Hati-Hati, Awas Body Shaming

Pernahkah kalian mendengar orang mengomentari bentuk fisik orang lain? Atau pernahkah bentuk fisikmu dikomentari orang lain? Semisal, “kalau kulitmu putih, pasti kamu cantik”. Komentar semacam ini disampaikan secara langsung maupun lewat media sosial sudah masuk kategori body shaming.Akhir-akhir ini kalian pasti sering mendengar istilah body shaming.Lalu, apakah yang dimaksud dengan body shamingitu?

Body shamingadalah suatu perilaku mengomentari ataupun menghina bentuk fisik seseorang. Perilaku ini merupakan bentuk bulliying melalui kata-kata. Terkadang kita menjadikan bentuk fisik seseorang sebagai guyonan atau candaan. Semisal kita sering memanggil teman kita yang memiliki berat badan diatas rata-rata dengan kata gajah atau badak. Walaupun mungkin yang kita katai dia tidak marah atau terlihat biasa saja tapi kita tidak tahu apa yang sebenarnya mereka rasakan karena mendapatkan perlakuan seperti itu.

Body shamingmemiliki dampak buruk bagi korbannya, terutama terhadap kesehatan mentalnya. Dalam situs halodoc, dr. Verury Verona Handayani menjelaskan bahwa orang yang sering mengalami body shamingakan mengalami masalah terhadap kesehtan mentalnya. Pada awalnya korban akan merasa malu dan lama kelamaan dia bisa menganggap dirinya tidak berguna. Dalam keadaan yang sudah parah korban body shamingini bisa saja mengalami depresi, bahkan memiliki keinginan untuk bunuh diri akibat hilangnya harapan dan semangat hidup.

Pengolokkan mengenai ukuran tubuh juga akan membuat para korbanya mengalami anoreksia dan juga binge eating disorder. Anoreksia adalah sebuah usaha eksterm yang dilakukan demi menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat. Si korban yang diolok gendut ini akan melakukan diet yang eksterm agar tubuhnya menjadi kurus. Sedangkan binge eating disorder adalah kebalikan dari anoreksia, korban yang diolok kurus akan berusaha menggemukkan badanya dengan cara makan terus menerus agar berat badanya bisa bertambah dalam waktu yang singkat.

Sedangkan akibat dari pengolokkan terhadap warna kulit juga bisa menjadikan seseorang kehilangan kepercayaan dirinya untuk tampil di muka umum. Dia juga akan berusah mengubah warna kulitnya sesuia dengan standar kecantikan yang ada dilingkunganya. Semisal di lingkunganya seseorang dikatakan cantik apabila memiliki kulit yang putih, maka orang yang berkulit gelap ini akan berusaha mengubah warna kulitnya menjadi putih dengan cara memakai cream pencerah yang bahkan berbahaya dan dapat merusak kulitnya. Dan dia juga bisa saja melakukan operasi plastik demi mendapatkan kulit putih.

Baca Juga :  Keistimewaan Khasiat Mandi Sebelum Shubuh

Melihat betapa buruknya dampak body shaming,maka kita harus lebih berhati-hati dalam berkata.. Dalam kabar harian detik.com Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa pelaku body shamingdapat dipidanakan. Brigjen Dedi Prasetyo juga menjelaskan  bahwa bentuk perbuatan pidana ini dibagi menjadi dua kategori yaitu yang pertama adalah body shaming dengan cara tidak langsung melalui transmisikan narasi berupa hinaan, ejekan terhadap bentuk, wajah, warna kulit, postur seseorang menggunakan media sosial, maka bisa dikategorikan masuk UU ITE (undan-ndang informasi dan transaksi elektronik) pasal 45 ayat 1 dan pasal 27 ayat 3, dapat diancam hukuman pidana 6 tahun. Dan yang kedua adalah melakukan body shamingtersebut secara verbal, langsung ditujukan kepada seseorang, maka dikenakan pasal 310 KUHP dengan ancaman hukumannya 9 bulan penjara. Kemudian yang dilakukan secara tertulis dalam bentuk narasi, melalui transmisi di media sosial, dikenakan pasal 311 KUHP dengan hukuman 4 tahun penjara

Keberagaman fisik tubuh mulai dari warna kulit, postur tubuh, dan bentuk wajah seharusnya bukan menjadikan kita bisa menghina orang lain. Setiap orang memiliki keistemewaan tersendiri. Oleh karenanya kita harus menghargai perbedaan tersebut dan hati-hati dalam berucap agar tidak terjadi body shamingterhadap orang lain. Dan yang terpenting adalah mari kita cintai apa yang telah diberikan Tuhan kepada diri kita. Love yourself!. Oleh Inayatur Rofi’ah

Tags: