Covid 19 Dan Ekonomi Indonesia

Muncul dan menyebarnya virus corona pertama kali berada di China, yang pasti mengakibatkan semua manusia di dunia takut akan tertularnya virus terhadap dirinya. Hal ini merupakan persoalan yang sangat genting, mengingat virus corona yang sangat berbahaya tak serta merta mengakibatkan kematian bagi pengidapnya. Telah kita lihat pada akhir Desember 2019 yang lalu sebanyak 27 jiwa meninggal secara mengenaskan dalam waktu yang cukup singkat dan meningkat setiap harinya di China.

Dikabarkannya bahwa virus corona ini muncul disebabkan oleh pola hidup dan pola kebiasaan makan makanan yang tak lazim yang diduga dari hewan kelelawar yang dijual di Pasar Wuhan China. Disana dijual 100 varietas hewan dan unggas hidup mulai dari rubah, serigala, musang, ular, tikus, landak, kura-kura, katak, yang banyak dari mereka cara dalam memakan daging tersebut dengan keadaan mentah-mentah serta melakukannya dengan sangat brutal, lebih brutal dari negara Thailand. Sehingga dilihat dari kebiasaan  tersebut, dan dari masyarakat China yang padat penduduk, hal itu juga mempengaruhi untuk mempercepat penyebaran virus corona ke berbagai negara.

Tak cukup negara China saja update virus corona hari ini tembus menjadi 141 negara. Virus corona sudah tersebar di Benua Eropa, Benua Asia, dan Benua Amerika. Diluar China ada 10 negara yang paling parah terkena dampak dari corona ini diantaranya adalah Italia yaitu sebanyak 5.883 positif terkena corona dan dampak untuk kematiannya sekitar 3,98%. Pemerintahan Italia memberikan keputusan bagi setiap warganya untuk mengurangi jumlah penularan dari virus corona dengan cara mengisolasi negara mereka sendiri (Lockdown), menutup sebagian perusahaan dalam beberapa hari, menutup segala akses salah satunya akses penerbangan, menutup semua tempat pariwisata.

Di Indonesia sendiri pun melakukan keputusan dengan mengisolasi (Lockdown). Aturan ini sudah berlaku di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Agaknya salah jika munculnya virus ini hanya berdampak pada kesehatan saja, melainkan juga beedampak pada perekonomian khususnya di Indonesia. Pertumbuhan yang ada di Indonesia semenjak munculnya virus corona ini membuat perekonomian yang ada melambat yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penurunan kinerja ekspor impor, konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh tinggi serta investasi yang turun melamban.

Menurut lembaga penelitian ekonomi yang memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran minus 2 – 2 persen. Dan menurut Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia mengatakan ekonomi Indonesia hanya bisa tumbuh 2,5 persen atau bahkan 0 persen jika pandemi corona di Indonesia tidak segera diatasi. Adapun contohnya yang dapat kita lihat di sisi kepariwisataan dan dan perhotelan. Penurunan yang cukup drastis ini dirasakan oleh pihak kepariwisataan. Pasalnya Indonesia membatasi masyarakat asing dan masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk tidak kembali dulu ke Indonesia.

Di sisi lain nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat kembali jatuh dan telah menyentuh angka Rp. 16.000. Anjloknya rupiah ini merupakan suatu ancaman mata uang rupiah di pasar keuangan. Dalam suasana seperti ini ada juga oknum nakal yang memanfaatkan situasi hanya untuk meraup keuntungan sendiri denga cara menaikkan harga barang – barang kebutuhan, dan ada juga yang tidak serta merta untuk menimbunnya tanpa memikirkan apakah ada orang yang lebih membutuhkan daripada dirinya.

Salah satu cara yang dapat pemerintah lakukan untuk menghindari dampak dari penularan virus covid 19 adalah dengan memberi peringatan agar tidak mempentingkan dirinya sendiri, kita sebagai warga Indonesia harus saling bergotong royong untuk membantu masyarakat lain yang kesusahan dan melakukan social distancing agar menurunkan proses penularan virus ini. By Gewi Nur Aini

Tags: