Media Sosial Sebagai Ajang Cari Jodoh

Saat ini media sosial sangatlah terkenal di seluruh dunia. Tak peduli anak kecil, remaja, dewasa, tua, muda semuanya memiliki akun media sosial. Padahal pada zaman dahulu mungkin hanya radio dan surat kabar yang dapat digunakan untuk berkomunikasi. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, dan zaman semakin modern maka terciptalah sebuah jejaring sosial atau biasa kita sebut dengan media sosial, media yang dapat memberikan informasi, maupun gambar yang dapat menyampaikannya hingga seluruh dunia.

Pria dan wanita ditakdirkan untuk menyukai satu sama lain. Pria menyukai wanita dan wanita menyukai pria. Jika pria dan wanita menyukai satu sama lain maka tahapan berikutnya adalah menikah menurut agama dan keyakinannya. Hubungan pria dan wanita dalam pernikahan adalah hubungan yang sehat yang diharapkan bisa melahirkan generasi penerus bagi kelangsungan bangsa dan negara.

Namun, tahapan yang paling sulit dalam proses ini adalah proses perjodohan, yaitu tahapan mulai mencari pasangan, sampai kemudian muncul kesepakatan bersama untuk melanjutkan kedalam ikatan pernikahan. Tahapan pernikahan seperti lamaran, akad nikah, pesta dan walimah adalah tahapan yang mudah dilakukan dan nyaris tak ada kendala lain selain kendala waktu dan biaya.

Banyak proses perjodohan terjadi. Namun biasanya bagi sebagian orang tahap mencari jodoh ini merupakan tahapan yang sedikit sulit. Kita harus berusaha dan berdoa. Memang benar bahwa semua manusia sudah diatur jodohnya oleh Allah SWT dan telah tertulis di Lauh Mahfudz, tetapi jika kita tidak mencarinya dengan cara berusaha, tidak berikhtiar dengan cara berdoa maka semuanya akan hampa.

Proses perjodohan ada bermacam-macam. Bisa karena bertemu di kantor yang sama, di organisasi yang sama, di sekolah dan kampus yang sama bahkan bertemu di sosial media. Tapi pada dasarnya semua itu dikarenakan ada media tempat pertemuan baik kampus, kantor, atau organisasi. Jika demikian maka proses perjodohan juga bisa terjadi dalam grup media social  yang sama baik berupa group whatsapp ataupun dalam kelompok pertemanan yang sama.

Baca Juga :  Keistimewaan Khasiat Mandi Sebelum Shubuh

Dengan pola hidup manusia modern yang bekerja dari pagi hingga malam hari, maka peluang mencari jodoh di media nyata semakin kecil dan meningkatkan peluang mencari jodoh lewat media sosial. Seseorang yang begitu sibuk bisa memanfaatkan waktu bekerjanya untuk bercanda ria dan bersosial ria di media sosial, hal ini tentu sangat minim dilakukan di dunia nyata karena kesibukannya.

Salah satu media sosial yang banyak digunakan yaitu facebook. Dari hari ke hari jumlah pengguna facebook semakin bertambah. Namun, dengan pesatnya perkembangan media sosial pasti juga punya dampak negatif dan dampak positifnya. Dan tentunya perlu pengawasan atau bimbingan langsung dari orang tua agar anknya tidak terkena dampak negatif dan dapat merasakan dampak positif yang diberikan media sosial.

Pada era milenial ini khususnya, media sosial semakin bermacam macam jenisnya, seperti whatsapp, instagram, twitter, tiktok, bahkan aplikasi pencari jodoh sekaligus. Banyak sekali aplikasi pencari jodoh yang bermunculan, mulai dari tinder, tantan, bado, dll. Aplikasi ini tidak lain yakni untuk membantu para pria atau wanita single mencari pasangan atau jodoh.

Tetapi dengan adanya aplikasi pencari jodoh ini malah banyak digunakan oknum-oknum nakal untuk modus penipuan. Bertemu jodoh di media social merupakan hal yang wajar dan tidak ada larangan. Namun, kita juga harus berhati-hati dan tidak terlalu percaya dengan orang lain agar menghindari tindak kejahatan.

Dampak positif menari jodoh lewat sosial media yakni memberikan alternatif pasangan yang lebih banyak dan beragam. Dengan profesi dan kemampuan yang lebih beragam. Tidak ada kendala psikologis untuk berbincang di media sosial, berbeda dengan di dunia nyata. Kita juga bisa mengenal karakter jodoh kita dari berbagai aktivitas media sosialnya.

Baca Juga :  Keistimewaan Khasiat Mandi Sebelum Shubuh

Namun disisi lain, mencari jodoh lewat media sosial juga terdapat dampak negatifnya. Salah satu dampak yang paling besar yakni penipuan. Banyak seorang wanita memposting fotonya di media sosial terlihat cantik dan anggun, namun ternyata realitanya malah sebaliknya. Banyak pria yang mengaku bekerja di perusahaan ternama dengan gaji besar, malah realitanya hanya bekerja serabutan dengan gaji pas-pasan. Dan yang paling mengerikan yakni banyak pria maupun wanita yang mengaku belum menikah, tetapi ternyata sudah menikah bahkan telah mempunyai anak.

Selain itu modus penipuan hingga pemerkosaan dan pembunuhanpun bisa saja terjadi. Awalnya kita diajak orang tersebut untuk ketemuan di salah satu tempat. Dan tidak lama kemudian ternyata orang tersebut malah melakukan hal yang tidak senonoh kepada kita. Untuk itu, kita harus pandai-pandai memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Tidak semua orang di media sosial dapat kita sebut dengan teman. Teman yang baik pasti akan mengarahkan ke yang baik pula. Jika sudah merasa cocok dengan teman lawan jenis maka segeralah untuk menikah agar menyempurnakan iman kita. Oleh : Feby Zulfa Nur Ramadhiana       

Tags: