Definisi Tata Bunyi Fonem, Alofon, Kajian Fonetik

Bunyi bahasa adalah getaran udara yang masuk kedalam telinga baik berupa bunyi atau suara. Bunyi adalah terjadinya dua benda atau lebih bergesekan atau berbenturan.  Bunyi dapat dihasilakn dari alat ucap manusia yang dapat terwujud dalam nyanyian atau tuturan.

Bunyi bahasa adalah getaran udara yang masuk kedalam telinga baik berupa bunyi atau suara. Bunyi adalah terjadinya dua benda atau lebih bergesekan atau berbenturan.  Bunyi dapat dihasilakn dari alat ucap manusia yang dapat terwujud dalam nyanyian atau tuturan.
  • Fonem

Istilah fonem dapat didefinisikan sebagai satuan bahasa terkecil yang bersifat fungsional, artinya satuan fonem memiliki fungsi untuk membedakan makna. Fonem dalam bahasa mempunyai beberapa macaam lafal yang bergantung pada tempatnya dalam kata atau suku kata. Contoh fonem /t/ jika berada di awal kata atau suku kata, dilafalkan secara lepas. Pada kata /topi/, fonem /t/ dilafalkan lepas. Namun jika berada di akhir kata, fonem /t/ tidak diucapkan lepas. Bibir kita masih tetap rapat tertutup saat mengucapkan bunyi, misal pada kata /buat/. [1]

  • Alofon

Alofon adalah perbedaan bunyi yang tidak menimbulkan perbedaan makna, misalnya /i/ dan /I/ dalam /menangIs/.[2] Alofon merupakan keseluruhan realisasi pengucapan fonem. Artinya, banyak mempunyai kesamaan dalam pengucapannya. Alofon suatu fonem dapat juga menunjukkan ciri hubungan yang disebut bervariasi bebas. Alofon-alofon demikian dapat dipertukarkan di tempat yang sama. Hal ini dapat terjadi terutama karena alat ucap manusia pada dasarnya tidak mampu melafalkan dua bunyi yang benar-benar sama berturut-turut.[3]

Varian fonem berdasarkan posisi dalam kata, misal fonem pertama pada kata makandan makna secara fonetis berbeda. Variasi suatu fonem yang tidak membedakan arti dinamakan alofon. Alofon dituliskan diantara dua kurung siku […]. Kalau [p] yang lepas kita tandai dengan [p] saja, sedangkan [p] yang tak lepas kita tandai dengan [p>]. Maka kita dapat berkata bahwa dalam Bahasa Indonesia fonem /p/ mempunyai dua alofon, yakni [p] dan [p>].

  • Kajian Fonetik

Fonetik merupakan bidang kajian ilmu pengetahuan yang mengkaji bagaimana manusia menghasilkan bunyi-bunyi bahasa dalam ujaran, mengkaji gelombang-gelombang bunyi bahasa yang dikeluarkan dan bagaiman alat pendengar manusia menerima bunyi-bunyi bahasa yang diterima oleh otak manusia. Menurut Clark dan Yallop (1990), fonetik merupakan bidang yang berkaitan dengan kajian cara manusia berbahasa, mendengar, dan memperoses ujaran yang diterima. Fonetik sangat berguna untuk pengajaran diksi, penguasaan ujaran bunyi-bunyi bahasa asing, perbaikan bertutur kata bagi seseorang yang memiliki masalah dalam pendengarannya:

  • Fonetik fisiologi

Fisiologi adalah suatu budang ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang fungsi fisiologis manusia. Sebagaimana manusia normal mampu menghasilkan berbagai bunyi bahasa dengan memanfaatkan organ-organ tuturnya. Dengan demikian, bidang fonetik yang mengkaji tentang penghasilan dari bunyi-bunyi bahasa yang berdasarkan fungsi mekanisme biologis organ tutur manusia dinamkan fonetik fisiologis.

  • Fonetik akustis

Kajian fonetik akustis bertumpu pada struktur fisik bunyi-bunyi bahasa dan bagaimana alat pendengaran manusia memberikan reaksi kepada bunyi-bunyi bahasa yang diterima. Ciri utama bunyi bahasa mendapat penekanan  dalam kajian ini, yaitu: frekuensi, tempo, dan kenyaringan. Secara ringkas dapat disimpulkan fonetik akustik berusaha menguraiakan tentang bagaiman suatu bunyi bahasa ditanggapi dan dihasilkan oleh mekanisme pengucapan manusia.

  • Fonetik auditoris

Fonetik auditoris yang disebut juga fonetik persepsi mengarahkan kajiannya pada persoalan bagaiman manusia menentukan pilihan bunyi yang dapat diterima oleh alat pendengar lainnya. Secara umum fonetik dibagi menjadi tiga kajian antara lain


[1] Opik Sukmana dkk, Fonologi-Konsonan Bahasa Indonesia Semester 7 (Sumedang: Universitas Pendidikan Indonesia, 2011).

[2] Yulia Agustin, “PENGUASAAN TATA BAHASA DAN BERPIKIR LOGIK SERTA KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH,” no. 2 (2015): 10.

[3] Salma Hafizh, “Fonologi-Pengantar Linguistik,” 2015, https://www.acamedia.edu/35282255/ALIRAN_BAHASA_Pengantar_Linguistik.

Tags: