Bertahan Hidup Ala Anak Kos

Demi menggapai cita-cita yang tinggi kebanyakan akan pada saat ini memilih untuk meninggalkan kota asalnya dan memilih untuk merantau kekota yang ia inginkan. Anak yang merantau akan diidentikan dengan istilah anak kos. Karena sebagian besar anak yang merantau akan tinggal atau menyewa kos-kosan untuk bertahan hidup. Kehidupan di kosan akan memiliki cerita tersendiri terlebih bagi anak yang pertama kali jauh dari orang tuannya.

Meski tampak berat karena bertahan hidup sendirian tanpa didampinggioleh orang tua justru itu akan menjadikan pribadi yang lebih mandiri dan dewasa. Hidup sebagai Anak kos tidak selalu senang karena jauh dari orang tua dan dapat berfoya-foya dengan kawan kawan, melainkan anak kos juga menderita karena harus menjalani dan mengatur segala sesuatunya sendiri. jika di rumah punya alat-alat lengkap dalam menunjang kehidupan dan keuangan yang pastinya akan tercukupi. Sebagai anak kos harus bertahan hidup walau dengan keterbatasan yang ada dan keuangan yang minim pada saat akhir bulan tiba.

Permasalahan yang paling dominan pada anak kosan adalah masalah keuangan yang menipis pada akhir bulan. Oleh karena itu mengelola keuangan adalah salah satu hal yang harus dimengerti oleh seorang anak kos karena akan mempengaruhi munculnya permasalahan di kemudian hari.Adapun hal sederhana yang dapat membantu untuk mengatasi segala permasalahan yang akan dihadapi oleh anak kos:

  • Menyisihkan uang untuk disimpan atau ditabung.

Tabungan dapat digunakan sebagai bantuan ketika sesuatu hal yang tidak diinginginkan terjadi. Menabung dapat dilakukan di bank maupun di celengan seperti tabungan masa kecil. Menabunglah terutama saat awal bulan karena sudah sifat dasarnya seseorang akan ceroboh dalam menggunakan uang saat berbelanja, ketika uang masih terlihat banyak maka ia akan menggunakannya tanpa disadari oleh karena itu simpan uang mudalam tabungan.

  • Menghitung atau mengkalkulasikan uang saku yang akan dikeluarkan setiap harinya.

Meskipun orang tua pastinya memberikan uang saku yang cukup bagi anaknya namun kita harus dapat membuat anggaran perhitungan sendiri. Misalnya biaya sewa kos, biaya makan, kuota, biaya untuk membeli perlengkapan, biya transportasi dan lain sebagainya secara terperinci. Agar dapar dirasakan dalam jangka panjang. Harus dapat menghitung setiap uang yang akan digunakan, dikemudian hari untuk menjegah terjadinya kekurangan uang pada akhir bulan.

  • Berpuasa sunnah (senin kamis) kalau perlu puasa daud, untuk menghemat sekaligus beribadah.

Apabila sudah merasa uang sakunya kurang dari apa yang telah diperhitungkan, maka kebanyakan anak kos akan mengambil langkah untuk berpuasa, maka secara otomatis pengeluaran akan semakin sedikit karena hanya akan makan 2 kali yaitu saat sahur dan berbuka, sekaligus  akan mendapatkan pahala.

  • Menggunakan wifi.

Di era saat ini pasti tidak akan luput dengan yang namamya internet, segala sesuatu dapat di akses melalui internet. Bahkan pengumpulan tugas dan pembelajaranpun dilakukan secara online, oleh karena itu carilah kos yang menyediakan fasilitas wifi kalaupun tidak menemukannya maka kunjungi tempat-tempat yang memberikan fasilitas wifi secara gratis mislnya perpustakaan, restoran dan tempat-tempat yang lainnya untuk mengerjakan tugas dan belajar agar kamu tidak menghabiskan uang untuk membeli kuota.

  • Bekerja paruh waktu.

Meskipun belajar merupakan tugas utamamu,namun kamu juga dapat memanfaatkan waktu luangmu untuk bekerja paruh waktu untuk menambah penghasilan, mendapatkan pengalaman dan mempunyai banyak kenalan atau teman.

  • Cari penghasilan sampingan.

Pada zaman yang milenial ini memcari penghasilan tambahan tidak susah karena dengan menggunakan smart phone yang kita punya dan pengetahuan yang kita miliki maka akan banyak lahan pekerjaan sebagai pundi-pundi untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa keluar rumahpun.

  • Hindari kegiatan yang kurang penting.

Sebagai seorang anak di zaman yang milenialinipastinya tidak akan asing dengan yang namanya hangout, karena itu  merupakan cara baginya untuk menenangkan diri dan bersenang-senang bersama teman-temannya. Namun saat kondisi yang kurang memungkinkan maka hindarilah kegiatan kegiatan yang akan berdampak pada perekonomianmu menjadi berantakan, seperti halnya pergi ke mall, restoran, tempat rekreasi dan tempat tempat yang lainnya.

  • Membawa bekal sendiri.

Jangan merasa malu saat membawa makan dan minum sendiri di tasmu, selain lebih hemat dan juga akan lebih yakin akan kebersihan akan makanan itu sendiri. Namun makanlah bekal tersebut ditempat yang semestinya dalam artian tidak mengganggu orang lain.

  • Kreatif dalam mendaur ulang.

Manfaatkan barang barang yang ada disekitarmu untuk didaur ulang. Misalnya bagian belakang kertas yang masih kosong dapar dimamfaatkan sebagai coret-coretan, jika memang sudah tidak bisa digunakan maka kumpulkan dan dapar dijual kiloan.

  • Cari tempat kos yang strategis.

Lokasi tempat tinggal atau kos juga dapat mempengaruhi pengeluaranmu, karena apabila tempat kos dari kampus atau kantor semakin jauh maka akan ada tambahan ongkos untuk biaya transportasinya. Oleh karena itu cari kos yang lebih dekat dan strategis. Selain dapat menghemat ongkos juga dapat menghemat tenaga dan waktu.

Banyak yang beranggapan bahwa hidup sejahtera dan berhemat saat tinggal di kos itu mustahil, namun dengan 10 cara diatas akan dapat menampis presepsi orang-orang di luar sana. oleh karena itu biasakan diri untuk menghemat dan disiplin dalam mengatur keuangan termasuk dalam membiasakan hidup sederhana dan secara bijak dalam menggunakan uang, maka akan dapat mengatasi permasalahan keuangan setiap hari maupun bulan-bulanmu.

Tags: