Prinsip-prinsip Evaluasi Perkembangan

  • Whatsapp
1.    Menyeluruh Yang dimaksud prinsip menyeluruh adalah bahwa evaluasi dilakukan baik terhadap proses maupun hasil kegiatan anak. Evaluasi terhadap proses adalah evaluasi yang dilakukan pada saat kegiatan sedang berlangsung, sehingga yang dilihat adalah tingkah laku, kemampuan berkomunikasi serta gerak-gerik anak. Evaluasi terhadap hasil adalah evaluasi yang berkaitan dengan hasil yang dikerjakan anak, yang berupa hasil keterampilan geraknya, seperti gerak kaki pada berjalan atau gerakan- gerakan  tangan  berupa  bentuk  tertentu,  seperti  menggunting, menggambar, meronce dan hasil coretan-coretan.
2.    Berkesinambungan Evaluasi berkesinambungan adalah apabila dilakukan secara bertahap dan terus-menerus untuk memperoleh gambaran menyeluruh terhadap hasil pembelajaran. 3.    Objektif Evaluasi dilakukan seobyektif mungkin dengan memperhatikan perbedaan dan keunikan perkembangan anak dimana tidak selalu memberikan penafsiran yang sama terhadap gejala yang sama. Prasangka-prasangka, keinginan-keinginan serta perasaan-perasaan tertentu tidak boleh mempengaruhi (menambah atau mengurangi) penilaian yang dilakukan. 4.    Mendidik Hasil evaluasi harus bersifat mendidik yaitu dapat digunakan untuk membina dan memberikan dorongan kepada anak didik dalam meningkatkan  kemampuannya  sehingga  anak  dapat  mengembangkan “rasa berhasilnya”. Oleh karena itu, evaluasi harus bersifat terbuka dan dapat dirasakan sebagai pengayaan bagi anak yang berhasil dan sebaliknya merupakan peringatan bagi yang belum berhasil. Dengan demikian usaha penilaian dapat memperkuat perilaku dan sikap positif. 5.    Kebermaknaan Hasil evaluasi harus bermakna bagi guru ataua pamong belajar, orang tua, anak didik dan pihak yang memerlukan. Oleh karena itu dalam memberikan laporan evaluasi harus diusahakan yang dapat dipahami oleh semua pihak. Evaluasi yang mengungkap kemampuan-kemampuan yang telah dicapai anak disusun dalam bentuk deskriptif, tidak dalam bentuk garis besar angka atau huruf yang diberi bobot.
Baca Juga :  Urgensi Akhlak Mulia pada Anak di Era Globalisasi

Pos terkait