Sistem Zonasi : Merugikan Atau Menguntungkan?

Sejak tahun 2016, pemerintah Indonesia mulai melakukan pengembangan dibidang pendidikan dengan mulai menerapkan kebijakan sistem zonasi. Melalui sistem zonasi ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan dibidang pendidikan serta menghilangkan ketimpangan kualitas pendidikan di sekolahan. Selama ini, banyak terjadi ketimpangan antara sekolah favorit yang terkenal unggul dengan sekolah yang tidak favorit. Jika menyebut sekolah favorit pasti yang ada dipikiran kita peserta didiknya memiliki kemampuan belajarnya tinggi, status ekonomi mampu dan sekolahnya bagus sebaliknya jika menyebut sekolah tidak favorit pasti yang ada dipikiran kita peserta didiknya kemampuan belajarnya rendah, status ekonomi tidak mampu, dan sekolahnya kurang bagus. Banyak juga fenomena mengenai peserta didik yang saling berpindah wilayah tempat tinggal untuk bersekolah.

Sejak tahun 2016, pemerintah Indonesia mulai melakukan pengembangan dibidang pendidikan dengan mulai menerapkan kebijakan sistem zonasi. Melalui sistem zonasi ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan dibidang pendidikan serta menghilangkan ketimpangan kualitas pendidikan di sekolahan. Selama ini, banyak terjadi ketimpangan antara sekolah favorit yang terkenal unggul dengan sekolah yang tidak favorit. Jika menyebut sekolah favorit pasti yang ada dipikiran kita peserta didiknya memiliki kemampuan belajarnya tinggi, status ekonomi mampu dan sekolahnya bagus sebaliknya jika menyebut sekolah tidak favorit pasti yang ada dipikiran kita peserta didiknya kemampuan belajarnya rendah, status ekonomi tidak mampu, dan sekolahnya kurang bagus. Banyak juga fenomena mengenai peserta didik yang saling berpindah wilayah tempat tinggal untuk bersekolah.

Jika kita lihat memang terjadi ketidakadilan dan kesenjangan dalam hal tersebut yang mengakibatkan muncul persepsi masyarakat yang kurang baik terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah telah berupaya mengatasi hal tersebut dengan menerapkan sistem zonasi ke berbagai wilayah di Indonesia. Namun, apakah sistem ini sudah tepat untuk dilakukan? Nyatanya setelah diberlakukan ke berbagai wilayah Indonesia banyak aksi-aksi dari masyarakat yang menolak sistem zonasi ini seperti demo yang dilakukan oleh wali murid untuk menolak sistem zonasi yang dinilai meresahkan di Grahadi, Surabaya.

Memang benar banyak peserta didik yang berbondong-bondong ingin masuk ke sekolah favorit karena mereka berharap dapat memaksimalkan kemampuannya di sekolah tersebut yang memang menawarkan fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah yang tidak favorit. Namun, dengan adanya kebijakan sistem zonasi ini justru menurunkan harapan-harapan bagi peserta didik yang memang bersungguh-sungguh dan memiliki mimpi besar. Banyak peserta yang tidak dapat menggapai mimpinya untuk mendaftar di sekolah impiannya karena letak rumahnya yang cukup jauh dari sekolah tersebut.

Peserta didik yang telah susah payah mengggunakan tenaga dan pikirannya serta membagi waktunya untuk mengikuti bimbingan belajar bahkan les di tempat yang paling terbaik, harus terpatahkan semua usahanya hanya karena lokasi rumahnya yang  memang jauh dari wilayah sekolah. Bahkan, mereka sampai putus asa dan menyesal telah berusaha semampu yang mereka bisa tetapi pada akhirnya pendafataran sekolah tidak menggunakan hasil ujian nasional sebagai syarat mutlak. Hal ini mengakibatkan anak yang memang memiliki kemampuan tinggi harus bersekolah di sekolah swasta karena terkalahkan dengan anak yang  mungkin kemampuannya lebih rendah tetapi lokasi rumahnya dekat dengan sekolah. Inilah yang menjadi pertanyaan, Bagaimana nasib pemukiman warga yang jauh dari lingkungan sekolah?.

Pemerintah harus memikirkan terkait implementasi kebijakan sistem zonasi ini di berbagai wilayah Indonesia yang sistem pendidikannya belum merata. Banyak ketimpangan dalam bidang pendidikan terkait sarana dan prasarana serta kualitas pengajar yang berbeda-beda di berbagai sekolah. Banyak yang seharusnya pemerintah lakukan sebelum menerapakan sistem zonasi ini. Pemerintah harus melakukan pemetaan terkait jumlah lulusan dan jumlah bangku yang tersedia sehingga bisa dilakukan upaya penambahan bangku bahkan ruang kelas agar bisa menampung lebih banyak peserta didik. Selanjutnya, pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas pengajar serta komitmen guru untuk siap menghadapi sistem ini di setiap sekolah. Jika guru yang awalnya mengajar di sekolah favorit yang notabennya peserta didiknya memiliki kemampuan tinggi akan mudah saat mengajar karena peserta didik sangat mudah menangkap dan memahami terkait materi yang diberikan sebaliknya jika sekolah menerapkan sistem zonasi ini maka guru akan lebih sulit dalam mengajar peserta didik  dengan berbagai latar belakang kemampuan yang berbeda-beda bahkan mungkin ada yang memiliki kemampuan rendah sehingga guru harus terbiasa terkait hal tersebut dan menyiapkan motede pembelajaran yang tepat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga dapat membentuk satuan tugas zonasi untuk membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan sistem zonasi pendidikan di sekolah, menangani proses pendaftaran peserta didik baru bau, dan mengadakan kegiatan pelatihan guru di daerah untuk peningkatan kualitas mengajar dan mutu pendidikan. Terkait penerapan sistem zonasi ini juga tidak menutup kemungkinan pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta. Dengan konsekuensinya tidak ada lagi diskriminasi terhadap guru sekolah swasta karena peningkatan kualitas sudah dilakukan dengan merata baik guru sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Kebijakan sistem zonasi ini memang memiliki dampak positif yang menguntungkan dan dampak negatif yang merugikan, tergantung dari sisi mana kita melihatnya karena memang implementasinya yang kurang tepat. Maka dari itu, perlu persiapan yang lebih matang untuk kebijakan sistem zonasi ini. Pemerintah harus terlebih dahulu berusaha melakukan pemerataan terkait sarana dan prasarana serta kualitas guru yang ada di setiap sekolah. Apabila semua itu sudah sama disetiap daerah maka tidak ada lagi sekolah favorit dan sistem zonasi dapat diberlakukan dengan lancar tanpa menimbulkan kontroversi lagi. Dengan diberlakukannya sistem zonasi ini, diharapkan tujuan pemerintah untuk melakukan pemerataan dalam bidang pendidikan ini bisa tercapai dan pendidikan di Indonesia dapat mengalami kemajuan yang sangat pesat. Arum Nur Aisyah.

Tags: