Pengertian Blended Learning

  • Whatsapp

Blended learning merupakan 2 kata dalam bahasa Inggris, yaitu blended  dan learning, blended artinya mencampur atau memadukan sedangkan learning yang berasal dari kata learn yang artinya belajar. Arti dasar blended learning sebenarnya belajar campuran, sehingga dapat dikatakan belajar dengan memadukan berbagai macam cara. Para ahli sendiri sepakat jika blended learning merupakan perpaduan antara belajar secara offline (tatap muka) dan secara online.

Blended learning ialah metode belajar modern yang memaksimalkan fasilitas elektronik serta jaringan internet bagaikan sumber belajar. Semler (dalam Suhartono, 2017) memaparkan, blended learning merupakan pembelajaran yang mengombinasikan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh dalam hal ini diartikan sebagai pembelajaran secara online. Konsep belajar dengan model blended learning, mengijinkan guru untuk tidak selalu bertatap muka selama pembelajaran berlangsung. Guru juga dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi sumber belajar yang lebih luas. Karena dalam hal ini siswa diharapkan tidak hanya belajar melalui guru serta buku-buku pelajaran yang tersedia, melainkan juga dapat memperoleh pengetahuan dengan menjelajahi sumber-sumber belajar di internet.  Menurut Harding, Kaczynski dan Wood (dalam Prasetio et al., 2012) menjelaskan bahwa, blended learning  merupakan perpaduan antara pembelajaran tatap muka konvesional dan pembelajaran jarak jauh melalui sumber belajar online yang dapat diakses dengan internet. Dengan adanya blended learning di sekolah, diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif  untuk pembelajaran yang aktif, menyenangkan, serta bermakna bagi siswa. Jared M. Carman (dalam Made et al., 2020) menyebutkan lima kunci sukses yang harus dikembangkan dalam menerapkan blended learning:
  1. Line event: menyinkronisasikan antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran virtual dalam waktu dan tempat yang sama secara langsung baik di dalam kelas maupun ditempat yang berbeda namun dengan waktu yang sama.
  2. Self-paced learning: mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dan pembalajaran secara mandiri yang memungkinkan murid dapat belajar kapan saja dan dimana saja baik dalam bentuk text-based maupun multimedia-based yang dapat disampaikan secara online (melalui web, maupun  mobile device dalam bentuk: streaming audio, streaming video, dan e-book,dll)  dan secara offline (CD, media cetak, dll).
  3. Collaboration: membentuk kolaborasi yang baik antara guru dan siswa, maupun siswa dengan siswa yang lainnya dengan memanfaatkan communication tool dalam bentuk chatroom, forum diskusi, email, website/webblog untuk berdiskusi mengenai materi, pemecahan masalah maupun tugas.
  4. Assesment:  mengkombinasikan beberapa jenis penilaian baik yang bersifat tes maupun non-tes, ataupun tes yang bersifat otentik (authentic assesment) dengan mempertimbangkan antara bentuk assesment online dan offline. Sehingga dapat memudahkan dan fleksibilitas siswa  dalam mengikuti assesment tersebut.
  5. Performance support materials: dalam mengkombinasikan antara pembelajaran secara tatap muka dalam kelas dan virtual sudah sepatutnya untuk mempersiapkan dan memperhatikan sumber daya untuk mendukung proses berjalannya pembelajaran tersebut.  Bahan belajar harus bisa diakeses oleh murid baik secara offline (dapat dalam bentuk CD, MP3, dan DVD) dan online (melalui web,dll).
Blended learning merupakan perpaduan konsep pembelajaran secara langsung (face to face) dengan berbasis online. Dimana dalam konsep pembelajaran ini bertujuan untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran yang praktis, efisien dan menarik dibanding menggunakan sistem pembelajaran secara konvensional (tatap muka). Tentu proses ini ditunjang dengan berbagai media seperti, media elektronik atau e-learning. (Nana & Surahman, 2019)

Pos terkait