Problematika pembelajaran BIPA di Indonesia

  • Whatsapp
Undangan Digital

Tantangan Indonesia memasuki era globalisasi sangatlah beragam. Salah satunya adalah mempersiapkan sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang ini diperlukan untuk meningkatkan jumlah dan mutu pembelajaran bahasa Indonesia bagi bangsa lain yang akan mempelajari bahasa Indonesia (Iskandarwassid, 2011: 266). Oleh karena itu perlu adanya kerja sama antara pelaku pembelajaran BIPA dan pemerintah. Kebijakan-kebijakan nasional yang meliputi: kurikulum, bahan ajar, tenaga pengajar, dan sarana perlu dibentuk untuk meningkatkan pelayanan pembelajaran BIPA. Kurikulum dijadikan landasan perpijak proses pembelajaran. BIPA membutuhkan kurikulum yang sesuai dengan pembelajar asing, yang disesuaikan dengan tingkat kemampuannya. Berbagai pengembangan telah dilakukan dalam dunia pengajaran, baik dalam pendekatan, metode, teknik, bahan ajar maupun perkembanan prilaku peserta didik (Iskandarwassid, 2011: 267).  Menurut Karmin (dalam buku Iskandarwassid, 2011: 267) menjelaskan pertanyaan yang relevan dengan kurikulum BIPA adalah Siapa, Apa dan Mengapa. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah (1) penutur asing dan pengajar, (2) bahasa Indonesia, dan (3) pelajar ingin menggunakan bahasa itu untuk berbagai keperluan. Keberadaan kurikulum BIPA pada saat ini masih belum ada yang standar. Program BIPA diselenggarakan dengan kurikulum yang dibentuk sendiri. Hal tentunya akan buat kurikulum BIPA yang berbeda-beda antara satu instansi penyelengara dengan instansi penyelenggara yang lain. Akan tetapi Karmin (dalam buku Iskandarwassid, 2011: 267) telah menyusun kerangka kurikulum BIPA secara sederhana. Berikut ini kerangka kurikulum BIPA tersebut.

  1. Tujuan Umum
  2. Pelajar BIPA mengenal bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional Indonesia.
  3. Pelajar BIPA memahami bahasa nasional secara linguistis (ejaan, fonologi, morfologi, sintaksis dan kosakata).
  4. Pelajar BIPA mampu menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai ragamnya baik reseptif maupun produktif. Pelajar BIPA mampu mengapresiasi sastra Indonesia dalam berbagai bentuknya (prosa, puisi, drama, syair lagu).
  • Tujuan Khusus
  • Mengucapkan kata dan kalimat dengan ucapan yang tepat dan intonasi yang sesuai dengan maksudnya.
  • Menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang baku dengan tepat.
  • Menggunakan berbagai bentuk imbuhan dengan maknanya.
  • Menggunakan kata dengan maknanya.
  • Mendapatkan dan menggunakan sinomin, antonim dan homonim.
  • Memahami bahwa pesan yang sama dapat diungkapkan dalam berbagai bentuk dan dapat menggunakannya.
  • Memahami bahwa bentuk yang sama dapat mengungkapkan berbagai makna.
  • Mengenal dan menikmatai puisi, prosa dan drama Indonesia.
  • Menerima pesan dan ungkapan perasaan orang lain dan menanggapinya secara lisan dan tertulis.
  • Mengungkapkan perasaan pendapat, angan-angan dan penglaman secara lisan atau tertulis sesuai medianya.
  • Berinteraksi dan menjalin hubungan dengan orang lain secara lisan menurut keadaan.
  • Menikmati keindahan dan menangkap pesan yang disampaikan dalam puisi, prosa, drama dan syair lagu.

Baca Juga :  Pengertian merdeka belajar

Pos terkait