Efektifitas Konstruktivisme Sebagai Implementasi Konsep Merdeka Belajar di Era New Normal

  • Whatsapp
Dalam rangka mengkongkritkan fase kenormalan baru dalam bidang jasa, upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus menerus dilakukan pemerintah. Melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan, upaya tersebut terus dilakukan salah satunya dengan mencanangkan reformasi sistem pendidikan Indonesia berupa kebijakan “Merdeka Belajar”. Implementasi merdeka belajar yaitu memberikan kebebasan setiap unit pendidikan untuk melakukan inovasi, disesuaikan dengan kondisi yang ada. Konsep merdeka belajar di era digital dapat dilakukan kapan saja, tidak terbatas ruang dan waktu. Meliputi: Free choice, peserta didik dapat memilih Teknik belajar yang nyaman sehingga kemampuan terus terasah. Personalized learning, memecahkan permasalahan sesuai kemampuannya. Berbasis proyek, peserta didik menggali keterampilan yang dimiliki untuk masa depannya. Pengalaman lapangan, peserta didik dapat terlibat langsung di lapangan sehingga pengalamannya lebih nyata. Interpretasi data, peserta didik akan lebih sering bergelut dengan komputer. Sehingga dengan pembelajaran dengan konsep merdeka belajar akan tercipta smart education, smart learning, smart assessment, smart classroom, smart content dan smart city. Sedangkan Ciri kegiatan belajar yang menunjang pencapaian kompetensi siswa dalam merdeka belajar :
  • Pembalikan makna belajar sendiri yang membangun makna terhadap informasi atau pengalaman.
  • Berpusat pada siswa
  • Belajar dengan mengalami
  • Mengembangkan keterampilan sosial, kognitif dan emosional
  • Mengembangkan keingintahuan imajinasi, dan fitra ber-Tuhan
  • Belajar sepanjang hayat
  • Perpaduan kemandirian dan Kerjasama
Untuk tercapainya tujuan merdeka belajar harus didukung oleh peran Mahasiswa didalamnya, mereka harus menyusun secara mandiri tentang hal dalam belajar juga perlu adanya Problem Solving didalamnya. Problem Solving sendiri dapat mengajarkan mereka untuk mengatasi pemecahan masalah dalam setiap individu. Pada kegiatan merdeka belajar setiap individu pasti mempunyai tantangan dan rintangan sendiri. Untuk itu problem solving dan implementasi penerapan merdeka belajar didukung oleh sistematika dan penerapan 3 M yakni :
Baca Juga :  Kenapa harus Blended Learning di Era New Normal ?
  • Manajemen Diri
  • Manajemen Waktu
  • Manajemen Target individu   harus  mampu  menerapkan   3   M   tersebut   serta  Lembaga Pendidikan juga harus memberi dukungan kepada anak didiknya.
Teori konstruktivisme lebih menekankan pada proses daripada hasil. Hasil belajar sebagai tujuan dinilai penting, namun proses yang melibatkan cara dan strategi dalam belajar juga dinilai penting. Pengetahuan tidak bisa ditransfer dari guru kepada orang lain karena setiap orang mempunyai skema sendiri tentang apa yang diketahuinya.

Pos terkait