Pengertian Sejarah

  • Whatsapp
Secara etimologi Sejarah atau history berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘hisotira’ yang berarti penyelidikan atau pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian yang mendalam. Kata sejarah itu sendiri berasal dari bahasa Arab ‘syajaratun’ yang berarti pohon kayu yang bercabang-cabang.
Pohon kayu yang bercabang-cabang diibaratkan sebagai sejarah karena sejarah berkembang dari satu titik kejadian bercabang ke titik kejadian yang lain yang saling berhubungan. Pohon yang bercabang-cabang juga diibaratkan sebagai suatu silsilah keturunan dari suatu individu, raja atau orang-orang penting pada masa lampau. Secara terminologi pengertian sejarah secara sempit adalah kejadian atau peristiwa. Sedangkan dalam arti luas, sejarah merupakan suatu peristiwa manusiawi yang mempunyai akarnya dalam realisasi diri dengan kebebasan dan keputusan daya rohani. Sejarah juga biasa didefinisikan sebagai suatu studi tentang masa lampau. Sejarah merupakan studi tentang sebab dan akibat. Dalam sejarah, suatu peristiwa akan menjadi bermakna jika mereka mengetahui mengapa hal itu terjadi. Dalam bahasa Indonesia sendiri Sejarah mempunya 3 arti yaitu sejarah adalah silsilah atau asal-usul,  sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau, dan sejarah adalah ilmu pengetahuan dan cerita. Kandungan Sejarah dalam Al-Qur’an Al-Qur’an sangat jelas dan fasih sekali dalam menjelaskan cerita masa lalu seakan-akan  menjadi saksi mata yang langsung mengikuti jalannya cerita dan tidak ada satupun dari kisah-kisah tersebut yang tidak terbukti kebenarannya diantaranya adalah kisah Nabi Musa dan Fir’aun, Ibrahim, Nabi Yusuf, bahkan percakapan antara anak-anak Adam as[1] Contoh Ayat Al-Qur’an tentang sejarah (QS. An-Naziat: 15-26)  هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ ١٥  إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ١٦ ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ١٧  فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ ١٨ وَأَهۡدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ ١٩  فَأَرَىٰهُ ٱلۡأٓيَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ٢٠  فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ٢١ ثُمَّ أَدۡبَرَ يَسۡعَىٰ ٢٢  فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ٢٣  فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ٢٤ فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡأٓخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰٓ ٢٥  إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبۡرَةٗ لِّمَن يَخۡشَىٰٓ ٢٦
Baca Juga :  Jenis-Jenis Bunyi

Pos terkait