Hukuman dalam Konteks pendidikan

  • Whatsapp
Undangan Digital

Secara gairs besar, hukuman dalam pendidikan terbagi atas dua jenis, yaitu hukuman badan/fisik dan hukuman mental/psikis. Hukuman badan/fisik adalah pemberian hukuman yang mengenai tubuh atau jasmani anak didik, seperti dipukul, dicubit, berdiri bahkan disuruh jongkok di bawah meja dan sebagainya.

Sedangkan hukuman mental/psikis adalah pemberian hukuman yang menyentuh perasaan anak didik, seperti dimarahi, ditegur dengan kata-kata, diejek, dimaki, dipermalukan di depan teman-temannya dan sebagainya yang berhubungan dengan perasaan. Menurut Alisuf Sabri bahwa bentuk hukuman ada tiga: 1) hukuman badan, 2) hukuman perasaan, dan 3) hukuman intelektual.

Bacaan Lainnya

Tujuan Pemberian Hukuman
Tujuan dari pemberian hukuman adalah bahwa hukuman itu dipandang sebagai pertanda bahwa anak didik itu telah bersalah dan hukuman diberikan untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat. Oleh karena itu, apa pun yang dilakukan guru, hukuman harus dilihat sebagai alat untuk membentuk dan memperbaiki pribadi anak didik. Dengan adanya hukuman itu, dalam diri anak didik timbul kesadaran dan upaya untuk memperbaiki kelalaian serta kesalahannya.

Satu-satunya teori hukuman yang dapat diterima oleh dunia pendidikan ialah hukuman yang bersifat memperbaiki, hukuman yang bisa menyadarkan anak kepada keinsafan atas kesalahan yang telah diperbuatnya. Dan dengan adanya keinsafan ini, anak akan berjanji di dalam hatinya sendiri tidak akan mengulangi kesalahannya kembali.

Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Hamalik Oemar “Penyadaran atas hal-hal yang menyebabkan kegagalan ini perlu sekali dengan maksud agar dengan usaha sendiri (Self Direction), kita dapat mengatasinya dan memperbaikinya.“ Hukuman yang demikian inilah yang dikehendaki oleh dunia pendidikan. Hukuman yang bersifat memperbaiki ini disebut juga hukuman yang bernilai didik atau hukuman pedagogis.

Baca Juga :  Pengelolaan Sentralisasi dan Desentralisasi dalam Manajemen MI

Pos terkait