Sudut Pandang Larangan Wanita Keluar Tanpa Mahram

Islam sangat menjunjung kedudukan seorang wanita, islam sangat menghormati wanita, wanita sangat di muliakan, dalam hal ini islam juga sangat memperhatikan kepentingan dan kehormatan wanita. Sehingga islam membuat beberapa aturan yang dipergunakan untuk menjaga kehormatan seorang wanita salah satunya dengan aturan larangan wanita keluar tanpa mahram.

Hal ini menjadi perbincangan banyak orang yang menganggap bahwa islam sangat membatasi ruang lingkup dan merampas hak kebebasan seorang wanita. Namun diera milenial ini jika wanita terpacu pada aturan itu maka tidak menuntut kemungkinan bahwa wanita akan sulit berkembang, seiring dengan berjalanya waktu wanita juga harus mengikuti perkembangan yang ada. Lalu mengapa islam melarang wanita keluar tanpa mahram ? Jika seperti itu lalu bagaimana wanita akan bisa berkembang sedangkan wanita juga harus berkembang karena wanita memiliki kedudukan dan hak yang sama dengan laki.

Di era modern ini semua orang seringkali sibuk dengan kegiatanya masing masing lalu bagaimana seorang mahram akan menemani setiap wanita saat bepergian,sedangkan wanita juga memiliki kepentingan untuk keluar rumah setiap saat, contohnya saja dalam hal pendidikan, seorang wanita juga harus menempuh pendidikan setinggi tingginya, jika wanita keluar tanpa mahram akankah setiap wanita jika menempuh pendidikan harus selalu di dampingi mahramnya? Bagaimana jika tidak ada mahram yang bisa mendampinginya? Tidak menuntut kemungkinan itu akan membatasi dan berpengaruh terhadap pendidikan wanita.

Seorang wanita juga berhak menempuh pendidikan yang tinggi seperti laki laki, agar wanita juga mempunyai banyak ilmu pengetahuan dan dapat menjadi wanita carier, selain itu wanita adalah madrasa pertama bagi penerus bangsa dengan adanya pendidikan tinggi yang di tempuh oleh seorang wanita maka akan lebih membuat wanita tersebut mempunyai poin lebih untuk menjadi seorang ibu yang berkualita dalam pengetahuan maupun akhlaknya. Wanita di tuntut mampu untuk mendidik anak anaknya dengan sebaik baiknya, karena mendidik bukan termasuk hal yang mudah, di perlukan banyak pengetahuan dan moral yang baik, terutama mendidik anak yang sudah terjerumus kedalam banyak pergaulan yang salah, sangat memerlukan ilmu dalam diri wanita agar dapat mengembalikan anak ke jalan yang benar.

Dalam era modern ini, banyak sekali wanita yang menjadi seorang wanita karier, lalu bagaimana wanita dapat bekerja jika di dampingi oleh mahramnya? Hal itu dapat menghambat kemajuan dan pekerjaan seorang wanita. Sedangkan pada saat ini wanita sangat berkontribusi dan mendukung untuk sebuah negara. Hal ini membuktikan bahwa wanita juga sangat di perlukan di dalam dunia. Wanita karier atau wanita yang memiliki pendidikan tinggi juga mampu memberikan dampak positif, mereka akan mampu menjadi wanita yang mandiri, sehingga banyak orang dan suaminya jauh lebih menghargainya. Namun jika larangan keluarnya wanita tanpa mahram di berlakukan bagaimana wanita akan mudah menempuh pendidikan. Selain itu wanita juga sangat membutuhkan sosialisasi dan juga pengembangan di lingkungan masyarakat, lalu bagaimana jika aturan wajib larangan keluar rumah tanpa mahram di berlakukan maka wanita tidak akan mendapat kebebasan untuk memaksimalkan pengembangan dalam dirinya, wanita akan tertinggal dengan laki laki.

Dalam hal ini Banyak sekali pro dan kontra terhadap larangan wanita keluar tanpa mahram sebagian ada yang mengatakan bahwa itu memang baik namun tak bisa di pungkiri banyak orang yang  menganggap bahwa itu akan menjadi pengganggu dan penghambat kemajuan wanita, sedangkan dengan mengikuti arus perkembangan zaman wanita juga di tuntut untuk berkembang dengan aturan itu mereka berfikir bahwa masa depan wanita dan kebebasan wanita akan terampas dan hilang sehingga wanita akan kembali tertinggal dari laki laki dan di anggap sebagai wanita yang lemah dalam masyarakat.

Sebenarnya tidak begitu, islam melarang wanita bergian tanpa mahram memang benar adanya tetapi kita liat terlebih dahulu motifnya, bukan sekedar tulisan dalam sebuah teks, dan bukan berarti bahwa aturan tersebut mempunyai maksud dan tujuan buruk untuk menghambat kemajuan wanita, namun hal itu di maksudkan untuk menjaga kehormatan dan kesucian serta nama baik seorang wanita dari hal yang tidak diinginkan seperti fitnah dan menghindarkan wanita dari maksud jahat orang yang berniat melampaui batas yang dapat merusak nama baik wanita jika bepergian di daerah yang sangat membahayakan.

Namun pada kenyataanya saat ini, bepergian keluar rumah pada zaman dahulu dan sekarang memang sangat jauh berbeda, pada zaman dahulu jika wanita keluar rumah sangat berbahaya dan dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak baik yang dapat merusak kehormatan wanita melihat wanita dalam masyarakat yang terkadang kurang dihargai, namun berbeda dengan zaman sekarang wanita bepergian keluar rumah dapat memanfaatkan alat transportasi yang ada, yang memuat banyak orang sehingga dapat menghilangkan rasa khawatir dan meningkatkan rasa percaya diri dalam diri wanita.

Sebenarnya islam sudah membebaskan wanita dan memberi hak sama dengan laki laki terhadap wanita, selagi wanita dapat menjaga kehormatan dirinya dan merasa aman jika bepergian tanpa mahram maka hal itu di perbolehkan, islam sangat mengikuti perkembangan zaman dan seiring dengan berjalanya waktu wanita berhak mandiri, karena kondisi zaman sudah banyak mengalami perubahan, zaman sekarang wanita sangat dilindungi dan dihormati, banyak hukum yang dibut untuk melindungi para wanita, sehingga tidak perlu ada alasan kekhawatiran yang berlebihan kepada seorang wanita.Sehingga kepergian wanita untuk menempuh pendidikan atau untuk bersosialisasi walaupun tanpa mahram tidak perlu di perdebatkan karena selagi wanita dapat menjaga dirinya dan kehormatanya maka itu tidak menjadi masalah. Oleh: Dinda Dwi Pangestu Ningrum              

Tags: