Pengertian Ibadah

Kata ibadah berarti berasal dari bahasa arab yang berakar dari kata abd (seorang hamba) dan berarti penyerahan . Ibadah adalah segala perbuatan manusia sebagai hambanya dalam kepatuhan dan ketaatan kepada Allah swt untuk mendapatkan rahmat-Nya.[1]

Ibadah dalam arti luas adalah sikap, gerak-gerik, tingkah laku dan perbuatan yang mempunyai tinga tanda yakni : niat yang ikhlas sebagai titik tolak, keridhaan Allah sebagai titik tujuan serta amal saleh sebagai garis amalan.

Ibadah dalam arti khas adalah tata aturan ilahi yang mengatur hubungan ritual langsung antara hamba dengan Tuhannya, yang cara ,acara dan tata cara dan upacaranya telah ditentukan secara terperinci dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasul. Ibadah dalam arti khas ini meliputi: Thaharah, Shalat, Zakat, shaum dan haji.[2]

Ibadah sangat erat kaitannya dengan moral/etika dimana ibadahlah yang memberikan latihan rohani.semua ibadah yang ada dalam islam sholat, puasa dan haji bertujuan agar roh manusia supaya senantiasa agar senantiasa agar tidak lupa pada tuhan. Beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang ibadah diantaranya QS. Al-Zariat ayat 56 (tentang Ibadah); QS. Al-Ankabut : 45 (tentang shalat); QS. Al-Baqarah: 183 (tentang puasa); QS. QS. Al-baqarah: 197 (tentang haji)[3]

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ٥٦

Artinya:

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS. Al-Zariat ayat 56)

ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥

Artinya :

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan  (QS. Al-Ankabut : 45)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah: 183)

ٱلۡحَجُّ أَشۡهُرٞ مَّعۡلُومَٰتٞۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلۡحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي ٱلۡحَجِّۗ وَمَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٖ يَعۡلَمۡهُ ٱللَّهُۗ وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٩٧

Artinya:

Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal (QS. Al-Baqarah: 197)


[1] Abdul Qodir Djaelani, Asas Dan Tujuan Hidup Manusia… Op.Cit. hlm. 95

[2] Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam… Op.Cit, hlm .25

[3] Harun nasution, Islam Ditinjau Dari... Op.Cit. hlm. 37-42

Tags: