Definisi dan Perkembangan Sastra Anak

Menurut Quinn (1992: 43) sastra ialah suatu tulisan yang khas dengan pemanfaatan kata yang khas, tulisan yang beroperasi dengan cara yang khas dan menuntut pembaca yang khas pula. Melalui kata-kata yang khas, mengenai berbagai kondisi kemanusiaan yang disajikan, sehingga cerita-cerita tersebut membentuk wawasan dan pemahaman kita.

Menurut Quinn (1992: 43) sastra ialah suatu tulisan yang khas dengan pemanfaatan kata yang khas, tulisan yang beroperasi dengan cara yang khas dan menuntut pembaca yang khas pula. Melalui kata-kata yang khas, mengenai berbagai kondisi kemanusiaan yang disajikan, sehingga cerita-cerita tersebut membentuk wawasan dan pemahaman kita.

Dengan adanya sastra kita dapat mengenal diri, sesama, lingkungan, dan berbagai permasalahan hidup. Sedangkan sastra anak adalah suatu karya sastra yang dikhususkan untuk dibaca oleh anak-anak sehingga dapat menambah pengetahuan dan membentuk karakter mereka menjadi lebih baik. Ada berbagai jenis sastra yang dikhusukan untuk anak-anak diantaranya yaitu cerita rakyat, kisah-kisah fantasi, cerita realistik, puisi, fiksi kesejarahan, serta buku informasi lainnya.[1]

  • Definisi sastra anak

Membaca buku merupakan pembiasaan yang baik bagi anak-anak. Dan dianggap penting juga oleh beberapa kalangan baik dari kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Membaca buku cerita bukan hanya menjadi hiburan bagi anak tetapi dapat mendidik dan menanamkan nilai-nilai luhur yang ada didalam ceritanya.[2]

Sastra adalah karya tulis yang mempunyai nilai keunggulan, keindahan, keaslian, isi dan ungkapan. Sastra juga dapat memberikan pengetauan dan wawasan bagi pembacanya. Sedangkan sastra anak (bacaan anak) yaitu karya tulis yang berisi tentang masalah kehidupan anak sehingga dapat memberikan pemahaman dan informasi yang lebih baik lagi bagi kehidupan sang anak. Bacaan anak ini mampu membuat anak berada di sudut pandang sebagai pusat yang di ceritakan dan sebuah kebenaran yang asli dan dapat diekspresi kan kedalam bahasa yang mengesankan.[3]

Sastra anak terlahir dari kreasi imajinasi yang dapat menggambarkan dunia rekaan dan dapat memberikan pemahaman dan pengalaman tertentu sehingga anak dapat menghubungkan pengalamannya dan rekaan pada gambaran dalam cerita tersebut. Kunci awal untuk memahami bacaan anak yaitu pengalaman dan pengetahuan kebahasaan. Penulisan, bahasa, dan isinya juga harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak.[4]

  • Perkembangan Sastra Anak

Usia anak-anak adalah fase perkembangan yang masih sering berubah-ubah. Anak-anak masih sangat mudah menerima hal-hal yang anak temui, positif maupun negatif. Perkembangan anak juga dipengaruhi dari hal-hal yang anak temui pada saat usia anak-anak, dan akan berpengaruh dalam perkembangannya ketika dewasa nanti. Sebagai contoh, apabila anak dibiasakan untuk melakukan perilaku-perilaku yang baik, hal tersebut akan tertanam pada diri anak hingga ia dewasa. Maka dari itu, alangkah baiknya apabila pada masa anak-anak ini, anak diberikan kebiasaan dan disuguhkan bacaan-bacaan sastra yang dapat menambah pengetahuan intelektual dan moralnya.

Setiap anak memiliki tahapan-tahapan perkembangan yang berbeda, maka bacaan yang diberikan harus disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak. Dengan menyesuaikan bacaan dengan usia dan kemampuan anak dalam mengerti dan memahami bacaan akan memudahkan anak dalam mengambil pelajaran dari apa yang ia baca. Bacaan anak umumnya berupa cerita pendek yang menggunakan bahasa sederhana dan berisikan tentang cerita fiksi.

Sastra anak tidak selalu tentang kisah-kisah anak, atau berbagai cerita tentang kehidupan anak. Sastra anak bisa juga menceritakan dan menggambarkan segala sesuatu yang menyangkut kehidupan, kehidupan manusia, kehidupan binatang, atau pun kehidupan binatang. Namun, cerita dikemas dengan bahasa yang sederhana, dan sesuai dengan kemampuan anak untuk memahami.

Seperti halnya orang dewasa, anak juga memiliki rasa ingin tahu yang besar.  Untuk memuaskan rasa ingin tahu tersebut anak memiliki banyak cara, seperti dengan membaca. Dan anak belum bisa memilih bacaan yang sesuai dengan dirinya, maka dari itu kita harus peduli dengan bacaan anak karena akan memberikan dampak dalam perkembangan sastra anak.

Hal-hal berikut yang akan terpengaruhi dalam perkembangan sastra anak:

  1. Perkembangan intelektual dan moral

Anak akan mengalami perkembangan intelektual dan moral dari sastra-sastra yang ia dapat, ia akan mengambil nilai-nilai dari sastra tersebut dan menyebabkan perkembangan intelektual atau bertambahnya pengetahuan-pengetahuan dan perkembangan kognitif anak, serta dari konflik-konflik yang ia dapat dari suatu sastra akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan moral anak.

  • Perkembangan bahasa

Bayi yang baru lahir pastinya belum bisa untuk berbicara atau berbahasa, akan tetapi bayi akan belajar dari lingkungan di sekitarnya. Dari suara-suara yang ada, lalu ia membedakan suara atau bunyi yang ada disekitarnya, mulai dari bunyi dari suatu benda, binatang, atau suara manusia. Dengan bayi tumbuh dan berkembang hingga usia kanak-kanak, anak akan belajar dan mulai menemukan bahasanya sendiri. Dalam proses penerimaan bahasa, anak memperoleh bahasa dengan menirukan, melihat dan menirukan orang disekitarnya. Dan proses tersebut terjadi terus menerus hingga usia selanjutnya.

Pada tahap selanjutnya, anak mulai menerima cerita, cerita tentang apa saja yang sesuai dengan pola pikir anak, yang mampu dipahami anak. Dengan cerita untuk memperkenalkan dunia, dengan sudut pandang yang sesuai denga anak. Perkembangan bahasa anak juga berkaitan dengan perkembangan intelektual dan aspek personalitas yang lainnya. Hal ini bisa digunakan untuk memahami bahwa setelah anak mampu memahami dan menggunakan bahasa, anak dapat menerima dan mengembangkan tentang pengetahuan dan pemahaman terhadap dunia.[5]

Anak yang terbiasa dengan sastra sejak dini akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan anak dan sastra tidak hanya menjadi suatu sarana hiburan saja, akan tetapi anak akan mengambil pendidikan dan pelajaran dari berbagai nasihat yang terkandung. Selain itu sastra anak memiliki fungsi khusus terhadap perkembangan anak yaitu; melatih dan memupuk kebiasaan membaca anak, membantu perkembangan intelektual anak, karena memahami suatu bacaan bagi anak bukanlah hal yang mudah, dengan kebiasaan membaca anak, anak akan lebih mudah memahami karena sudah terbiasa. Selain itu, sastra mempercepat anak dalam perkembangan belajar bahasa dan memingkatkan daya imajinasi anak.[6]


[1] Sarumpaet-Toha Riris K., Pedoman Penelitian Sastra Anak (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010).

[2] Clara Evi Citraningtyas, “SastraAnak: Edutainment dengan Catatan,” 2011, https;//scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=sastra+anak&btnG=#d=gs_qabs&u=%23p%3DI45bYxO7GJ4J.

[3] Burhan Nurgiyantoro, “Sastra Anak: Persoalan Genre,” Yogyakarta 16 (Juni 2004), https;//scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=sastra+anak&btnG=#d=gs_qabs&u=%23p%3DEztrpg-RqhIJ.

[4] Novi Resmini, “Sastra Anak dan Pengarangnya di Sekolah Dasar,” 2010, https;//scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=sastra+anak&btnG=#d=gs_qabs&u=%23p%3DyB4-s2yyR3wJ.

[5] Burhan Nurgiyantoro, “Tahapan Perkembangan Anak dan Pemilihan Bacaan Anak,” Yogyakarta, 2, Juni 2005, https://eprints.uny.ac.id/1554/1/003-burhan.pdf.

[6] Uchiyarunna, “Pendidikan Sekolah Dasar,” t.t., https://bagibagiwebblog.wordpress.com/sastra-anak/.

Tags: