Fungsi Perencanaan dalam Manajemen Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah

Perencanaan merupakan langkah awal dalam proses manajemen[1] yang mana itu merupakan suatu proses untuk mempersiapkan segala keputusan dan pedoman untuk menganbil kebijakan dimasa mendatang untuk mencapai tujuan secara tapat.[2]

Fungsi Perencanaan dalam Manajemen Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah

Perencanaan di sini bisa diistilahkan dengan strategi, terutama untuk memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan segingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin.[3]

Dalam hal perencanaan, Allah mengisyaratkan dalam al-Qur’an betapa pentingnya perencanaan dalam segala hal. Melihat kejadian dimasa lalu untuk merancang hal yang akan dilaksanakan dimasa mendatang yang terdapat di dalam Q.S. al-Hasyr 59:18 yang berbunyi:

يَآٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.[4]

Dari ayat diatas, kita bisa menyimpulkan betapa pentingnya perencanaan dalam segala sesuatu. Tujuannya tidak lain untuk menuju ke arah yang lebih baik dengan memperhatikan segala hal.

Jika perencanaan dikaitkan dengan madrasah, sekolah, atau lembaga pendidikan, makan lembaga tersebut akan kesulitan mencapai tujuan dan juga tidak akan bisa menjawab pertanyaan tentang apa yang akan dicapai. Ini akan berpengaruh pada kwualitas mutu suatu lembaga tersebut.

Dalam manajemen pendidikan, diantara manfaat perencanaan itu adalah:

  1. Hasil rencanak akan dijadikan kerangka kerja dan akan dijadikan pedoman penyelesaian.
  2. Menentukan proses yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.
  3. Dapat mebgukur langkah dan membandingkannya dengan hasil yang seharusnya dicapai.
  4. Mencegah pemborosan uang, tenaga, dan waktu.
  5. Mempersempit kemungkinan timbulnya gangguan atau hambatan.[5]
  6. Membantu administrasi dalam menyesuaikan terhadap perubahan lingkungan.
  7. Membantu menempatkan tanggung jawab lebih tepat.
  8. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian lembaga.[6]

Menurut Banghart dan Thrull yang dikutip oleh Janan Jauhari mengungkapkan bahwa suatu perencanaan pendidikan, baik itu sekolah atau madrasah harus memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:

  1. Berorientasi pada visi dan misi institusi yang ingin dicapai.
  2. Memiliki program secara bertahap berkesinambungan.
  3. Mengutamakan nilai-nilai manusiawi, jika di madrasah ditambah dengan nilai agamis, karena pendidikan adalah membentuk manusia yang bermartabat yang bermanfaat baginya dan lingkungannya, serta harus sejalan dengan ajaran agama.
  4. Mengembangkan segala potensi peserta didik secara maksiamal.
  5. Komprehensif dan sistematis, terpadu dan disusun secara logis, rasional serta mencakup berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
  6. Berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia.
  7. Dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis.
  8. Menggunakan sumberdaya internal dan eksternal secermat mungkin.
  9. Berorientasi kepada masa datang, karena pendidikan adalah proses jangka panjang dan jauh untuk menghadapi berbagai persoalan di masa depan.
  10. Responsef terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat dan bersifat dinamika.
  11. Berfungsi sebagai sarana pengembangan inovasi pendidikan sehingga proses pembaharuan pendidikan terus berlangsung dengan baik.[7]

Jika dikaitkan dengan madrasah ibtidaiyah, contoh yang paling simpel adalah merencanakan penempatan seorang pendidik sesuai dengan kapasitas keahlian seorang pendidik tersebut. karena, jika seorang pendidik itu menguasai mata pelajaran apa yang akan dia pegang, maka kwualitas materi yang dia sampaikan kepada peserta didiknya akan lebih mudah dicerna oleh peserta didik.


[1]Jaja Jahari, Amirulloh Syarbini, Manajemen Madrasah…,hlm. 7.

[2]Kisbiyanto, Manajemen Pendidikan…,h. 4.

[3]Sudarwan Danim, Yunan Danim, Administrasi Sekolah…,hlm. 26.

[4]Pusat Kajian Islam, Al-Qur’an Al-Hadi,aplikasi.

[5]Kisbiyanto, Manajemen Pendidikan…,h. 4.

[6]Sudarwan Danim, Yunan Danim, Administrasi Sekolah…,hlm. 26-27.

[7]Jaja Jahari, Amirulloh Syarbini, Manajemen Madrasah…,hlm. 9-10.

Tags: