Pengelolaan Sentralisasi dan Desentralisasi dalam Manajemen MI

  • Whatsapp
Secara sederhana manajemen pendidikan adalah suatu lapangan dari studi dan praktik dengan organisasi pendidikan. Manajemen pendidikan merupakan proses manajemen dalam pelaksanaan tugas pendidikan dengan mendayagunakan segala sumber secara efisien untuk mencapai tujuan secara efektif. Ada pula yang memberi pengertian manajemen pendidikan adalah suatu penataan bidang garapan pendidikan yang dilakukan melalui aktifitas perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pembinaan, pengkoordinasian, pengkomunikasian, pemotivasian, penganggaran, pengendalian, pengawasan, penilaian, dan pelaporan secara sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan secara berkualitas.
Pengelolaan Sentralisasi dan Desentralisasi dalam Manajemen MI
Dalam lingkup mikro, Hastrop (1975) mendefinisikan bahwa manajemen pendidikan ialah “upaya seseorang untuk mengerahkan dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk melaksanakan pekerjaan secara efisien, dan menerima pertanggungjawaban pribadi untuk mencapai pengukuran hasil yang ditetapkan”. Dengan demikian manajemen pendidikan lebih ditekankan pada upaya seseorang pemimpin menggerakkan dan mengelola  sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada prinsipnya, sekolah dasar sebagai satuan pendidikan tidak akan menjadi bermutu baik atau unggul dengan sendirinya, melainkan melalui berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan, dan pastinya sebuah sekolah yang bagus melakukan berbagai program peningkatan mutu, berbagai perubahan, dan pembaharuan. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar hanya akan terjadi secara efektif bilamana dikelola melalui manajemen yang tepat. Selama ini peningkatan mutu pendidikan cenderung melalui manajemen yang sentralistik. Begitu banyak program peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar ditetapkan dan diupayakan secara sentralistik oleh pemerintah pusat. Begitu beragam program pelatihan guru dirancang dan dilaksanakan secara terpusat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar. Betapa banyak dropping buku-buku perpustakaan, buku-buku pelajaran diupayakan dari pusat, dan sekolah tinggal menerima apa yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat, terlepas apakah barang-barang tersebut dibutuhkan oleh sekolah atau tidak. Pendek kata, peningkatan mutu pendidikan dasar sementara ini kurang memperhatikan kondisi, atau tidak berbasis sekolah.
Baca Juga :  Urgensi Orang Tua Dalam Pembelajaran Daring Untuk Mendukung Merdeka Belajar Di Era NewNormal
Peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar tetap tidak mengalami banyak keberhasilan, karena selain tidak sesuai dengan kondisi sekolah juga tidak dibarengi oleh upaya-upaya dari sekolah yang bersangkutan. Pada tahun 2001 pemerintah mencoba menggunakan paradigma baru manajemen pendidikan baik secara makro maupun mikro. Paradigma manajemen makro di bidang pendidikan adalah desentralisasi  pendidikan yang dilandasi oleh Undang-Undang Nomor 1999 tentang Pemerintah Daerah yang melahirkan otonomi pendidikan. Sedangkan manajemen mikro di bidang pendidikan adalah dicobanya sebuah model manajemen pendidikan di sekolah, oleh sekolah dan untuk sekolah.[1]

Pos terkait