Terbelenggunya impian dan keberanian Wanita akibat budaya

Perubahan zaman pada saat ini dalam kehidupan masyarakat memang banyak membawa perubahan dari banyak hal salah satunya dalam hal budaya atau tradisi, namun pada kenyataanya masih banyak tradisi yang menekan para wanita.Wanita kurang diberi keleluasaan dalam mengambil atau menentukan sebuah keputusan dalam sebuah masyarakat, pandangan masyarakat tentang wanita mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan dalam kesejahteraan wanita, perbandingan antara wanita dan laki laki serta ketidakpercayaan masyarakat terhadap wanita menjadikan wanita sering tak angkat bicara, dalam beberapa daerah wanita dianggap sebagai manusia yang harus selalu menerima keputusan, banyak masyarakat suatu daerah yang berpandangan bahwa wanita tidak mempunyai kontribusi besar dalam dunia luar.

Perubahan zaman pada saat ini dalam kehidupan masyarakat memang banyak membawa perubahan dari banyak hal salah satunya dalam hal budaya atau tradisi, namun pada kenyataanya masih banyak tradisi yang menekan para wanita.Wanita kurang diberi keleluasaan dalam mengambil atau menentukan sebuah keputusan dalam sebuah masyarakat, pandangan masyarakat tentang wanita mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan dalam kesejahteraan wanita, perbandingan antara wanita dan laki laki serta ketidakpercayaan masyarakat terhadap wanita menjadikan wanita sering tak angkat bicara, dalam beberapa daerah wanita dianggap sebagai manusia yang harus selalu menerima keputusan, banyak masyarakat suatu daerah yang berpandangan bahwa wanita tidak mempunyai kontribusi besar dalam dunia luar.

Salah satu tradisi yang menyebabkan para wanita sulit untuk menentukan masa depanya yaitu perkawinan anak. Perkawinana anak ini masih banyak dilakukan dalam budaya suatu daerah di Indonesia, salah satunya di daerah Madura Jawa timur, di Sampang kasus pernikahan anak mencapai 17,47 persen,Pamekasan  mencapai 19,39 persen dan Sumenep mencapai 41,72 persen. Dari 9000 pernikahan pertahun di daerah Sumenep, lebih dari 60 persen merupakan praktrik anak. Di dalam daerah ini pernikahan anak merupakan suatu tradisi yang dianggap masyarakat harus dilaksanakan oleh anak perempuan dan tidak boleh para anak perempuan untuk menolaknya. Masayarakat pada daerah ini menganggap bahwa jika para anak perempuan menolaknya maka itu merupakan sebuah aib bagi orang tuanya. Hal ini juga semakin diperkuat dengan pandangan masyarakat jika anak perempuanya tidak segera mendapat jodoh maka akan sangat memalukan untuk para orang tua anak perempuan. Sebenarnya banyak anak perempuan yang tidak setuju dengan tradisi ini mereka berusaha menolak dan melawan pernikahan ini namun dengan adanya pandangan masyarakat yang akan menimpa kedua orang tua menyebabkan banyak anak perempuan atau wanita yang memilih untuk diam dan tidak melawaan.

Dalam suatu riset di kecamatan Dungkek Sumenep tahun 2017terhadap 25 informan yang menikah pada saat masih anak anak banyak yang berakhir dengan perceraian. Pada kasus ini banyak terungkap motif motif dalam berlakunya perkawinan anak gdi daerah Madura, yang pertama orang tua melakukan perkawinan anak ini dengan tujuan ngala tumpangan atau tradisi yang mengambil kembali sumbangan sumbangan yang telah diberikan kepada para tetangga atau saudara yang sudah melaksanakan pesta perkawinan lebih dahulu. Uang yang di dapat dari hasil pengembalian sumbangan biasanya mencapai 100 – 200 juta, penggunaan anak anak sebagai pengantin dalam hajatan tersebut bertujuan untuk menarik kembali dana sumbangan yang telah lebih dulu dikeluarkan oleh para orang tua, sehingga beberapa orang tua sering memaksa anak perempuanya untuk menjadi pengantin. Lalu apa alasan anak untuk menyetujui pernikahan ini meskipun sebenarnya pernikahan ini tidak di inginkan? Salah satu alasanya para anak perempuan lebih memilih menyelamatkan dan menjaga harga diri orang tua dari pandangan masyarakat.

Budaya memang sudah menjadi tradisi kebiasaan turun temurun dalam masyarakat Indonesia, namun dengan seiringnya perkembangan zaman tradisi harus mampu membawa dampak positif bagi semua masyarakat, masayarat seharusnya juga sudah mampu berfikir lebih maju, masyarakat harus mempunyai pandangan bahwa wanita dan laki laki mempunyai kedudukan yang sama di mata hukum, wanita berhak untuk mempunyai keinginan dan cita cita, tidak seharusnya masyarakat dan tradisi mengikat wanita dengan budaya dan tradisi yang akan menyebabkan mereka sulit berkembang dan maju. Pada zaman milenial ini para wanita sudah mampu berkontribusi besar untuk dunia, masyarakat yang mempunyai pandangan bahwa wanita tidak mempunyai kontribusi besar untuk dunia maka itu sebuah kekeliruan.

Masyarakat harus mengerti pentingnya peran wanita dalam masyarakat dan dunia, seharusnya masyarakat harus lebih mendukung wanita untuk maju, wanita harus mendapatkan hak yang sama dengan laki laki dalam menggapai masa depan, wanita mempunyai hak untuk menentukan keputusan mengenai dirinya, dan wanita juga berhak berpendidikan. Selain itu wanita juga harus mempunyai impian dan cita cita, serta keberanian dalam membuat keputusan, setiap wanita harus mampu membuktikan bahwa wanita tidak lemah tetapi wanita berhak maju dan mampu untuk maju, wanita harus mandiri sehingga wanita dapat menyelesaikan permasalahanya sendiri dan sudah seharusnya masyarakat memberi dukungan kepada wanita untuk maju dan berkembang. Melihat pentingnya peran wanita dalam masyarakat, wanita merupakan madrasah pertama bagi anak anaknya, sehingga wanita harus mampu berkembang, karena wanita memiliki peran utama untuk mencetak generasi bangsa yang berkualitas. Sebenarnya melakukan budaya atau tradisi itu sangat diperbolehkan namun harus dengan penerapan yang positif dan tidak merugikan orang lain.

Setiap masyarakat harus faham dan sadar akan pentingnya peran wanita dalam masyarakat, masyarakat tidak seharusnya menekan para wanita untuk menuruti tradisi dalam masyarakat. Budaya dan tradisi harus mampu memberikan dampak positif bagi semua masyarakat dan masyarakat harus memiliki pemikiran maju mereka  tidak boleh membeda bedakan kedudukan wanita dan juga laki laki, namun masyarakat harus memberi keleluasaan wanita untuk maju dan berkembang serta mendukung kemajuan perkembangan wanita. Dinda Dwi Pangestu Ningrum

Tags: