalam wujud status keberhasilan peserta didik pada setiap akhir program pendidikan dan pengajaran. Tes sumatif dalam proses belajar mengajar ada tiga fungsi terpenting antara lain:

  1. Untuk menentukan nilai.
  2. Untuk menentukan kenaikan siswa.
  3. Untuk mengisi catatan kemajuan belajar siswa yang akan berguna bagi orang tua, guru dan pihak-pihak lain apabila siswa tersebut akan pindah sekolah atau dijadikan sebagai pertimbangan untuk memasuki lapangan pekerjaan.

Dari uraian diatas, bahwa tujuan penilaian pada umumnya merupakan suatu usaha untuk mengetahui penguasaan bahan pelajaran yang diprogramkan dalam rangka membimbing pertumbuhan dan perkembangan siswa secara individual maupun secara kelompok, sehingga dapat menetapkan kelemahan dan kemampuannya serta untuk mengetahui bidang-bidang mana yang harus diperbaiki, atau dirubah.


[1] Penelitiantidakankelas.blogspot.com/2013/04/jenis-jenis-tes.html?m=1 diakses pada tanggal 13 Januari 2020

[2] https://www.eurekapendidikan.com/2016/06/pengertian-penilaian-diagnostik.html?m=1 diakses pada tanggan 12 Februari 2020, 10.30.

[3] Suharsimi Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. (Jakarta: Bumi Aksara, 1999). Hal 177.

Tags: