Pembelajaran Daring vs Luring pada Era New Normal

  • Whatsapp

Sistem pembelajaran luring mau tidak mau harus tetap dilakukan di tengah pandemi Covid-19 agar materi yang disampaikan oleh tenaga pendidik bisa langsung cepat diterima oleh peserta didik dan peserta didik.   Dalam proses pembelajaran luring tentunya ada kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik, contohnya yaitu KBM yang tidak efektif. Sistem pembelajaran luring tentu tidak se-efektif pembelajaran sebelum masa pandemic Covid-19. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan pada jam proses belajar mengajar. Adanya keterbatasan dalam waktu pembelajaran luring, sekolah dan para staffnya perlu menemukan cara tersendiri agar materi yang dipelajari sebisa mungkin dapat dipahami oleh peserta didik. Tidak harus memaksa peserta didik untuk memahami materi pembelajaran secara 100 %, 50-70 % saja sudah cukup. Setidaknya mereka tetap memahami materi yang sedang dipelajari.

Sebelum melakukan pembelajaran tatap muka semua tenaga pendidik dan peserta didik harus memakai masker, mencuci tangan, dan mengecek suhu badan untuk memastikan tidak ada yang terjangkit virus Covid-19. Di wilayah yang masuk zona hijau dan kuning kasus Covid-19 pun banyak sekolah yang belum beroperasi. Dalam melaksanakan pembelajaran luring orang tua tetap berhak menentukan apakah anak mereka akan mengikuti proses pembelajaran tatap muka di sekolah atau tidak dan jika mereka mengizinkan, maka harus tetap memantau dan menjaga kesehatan putra/putrinya.

Baca Juga :  Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Dalam Mengimplementasikan Kampus Mmerdeka Di Era

Pos terkait