ESAI

Definisi esai. Esai pertama klai dikenal sebagai gendre tulisan setelah mihael Eyguen de Montage menerbitkan tulisannya dalam tiga jilid buku berjudul Essais,esai berarti upaya-upaya atau percobaan-percobaan.Menurut KBBI esai merupakan karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Esai dapat dimaknai sebagai karangan yang sedang panjangnya, berbentuk prosa yang memasalahkan sebuah persoalan secara mudah dan sepintas lalu, yang merangsang hati penulisnya.

Ragam esai

Berdasarkan sifat dan bentuknya esai bisa dikategorikan dalam dua jenis yaitu esai formal dan esai non formal (esai personal). Esai formal bersifat lebih serius dan ditulis dengan gaya yang logis dan rasional sehingga terkesan lebih formal dan kaku. Esai non formal atau esai personal berstruktur lebih acak, lebih bebas dan memikat.

Berdasarkan isinya, esai dibagi menjadi lima yaitu:

  1. Esai deskriptif yaitu esai yang menggambarkan suatu fakta seperti apa adanya, tanpa ada kecenderungan penulisnya untuk menjelaskan atau menafsiran fakta, esai ini bertujuan memotret dan melaporkan apa yang diamati penulisnya
  2. Esai eksposotori yaitu esai yang tidak hanya menggambarkan fakta tetapi juga menjelaskan rangkaian sebab-sebabnya, kegunaannya, dan mencatat dari sudut tertentu, esai ini cenderung menjelaskan fakta secara lengkap dan detil
  3. Esai naratif yaitu esai yang menggambarkan fakta secara kronologis dalam bentuk cerita atau narasi. Misalnya tentang pertemuan sastrawan Indonesia dengan seorang sastrawan dunia saat berada di sebuah pertemuan sastrawan internasional
  4. Esai argumentasi yaitu esai yang tidak hanya menunjukan sebuah fakta, melainkan juga menunjukkan permasalahannya, menganalisisnya, untuk selanjutnya menarik sebuah kesimpulan. Esai ini memecahkan sebuah masalah yang berakhir dengan kesimpulan penulis
  5. Esai persuasif yaitu esai yang bertujuan membujuk pembacanya atau mempengaruhi pembacanya

Struktur Esai

Setiap esai memiliki struktur yang sama yaitu diawali dengan paragraf pengantar (pembuka) diikuti paragraf isi dan diakhiri dengan paragraf penutup. Paragraf pengantar harus mampu memukau pembaca atau setidaknya menarik minat pembaca. Paragraf pengantar bisa diawali dengan fakta yang menarik, kutipan, pendapat, anekdot, peristiwa lagu atau kutipan surat atau teks lain. Paragraf pengantar digunakan sebagai pijakan untuk memasuki topik yang diinginkan penulis dan juga sebagai pijakan opini, tesis dan argumentasi pengarangnya.

Paragraf isi merupakan penjabaran interpretasi, pengemukaan tesis dan argumen penuisanya. Paragraf isi juga menjadi sarana dalam mempersuasi pembacanya. Pemikiran, pandangan dan interpretasi penulis harus tergambar atau terpapar dengan jelas pada paragraf isi.

Paragraf penutup pada esai tidak selalu berupa kesimpulan, bisa berupa penegasan ulang atau persuasi yang kuat. Bahkan, esai yang baik tidak menjawab permasalahan namun mampu memuculkan provokasi-provokasi baru yang menggelisahkan pembacanya.

Langka-langkah Menulis Esai

  1. Memilih ide atau topik yang baik
  2. Memunculkan tesis atau opini yang argumentatif berdasarkan fakta yang dijumpai
  3. Membuat atau merancang paragraf pertama yang memukau
  4. Mengembangkan isi secara runtut
  5. Membuat paragraf penutup

Note:

Esai acapkali samar dan berbias dengan kolom dan artikel. Baik esai, artikel, kolom memiliki kesamaan. Ketiga jenis tulisan tersebut bercirikan sama yaitu sama-sama merupakan bentuk tulisan dengan panjang yang terbatas, berangkan dari subjektivitas, dan bermula dari fakta dan hal-hal aktual. Yang mebedakan hanyalah gaya penulisannya saja. Kita tidak perlu menghiraukan dan merisaukan dengan berbagai ragam dan batasan tersebut (Tjahjono Widarmanto, 2015: 144)

Tags: