Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran

  • Whatsapp
Manajemen kurikulum merupakan substansi manajemen inti yang harus ada dan dilaksanakan di sekolah/ madrasah. Manajemen kurikulum harus dinamis, responsif, atisipatif, dan tidak boleh stagnan, karena akan membahayakan proses adaptasi dan responsi anak didik terhadap tantangan zaman yang terus berubah.[1] Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolak ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus-menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya. Tujuan kurikulum pada hakikatnya adalah tujuan setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik. Mengingat kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka tujuan kurikulum harus dijabarkan dari tujuan umum pendidikan.[2]
Sebagai rambu-rambu manajemen kurikulum dan program pembelajaran, penyusunan kurikulum harus memperhatikan: a) peningkatan iman dan takwa, b) peningkatan akhlak mulia, c) peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik, d) keragaman potensi daerah dan lingkungan, e) tuntunan pembangunan daerah dan nasional, f) tuntutan dunia kerja, g) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, h) dinamika perkembangan global, dan i) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.[3] Adapun tahapan manajemen kurikulum di madrasah/ sekolah meliputi:
  1. Tahap perencanaan, meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan; (2) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis; (3) menentukan desain kurikulum; (4) membuat rencana induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian.
  2. Tahap pengembangan, meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (1) perumusan rasional atau dasar pemikiran; (2) perumusan visi, misi, dan tujuan; (3) penentuan struktur dan isi program; (4) pemilihan dan pengorganisasian materi; (5) pengorganisasian kegiatan pembelajaran; (6) pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar; (7) penentuan cara mengukur hasil belajar.
  3. Tahap implementasi atau pelaksanaan, meliputi langkah-langkah: (1) penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); (2) penjabaran materi (kedalaman dan keluasan); (3) penentuan strategi dan metode pembelajaran; (4) penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran; (5) penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar; (6) setting lingkungan pembelajaran.
  4. Tahap penilaian, terutama dilakukan untuk melihat sejauh mana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. Penilaian kurikulum dapat mencakup hal-hal sebagai berikut: Context, Input, Process, Product (CIPP). Penilaian konteks memfokuskan pada pendekatan sistem dan tujuan, kondisi aktual, masalah- masalah dan peluang. Penilaian input memfokuskan pada kemampuan sistem, strategi pencapaian tujuan, implementasi desain, dan cost benefit dari rancangan. Penilaian proses memiliki fokus pada penyediaan informasi untuk pembuatan keputusan dalam melaksanakan program. Penilaian produk berfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program (identik dengan evaluasi sumatif).[4]
Baca Juga :  Juknis Penulisan Ijazah, Transkrip Akademik, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Profesi
Ada beberapa fungsi manajemen kurikulum, diantaranya: (a) meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum, (b) meningkatkan keadilan (equity) dan kesempatan pada siswa untuk mencapai hasil yang maksimal, (c) meningkatkan relevansi dan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, (d) meningkatkan efisiensi dan efektivitas prose belajar mengajar, dan (e) meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu mengembangkan kurikulum.[5]

Pos terkait